Tag Archive | Sejarah

#MenolakLupa Hari Lahir Pancasila

Cie yang lupa kalo hari ini hari lahirnya Pancasila dan baru inget waktu liat social network. Sebelumnya, sori ya. MKM lagi sibuk kuliah semester pendek. Waktu kuliah wajar yang 4 bulan, jadi 2 bulan. Berhubung dosennya mau pergi, waktu kuliah yang 2 bulan, jadi sebulan. Kalo diterusin kayak gini, waktu kuliah yang sebulan, bisa jadi tinggal sehari. Mahasiswanya mati duluan.

Kata lupa adalah alibi yang paling sering keluar saat kita bersekolah. “Lupa” adalah jawaban teratas untuk pertanyaan, “Kenapa gak kerja PR?” mengalahkan “buku saya ketinggalan” (padahal bukunya ada di tas).

MKM sebel sama remaja ababil yang sering sok penting ngetwit di twitter tulisannya #MenolakLupa. Pertanyaan MKM buat kalian yang ngerasa adalah emang kalian tau apa? Soalnya, MKM nemu hestek hestek begituan menandai peristiwa 98 atau peristiwa lampau yang perlu diusut lainnya. Kampretnya, kebanyakan remaja sok penting ini lahirnya juga gak jauh dari taun itu. Kalian tau apa? Waktu itu terjadi, kalian masih belum bisa ngupil!

“tapi kan kami beneran ngerti dan ngerasain.” Okay. MKM terima. Tapi MKM gak terima sama orang yang sok asik yang sok ikutan ngetwit di twitter yang motivasinya bukan buat berjuang dapet pembelaan hukum, tapi berjuang buat dapet retweet. Saran MKM, buat kalian yang gak ngerti, jangan pake hestek #MenolakLupa, tapi #MenolakTidakTahu.

Menurut MKM, wajar kalo banyak remaja yang gak ngerti apa-apa tentang sejarah bangsa Indonesia. Gimana mau ngerti? Pelajaran sejarah aja tidur. Jadi pelajaran sejarah itu bisa disamakan dengan jam istirahat yang waktunya 45 menit. MKM gak ngerti, ini emang siswanya yang hobi tidur, atau gurunya yang pake parfum obat tidur?

Jangan-jangan di jurusan pendidikan ilmu sejarah (jurusan buat calon guru sejarah), emang ada mata kuliah mendongeng. Ujiannya lisan. Kalo bisa bikin dosen penguji tidur, dapet A.

MKM jadi pingin pindah jurusan. Kan seru! Kalo MKM lulus jadi guru sejarah, MKM jadi punya ilmu bikin orang tidur. Jadi pagi ngajar sejarah, pulang sekolah naik bis, cari korban, bikin tidur, copet dompetnya. Kesimpulan: hati-hati kalo punya temen guru sejarah, awas penipuan dan gendam.

Satu lagi masalah dalam pendidikan sejarah. Konten yang ada di buku sejarah sekolah emang gak lengkap. Nampaknya sengaja dikurangi untuk menjaga nama baik beberapa pihak. Udah tidur, yang diceritain gak lengkap. Itu sama aja kayak kalian pacaran, LDR, tapi pacar kalian gak punya alat telekomunikasi. Sama aja gak pacaran, gak dapet apa-apa!

Bukankah pemerintah sendiri yang mengharuskan warga negaranya mengerti sejarahnya. Gak ada keterbukaan dari pemerintah untuk urusan sejarah, bahkan dalam sector pendidikan. Terus bagaimana kita bisa ngerti sejarah? Kita dikasih makan aja enggak, gimana caranya kita boker? Mau ngeluarin apa? Usus? Berharap usus kalo dipotong bisa numbuh lagi kayak ekor cicak? Kamu berharap apa?

Padahal sejarah itu penting. Salah satunya adalah untuk melihat pola para penjahat. Kayak liat pola kehidupan cewe. Kalo cewe udah mulai deket sama temenmu dan mulai jarang texting sama kamu, berarti cewe kamu udah bersedia jadi piala bergilir.

Tapi bukan berarti kita menyerah pada keadaan. Mari generasi muda, perbaiki Indonesia. Bagaimana kamu mau memperbaiki kalo kenal Indonesia aja kamu gak mau? Kenali negaramu mulai dari sejarahnya, sampai sejarah yang gak diungkap. Shalom Satu Jiwa #MenolakTidakTahu

MKM dan Seni Musik Klasik

MKM baru aja belajar sejarah. MKM baca buku sejarah yang bagus banget. Setelah MKM buka bukunya, ternyata isinya makanan. Ya udah, MKM jadinya makan. Ada nasi pra sejarah, ceker T-rex, disiram saus fossil (minyak bumi).

Tapi MKM terhitung di antara orang-orang yang suka sesuatu yang bersejarah. Contohnya, MKM suka banget music klasik. Makan yang paling enak itu kalo diiringi sama music klasik. Makannya pake garpu tala.

MKM suka banget nulis. Bahkan kalo nulis surat, tulisan MKM itu terpengaruh dengan music klasik. MKM kalo nulis surat di partitur. Tulisannya pake not balok.

Tidur juga enak kalo diiringi music klasik. Rasanya lebih syahdu. Kalo buat tidur, MKM suka diiringi sama lagu-lagunya Bach. Terus tidurnya dikelonin Mozart. #IniHoror

Jangan salah! Musik klasik barat emang keren. Tapi Indonesia juga punya music klasik yang gak kalah keren. Salah satunya adalah gamelan. Tapi Indonesia sangat tidak peduli dengan kebudayaannya. Buktinya, banyak orang Indonesia yang tahu kalo Canon itu lagu ciptaannya Mozart, tapi gak ada yang tahu siapa yang nyiptain lagu “Suwe Ora Jamu.”

Pasti ada aja pembaca sotoy yang jawab, “Aku tahu! Didi kempot!” MKM jawab, “Didi Kempot Mbahmu!” Saking kampretnya dia jawab lagi, “Maaf. Mbahku bukan Didi kempot. Mbahku Jumain.”

Tapi gamelan ini emang kesenian yang misterius. Konon katanya, tiap alat dalam gamelan itu ada “penunggu”nya. MKM gak percaya. Kenapa? Mayoritas alat dalam gamelan itu alat music pukul. Kalo pun ada penunggunya, penunggunya pasti gak betah, tiap hari digebukin melulu.

Kita mestinya bangga dengan gamelan. Negara eropa gak mungkin bisa punya gamelan. Kalo pun punya, “penunggu”nya gak kayak di Indonesia. Kalo Indonesia, biasanya sang penunggu ini berupa macan atau hewan mistis lainnya. Kalo di luar negeri, penunggunya pasti vampir. Terus akhirnya bukan nyanyi “suwe ora jamu” malah nyanyi “Thousand Years.”

Menurut blog gak jelas yang pernah MKM baca, musik klasik bila diperdengarkan pada bayi yang di dalam kandungan, nanti bayinya kalo lahir jadi pinter. Karena gamelan adalah music klasik juga, harus ada penelitian tentang efek memperdengarkan gamelan saat kehamilan kepada anak. Mungkin kalo selama 9 bulan penuh, janin diperdengarkan dengan gamelan, nanti keluarnya jadi jalangkung. Jalangkungnya nangis, nangisnya medhok.

Generasi sekarang itu anti banget sama gamelan. Katanya suaranya gak enak. Itu pasti kebawa sampe mereka jadi orang tua. Akhirnya menurun ke anaknya. Jadi waktu di kandungan, bayinya denger gamelan, bayinya meronta seakan berkata, “Keluarkan aku mama… sakit mama… tidak….”

Sejarah dan kebudayaan adalah hal yang penting untuk dilestarikan. Tapi janganlah kamu terjebak pada masa lalu. Move on nak, move on. Daripada stalking mantan, mending stalking TL @AditMKM. Gitu. Shalom Satu Jiwa!

Pentingnya Melestarikan Medhok Jawa

Pembaca yang berbahagia, sadarkah bahwa bangsa Indonesia sering tidak menghargai budayanya sendiri. Tapi ketika budayanya dicuri “Maling Sialan” bangsa Indonesia marahnya bukan kepalang. Kesadaran bahwa budaya itu penting sangatlah kurang, terutama di kalangan remaja. Salah satu budaya yang harus kita jaga adalah medhok jawa.

Apa itu medhok bisa dilihat di artikel ini: https://themkm.wordpress.com/2013/08/26/medhok-bukan-dosa/

Orang yang medhok biasanya dicap sebagai orang ndeso, walaupun sebenarnya mereka juga mengikuti perkembangan zaman. Orang zaman sekarang aktif di jejaring sosial, orang medhok juga aktif di jejaring sosial antar RT berupa pos kamling. Di era orang-orang menggunakan HP super besar untuk main game, orang yang medhok juga main game di HP, HP-nya khusus untuk nge-game: Nokia N-Gage. Akhirnya stereotype itu meluas, hingga orang medhok di FTV selalu kebagian tokoh pembantu/tukang ojek/Presiden yang gak pernah balas mention di twitter.

Medhok dibutuhkan di Indonesia. Terutama sejak kata jancok, kontol, dan asu masuk di dalam KBBI. 3 kata ini bila diucapkan tanpa medhok akan kurang terasa. 3 kata ini masuk ke dalam KBBI bukan untuk mengajarkan bangsa Indonesia memaki, tapi untuk memberi bangsa Indonesia kekayaan diksi untuk menyadarkan orang-orang gak tau diri yang mencalonkan diri jadi Presiden RI. Contohnya pembaca tau sendiri…

Tidak ada orang yang terlahir medhok. Medhok diperoleh dari orang tua. Maka dapat disimpulkan bahwa leluhur orang jawa semuanya medhok. Banyak kerajaan besar yang berpusat di jawa, contohnya kerajaan Majapahit. Maka dapat dipastikan bahwa misi Gajah Mada waktu itu adalah untuk membuat seluruh nusantara menjadi medhok.

Ini adalah misi yang sungguh mulia. Dan mestinya presiden kita yang baru nanti segera menaruh perhatian pada budaya kita yang satu ini. Segeralah untuk mematenkan medhok di PBB, biar gak dicuri bangsa lain.

Sudah cukup Jawa kehilangan asetnya. Cukup Badak Jawa saja yang punah, jangan medhok. Kalian tidak mau kan bila suatu saat ada penampungan orang-orang medhok untuk dibudidayakan (Suaka Marga Medhok)? Jadi orang-orang ini dikumpulkan dalam suatu hutan seperti habitat aslinya, lalu mereka berkembang biak di sana agar tidak punah. Setiap lahir satu dikasih kode angka di pantatnya.

Pesan Moral: Lestarikan budaya sendiri. Cintai produk dalam negeri. Belilah pecel Kediri, maka kau tak akan rugi. Shalom Satu Jiwa.

Pemuda? Sumpah?

Berilah aku 10 pemuda maka aku akan merubah dunia. pepatah tersebut sudah berganti dengan: berikan aku 7 pemuda maka aku akan merubah mereka menjadi gerombolan wanita yang suka nyanyi2 bareng gak jelas. Dulu dijajah Jepang, sekarang dijajah Korea.

Pemuda adalah agen perubahan. Bukan sekedar agen pulsa buat temen-temen sekelas. Pemuda harus punya strategi ke depan. Bukan sekedar strategi mem-PHP lawan jenis. Ingat, PHP lebih kejam daripada pembunuhan.

Dulu kualitas pemuda dibuktikan dengan panjangnya perjuangan mereka terhadap tanah air. Kini para pemuda bersaing dalam memanjangakan nama facebok mereka. Dulu pemuda berseru tentang kebijakan pemerintah yang amburadul. Kini pemuda berseru tentang kebijakan Tuhan yang bagi mereka tak pernah adil. Kafir! Galau sendiri aja… jangan bawa-bawa Tuhan. Dulu, walau tidak punya negara sendiri, pemuda tidak kehilangan identitas. Kini, tidak punya pacar, pemuda sudah kehilangan identitas, harga diri, dan nafsu makan. Pemuda dulu bikin sumpah pemuda. Kini, pemuda cuma bisa bikin sumpah2 gombal yang ujung-ujungnya juga diingkari.

Apa ini benar-benar pemuda Indonesia? Lalu kenapa kalian lebih hafal lagu glee daripada manuk dadali. Padahal teorinya lebih mudah menghafal bahasa sendiri daripada bahasa luar negeri. kenapa? Padahal kalau nanti manuk dadali diklaim luar negeri, kalian juga yang mencaci maki.

Kadang MKM heran. Kenapa ada FPI (Front Pembela Islam), tapi gak ada FPP (Front Pembela Pancasila)? Ada penganut pancasila garis keras yang gak akan pukul-pukulin orang seenak jidad. Ingat sila kedua: KEMANUSIAAN yang adil dan BERADAB. bukan KEHEWANAN yang adil dan BIADAB.

Pemuda Indonesia, apakah kalian layak menyandang nama itu? Sudah siapkah kalian berubah menjadi kupu-kupu? Kalau bukan kita yang menjaga Indonesia, siapa lagi? Shalom Satu Jiwa.

MKM Bicara Emansipasi

21 April, hari Kartini. Hari emansipasi wanita. Setiap tahun emansipasi wanita dikumandangkan, diperjuangkan, dan digalakkan di setiap daerah. Dengan efek samping, para pria tidak bisa lagi semena-mena pada wanita. Kini wanita punya tameng bernama “EMANSIPASI WANITA.”

SEBALIKNYA. Sudah saatnya kita para pria bergerak teman. Galakkan juga “EMANSIPASI PRIA” di Indonesia. Sudah berapa pria yang dalam hidupnya dijajah wanita. Mulai dari ibunya, istrinya, pacarnya, selingkuhannya, adiknya, adik sepupunya yang alay (yang ini curcol), guru matematikanya, dan wanita2nya yang lain. Bahkan SPG Coka-coka Beno yang biasa disingkan COK BEN (sebuah restoran siap saji ala jepang. Bukan nama sebenarnya) sudah melecehkan para pria dengan memanggil semua pria yang datang (berapapun umurnya, mau masih kecil atau udah uzur) dengan sebutan “Kakak.” (dan nadanya datar)

Nasib para pria sekarang menyedihkan. Penjajahan oleh wanita sudah mewabah, bahkan sampai ke hal-hal yang kecil. Jika di sebuah meja makan yang penuh makanan tiba-tiba makanannya habis, yang disalahkan selalu kaum pria. Sedangkan wajah tanpa dosa para wanita yang juga ada di situ mampu menutupi mulut mereka yang bagaikan vacuum cleaner. Jika masih dicurigai mereka akan berkata, “AKU KAN CEWE…. Gak mungkin aku makan sebanyak itu.” Ini kalimat bohong banget. MKM kenal banyak cewe yang kalo makan gak aturan.

Kata-kata itu yang akan sering keluar, “AKU KAN CEWE…..” Berapa kali para pria harus mengalah karena kata2 itu. Ngantri WC, yang cowo udah kebelet sampai keringat dingin tapi si cewe main lewat dan masuk sambil bilang, “Ladies First.” Dalam hati mungkin si cowo akan bilang, “Kampret….. Ini boker udah diujung….. cepetan!!” Namun tetap saja cewe itu akan lama karena pasti mereka melakukan adat cewe bila ke WC. Benar. Foto Narsis.

Masih banyak hal “AKU KAN CEWE….” Yang menyebalkan yang membuat MKM jengkel. Dan sedihnya lagi, bila sesekali ingin mengabaikan kata-kata itu, keluarlah kata-kata yang lebih gak enak, “DASAR COWO GAK GENTLE!”

Dan dialog seperti inilah yang sering terjadi, di mana para wanita menggunakan hak “EMANSIPASI WANITA” mereka dengan semena-mena

Cowo: Sayang…

Cewe: APA!? (ini cewe lagi “M” yang ingin dimengerti tanpa bilang kalo dia lagi “M”)

Cowo: kog gitu sih? Kamu kenapa?

Cewe: GAK APA APA!!!! (keliatan bo’ongnya kan? Ini mirip sama orang yang udah ngantri di depan WC sambil keringat dingin yang ditanya, “kamu kebelet?” dia jawabnya, “Nggak…” sambil kentut)

Cowo: lagi “M” ya? (ini cowo pengertian yang bisa membaca raut muka cewe’nya)

Cewe: (nampar si cowo) “Kamu bego ya?!” (ya itulah cewe kalo lagi “M”, semua bisa jadi alasan buat marah)

Cowo: (Cuma nahan sakit di pipi sambil berkata di dalam hati, “Iya… ini beneran lagi ‘M’”)

Cewe: “AKU KAN CEWE…. Mestinya kamu gak kayak gitu sama aku.” (yak kalimat pertama sudah keluar bung…..)

Cowo: “Iya bener. Kamu cewe. Kamu bisa “M”, dan itu wajar. Terus aku salah apa?” (Jawaban ala cowo: ILMIAH)

Cewe: “DASAR COWO GAK GENTLE!” (keluar sudah kalimat kedua. Dan selalu jawabannya gak menjawab pertanyaan)

Cowo: “Kalo kamu gak jelas gitu, aku marah lo.” (cowo ini mencoba tegas. Namun apa yang terjadi? Kita lihat setelah ini)

Cewe: “Mau ngambek? Ngambek aja sana. Ntar kalo udah selesai, bilang ya.” (buat kalian semua, ngambek gak akan pernah berhasil buat bikin cewe nurut sama kita)

Cowo: (sadar bahwa marah tidak menyelesaikan apapun. Sekecil apapun masalah harus dibicarakan. Itulah cara cowo menyelesaikan masalah) “Kamu kenapa sih? Cerita deh…” (masih mencoba diplomasi baik2)

Cewe: “OGAH! Kamu jelek! Aku ngambek!” (langsung pergi. Ngambek sukses!)

Gentlemen, kita sudah dijajah! Saatnya kita buat perubahan! Mari kita ciptakan “EMANSIPASI PRIA!” Untuk itu, kita butuh pahlawan seperti Ibu Kartini yang hanya dengan surat2nya mampu mengubah Indonesia. MKM adalah salah satu pahlawan kalian! Dan kalian bisa jadi pahlawan bagi teman2 kalian! Sadarkan banyak pria untuk tidak lemah pada wanita! Kita pria! Kita diciptakan duluan! Wanita adalah bagian dari kita! Tidak seharusnya mereka menjajah kita! Perjuangkan EMANSIPASI PRIA!

(mungkin suatu saat akan tiba di mana semua siswa SD-SMA memperingati hari MKM. Hari sebagai peringatan untuk MKM sang pejuang EMANSIPASI PRIA melalui tulisan-tulisannya di Dunia MKM. Jika Ibu Kartini mengarang buku, “Habis Gelap Terbitlah Terang.” Maka MKM akan membuat, “Terang Udah Kelamaan, Kita Juga Butuh Gelap.”)