Tag Archive | Murid

#PPL_Challenge Day 14 – FIX

Hi readers. Pernah gak kalian ikut kepanitiaan, trus bikin data, filenya dikasih nama: data paling fix. Trus besoknya ada revisi, nama filenya diganti: data fix terakhir. Trus nanti diganti lagi: Data fix banget. Jadi fix ini sebenernya gak fix. Fix cuma jadi formalitas aja biar keliatannya ada progress.

Untuk menjadi guru, terutama guru di tempat MKM praktikum, dituntut fleksibilitas tanpa batas. Kalo tulang bisa fleksibel kayak Luffy, badan bisa belah dua kayak Naruto, itu akan sangat membantu. Ini yang sering salah kaprah. Guru itu kerjanya gak cuma ngebacot di depan kelas trus pulang. Banyak administrasi yang kudu dikelarin guru-guru juga.

Kadang untuk mengerjakan tugasnya, guru sangat mengharapkan kata FIX. Tapi kata fix pada kenyataannya biasanya datang mepet-mepet. Malah mungkin terlambat. Ya guru kudu siap-siap aja buat kerja kilat. Fix kalo terlambat, guru harus toleransi. Murid kalo terlambat murid… ya detensi.

Kalau nungguin datanya fix, anak-anak keburu wisuda duluan. Mestinya setiap perusahaan mempertimbangkan betul-betul setiap calon karyawan yang punya background guru. Mereka itu udah levelnya gak karyawan biasa lagi. Mereka bahkan mungkin siap bikin perusahaan tandingan.

Nah, buat kalian yang masih pingin jadi guru, lupakan. Gajinya dikit. Susah. Dimarah-marahin orang tua. Kerja kudu kilat. Mending gantiin Pak Bondan ngincipin makanan sana sini. Modal mak nyus doang dapet duit banyak. Tapi kalo masih nekad mau jadi guru ya udah. Pokoknya MKM udah kasih peringatan.

#PPL_Challenge Day 3 – Guru juga Manusia

Hi readers. MKM belum menyerah untuk tetap menulis refleksi. Jadi, kemaren adalah tanggal 25. Itu tanggal gajian. Kalian bisa bayangkan semangat guru-guru di tempat MKM seperti apa. Wajah mereka walaupun capek, tapi penuh dengan semangat optimis. Andai guru-guru gajian tiap hari, pasti pendidikan di Indonesia akan dipenuhi dengan guru-guru yang girang dan semangat.

Poin MKM di sini adalah, guru juga manusia gaes. Guru bukan robot yang bisa terus senyum tiap hari. Guru pun juga adalah makhluk yang bahagia kalo dapet makan enak dari sekolahan. Guru juga butuh bayar kos-kosan. Guru adalah manusia yang normal.

Guru juga makhluk yang bisa bercanda, sekiller apapun dia. Ada yang emang pendiam banget (yang begini biasanya kalo udah ketemu yang lucu, ketawanya gak ketolong). Ada juga yang dikit-dikit bercanda (sampe kita harus buka kamus bahasa aborigin buat ngerti maksudnya apa). Pengakuan seorang pengajar pada MKM, “Saya orangnya serius. Saya butuh komedi untuk menyeimbangkan hidup saya.”

Masalahnya adalah di dunia ini ada orang yang beneran lucu, ada yang jayus. Dan seringnya orang gak sadar kalo dia jayus. Nih cara bedainnya: Kalo orang lucu bikin jokes, orang lain ketawanya gini, “Hahaha…. HAHAHAHA… ha… ha…” Kalo orang jayus ketawanya gini, “Haha… Apaan sih… Hahahaha….”

Seringkali di sekolah, guru-guru menggunakan jokes yang “Apaan sih?” Contoh: kita tanya, “Pak, can I go to the toilet?” dia jawab, “I don’t know, can you?” trus dia ketawa. Skarang kita tau kan kenapa jokes begitu dibilang, “Jokes bapak-bapak/Dad’s jokes”?

Tapi di tempat MKM praktikum, murid-muridnya kooperatif sehingga gak bikin gurunya stres. Seenggaknya buat dua hari pertama masuk sekolah. Liat aja ntar kalo udah ketemu matematika.

haha.

Kekerasan dalam Sekolah

Hi readers, kalian ngerti bocah ini?

dibela

Sok ganteng ya? coba bandingin sama yang ini:

picture086

Masih ganteng muka bangun tidur MKM kan ya?

Jujur MKM agak iri lo sama bocah ini. Dia cukup ngelaporin gurunya ke pengadilan, terkenal. MKM udah nulis blog dari jaman Tyranosaurus evolusi jadi cicak tapi tetep aja gak terkenal. Well, banyak pro kontra sih tentang kasus ini. MKM sebagai calon guru, akan bahas kasus ini lewat sudut pandang MKM.

Pertama, mari kita telaah dulu kasusnya. Ni ada guru nih, namanya Bapak Muhammad Samhudi, Guru olahraga di SMP Raden Rahmat Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur. Beliau ngajakin murid2nya sholat. Eh si bocah ini bolos. Gak ikut. Dicubit sampe bekas kayak segel sasuke. Trus si bocah yang bapaknya tentara, merasa bisa menuntut gurunya lewat jalur hukum, dituntutlah gurunya pake undang-undang kekerasan pada anak. Nih undang-undangya:

UU Nomor 23 Pasal 80 ayat 1 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak :

Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

Gila! Jarang-jarang lo blog ini bagi-bagi ilmu. Apalin gih undang-undangnya, siapa tau keluar di ujian PKN.

Udah tau ya kasusnya. Menurut MKM, setiap pihak ada salahnya. Salah gurunya, murid sholat gak boleh dipaksa. Siapa tau, dalam lubuk hatinya, dia pingin pindah Agama jadi Kristen? Trus dia gak nyaman sama segala bentuk sholat karena itu bukan panggilannya.

Mestinya guru ini bisa kasih pengarahan baik-baik. Fasilitasi anak ini kalo emang mau pindah agama. Eh tapi kalo niatnya emang gak pindah agama, ingatin dia buat menjalankan kewajiban agamanya. Bilangin kalo beragama itu gak boleh nanggung. Tentu MKM setuju bahwa anak zaman sekarang sudah susah dibilangin baik-baik. Tapi kalo semua guru mikir begitu, trus jahat sama muridnya, gimana murid mau betah di sekolah?

Ya MKM percaya pasti bapak guru udah ngomong juga baik2 awalnya, dan si anak tetep ngeyel, dan akhirnya senjata terakhir keluar yaitu cubitan orochimaru. Diliat dari bekas lukanya, itu adalah cubitan yang dialiri cakra yang cukup besar. Artinya, emang itu hal yang kasar dan dasarnya kebencian. Inilah tantangan guru zaman sekarang, dapatkah kita menemukan bentuk punishment yang dasarnya adalah kasih? Atau masih mau seperti zaman dulu ketika murid kalau salah dipukuli?

Kedua, muridnya juga salah. Tau murid sok rebel gak? Ya ini. Masi SMP sok ngerokok. Kata dosen MKM, orang yang ngerokok, secara psikologis mereka akan menjadi pribadi yang suka memberontak. Dan benar. Kejadian kan? Saran MKM, jaga kesehatan buat kalian para pelajar SMP. Daripada buat beli rokok, mending buat beli makan. Percaya sama kakak ya dek, nanti kalo udah kuliah (minimal), dapet makanan layak itu susah banget. Cari makan itu susah. jadi waktu kecil jangan foya-foya ke rokok. Kamu belum ngerasain rasanya sehari cuma makan mi kuah satu biji (dipatahin 3, satu buat pagi, satu buat siang, satu buat malem, masing2 kalo bikin kuahnya dibanyakin biar kenyang air).

Trus si bocah ini sok kaya. Sok bisa bayar pengacara. Well, mungkin kamu bisa. Tapi kalo ada masalah begini, mestinya ngomongnya ke kepseknya dulu. Kasih tau kepseknya kalo ada salah satu gurunya yang membenci siswanya. Setidaknya, kebencian ini harus dihapuskan dari sekolah tersebut. Kalau ada sekolah yang masih menyimpan kebencian pada salah satu saja muridnya, maka sekolah itu tak boleh menyandang visi, “Menjadikan siswa sebagai pribadi yang berakhlak.” Karena Akhlak yang baik bermula dari kasih yang mampu mengampuni.

Di dunia kerja ya dek, kalau mau menyelesaikan masalah, itu urut sesuai hirarkinya. MKM curiga jangan-jangan kalo anak ini jadi korban pemerkosaan, dia gak lapor ke polisi, tapi lapor ke Presiden. Itu pun Presiden US. Sok penting anak ini.

Terakhir, Kau pendukung Brazil! Dulu emang bagus, tapi buktinya 2014, tuan rumah, tapi gak bisa juara. Udah, kau dukung Uzbekistan aja di Piala Dunia.

Pesen MKM buat para guru (atau calon guru) yang baca artikel ini. Jangan menyerah jadi guru. Gak semua murid kurang ajar kog. Semangat!

SPH Summer Program: 2nd Week

Hi readers.. It has been a week (maybe, i don’t really know) since my last post. But hey. If you remember my post about the SPH Summer Program, this is its second week.

The second week, we are still Me and Caydie, but the class changed into: Science Discovery! And we have an additional member: Jessie…. Woooooo!!!!! She is the daughter of someone important in SPH. (Yea. someone important. I don’t what is her position, but i do think she is important just like SPH cannot live without her) well, here is the pic:

Science Discovery (6)

Our team was great. I learned a lot from those pretty girls. Even though we were less prepared than the first week, we could finish the week very well. We did improvise a lot. If one day you have Caydie as your teacher, I am telling you: She is the master of improvise.

I had some of my first week students, plus some other students. They were cute. I loved them.

We found out that some students cannot speak English neither Bahasa. We were cool outside, but inside, we were freaking out! “How to deal with these kids?!! No one here speaks Korean!!!!” At one moment, Caydie talked to one of them (the most difficult) and both of them cried. Caydie needed to leave the class. I said, “Let me handle the class for you.” Such a lifesaver, wasn’t it? But in fact, I HAD NO IDEA!!! I tried to give the students some videos and some dance, and a little bit silly activity. It was working. When Caydie arrived, I told her, “I saved your life.” (It was totally badass!)

I missed my last week class. I met one of my ex-students. They called me, “Mr. Adit…” and then hug me. It touched my heart. But of course, I tried to look cool. I said, “Kay girl, I have things to do. See ya.” I couldn’t say, “I miss you too. ” It will drop my tears.

I had one girl in my class that is very funny. One day, Someone put a piano inside of our class. We told the students, “Don’t touch the piano.” then this girl came to the piano and touched it, then came to me and said, “I touched it!” I replied, “No! You cannot!” “But I did!” “Okay, from now, I am protecting that piano!” since that time, she is obsessed to touch that piano (to defeat me).

I learned a lot from this summer program. I think I will join the next summer program. Here, my favorite video for this week. While watching this video, one boy in my class was trying to pick a fight with me. “I AM THE REAL NINJA HERE! KID!”

#ShareTheLove #Shalom1Jiwa #ShareThisBlog

Tidur yang Barokah

Ayo tebak-tebakan. Kenapa setan-setan matanya merah kalo gak item? Karena mereka kurang tidur. Mereka begadang bikin tugas kuliah.

Nah, tidur itu sangat penting bagi kesehatan kita. Bukan hanya kesehatan fisik, terutama kesehatan emosi. Dan tubuh kita meresponi kebutuhan itu. Seringkali kita kalau marah, bawaannya pingin tidur. Marah sama orang tua, ngunci diri di kamar, tidur. Marah sama temen, gak mau keluar rumah, tidur. Marah sama pacar, pacarnya dikunci, diajak tidur.

Tidur itu penting. Kalau ngantuk, tidur aja. Ngantuk adalah sinyal dari tubuh bahwa tubuh sudah butuh istirahat. Jadi kalau kamu di kelas ngantuk, tidur aja beberapa menit, ntar bangun lagi. Mending cuma dapet pelajaran 15 menit terakhir daripada selama 3 sks memaksakan otak buat bangun dan ngerti akhirnya gak dapet apa-apa.

Siswa selalu lebih maju dari gurunya. Siswa zaman sekarang daripada menemukan cara belajar yang efektif, mereka lebih berbakat untuk menemukan cara tidur di kelas yang barokah. Berdasar cara tidurnya siswa dibedakan jadi 3.

1. Siswa thinker

Siswa ini selalu mencari pose tidur yang membuatnya tampak sedang berpikir. Entah itu dengan cara pura-pura nulis, pura-pura pegang kepala sok mikir, atau pura-pura baca buku.

2. Siswa affirmative

Siswa ini pose tidurnya bisa sambil meng-iya-kan apa yang gurunya katakan. Jadi sambil tidur, dia ngangguk-ngangguk. Biasanya dia bersandar di kursi, tutup mata, lalu berapa detik sekali ia akan menganggukkan kepalanya dengan cepat.

3. Siswa fearless

Siswa ini pose tidurnya gak tau malu. Gak pake nunduk, mulut kebuka, ngiler, ngorok, dan membuat mukanya sejelek mungkin mirip berhala sehingga menggoda orang-orang atheis buat nyembah dia. Kalo dia dibawa ke candi, mungkin bisa ketuker sama arca.

Tapi MKM kasih tau ya buat semua orang yang hobi tidur di kelas. Tidur di kelas itu gak enak. Tidur yang enak adalah tidur di tempat yang tepat. Ada tiga tempat di dunia ini yang paling enak buat dipake tidur yaitu: Kamar tidur sendiri, pangkuan orang yang disayangi, gedung DPR.

Malas itu hak asasi setiap orang, tapi bertanggung jawablah atas segala hal yang sudah kau sepelekan dengan segala kemalasanmu. Shalom Satu Jiwa!