Tag Archive | love

When She Came Home for Christmas, I am Waiting

scene 5

“Udah sampe mana?” Tanya pria itu pada calon istrinya lewat telepon. “Masih jauh? Aku udah di terminal.”

Pria itu bernama Yudha, seorang pengusaha muda yang sedang mempersiapkan pernikahannya. Ia sedang menunggu calon istrinya yang baru saja selesai melakukan pelayanan sosial ke sebuah daerah. Ia berkata pada calon istrinya, “I love you.”

Pria itu menyudahi teleponnya. Ia kembali memasukkan handphonenya ke dalam saku celananya. Ia menatap arloji yang ada di tangan kirinya. Ia bergumam, “Masih lama ya…” Ia sangat tidak sabar. Kakinya mengetuk-ngetuk tanah.

Hari sudah sangat malam. Hampir tidak ada siapa-siapa di terminal yang besar itu. Semua kios sudah tutup. Para supir dan kuli panggul sudah banyak yang pulang. Beberapa lampu sudah dimatikan. Suasana menjadi cukup mencekam.

Yudha berusaha mencari tempat duduk. Ia duduk di sebuah bangku. Di sebelah kanannya, duduk seorang pria tua berkemeja lusuh. Yang dilakukan pria ini sejak tadi hanyalah menatap jalur bus masuk dengan tatapan penuh harap. Sesekali pria tua ini memejamkan matanya seakan berdoa pada Yang Kuasa agar ia menemukan apa yang ia cari.

Namun Yudha tak peduli. Ia duduk dan membuka handphonenya. Ada foto calon istrinya di sana. Yudha sangat menyayanginya. Namun sebuah luapan emosi tak tertahankan tiba-tiba merasuk dan memaksa Yudha menengadah ke atas sambil berkata, “Buat apa sih kamu jauh-jauh ke sana? Bener-bener nyusahin ya!”

Seruan Yudha membuat pria tua di sebelahnya menghentikan lamunannya dan menoleh pada Yudha. Ia tersenyum, lalu menggelengkan kepalanya. Setelah itu ia kembali menatap tempat yang sebelumnya.

Yudha yang merasa tidak enak, spontan berkata, “Maaf pak.”

Pria tua itu tanpa menoleh pada Yudha menjawab, “Minta maaflah pada dirimu sendiri dan pada Tuhan karena kau kurang bersyukur, nak.”

Sekejap memori Yudha teringat pada kata-kata calon istrinya.

 

“Kamu ini kurang bersyukur, Yudha.”

“Aku bukan kurang bersyukur! Aku justru mau peduli padamu, Ratna! Untuk apa kau pergi pelayanan jauh-jauh? Bahaya! Mending kamu cari pekerjaan di sini!”

“Apa salahnya memberi diri untuk Tuhan dan sesama? Lagipula, untuk apa aku kerja kalau ujung-ujungnya aku memilih untuk menjadi ibu rumah tangga untukmu?”

Yudha tidak bisa menjawab apa-apa.

 

Yudha semakin penasaran pada pria tua itu. Ia bertanya, “Bapak tidak pulang?”

“Saya menunggu.” Jawab pria itu halus. Sekali lagi tanpa memandang Yudha.

Yudha berusaha menerka apa arti jawaban itu. Ia bertanya sekali lagi, “Ehm… Bapak punya toko di sini? Atau kerja? Atau…”

Namun kali ini pria itu hanya tersenyum.

Yudha sedikit kebingungan, tetapi ia tidak menyerah. Ia mengulurkan tangannya sambil berkata, “Saya Yudha pak. Bapak?”

Pria tua itu menjawab, “Orang-orang sini akrab memanggil saya, Win.” Ia menoleh pada Yudha, menjabat tangannya, sambil berkata, “Lain kali, kau harus lebih bijaksana nak.”

Teguran itu masih belum bisa dicerna oleh Yudha. Tujuan Yudha hanya satu, mencairkan suasana sambil menunggu datangnya calon istri. Yudha berusaha mengangkat topik, “Win itu kalau dalam bahasa Inggris, artinya…”

“Menang. Victory! Am I right, kiddo?” Jawab pria itu. Yudha tersentak kaget. Pria itu tersenyum sambil berkata, “Ah. Bahasa Inggrisku juga tidak sejelek itu, nak.”

Kini Yudha benar-benar tersipu malu. Tetapi Yudha tidak berhenti di situ. Gengsinya yang tinggi membuatnya tetap tenang. Ia berkata, “Wah, bahasa Inggris bapak bagus juga.”

“Saya dulu juga orang terpelajar sama sepertimu, nak. Tetapi nanti semakin tua, kau akan semakin sadar bahwa percuma kau mengerti semua tanpa…”

“Tanpa?”

“Cinta.” Pak Win menoleh pada Yudha sejenak sambil berkata, “Cinta yang membuat kita sanggup melakukan segalanya.”

“Ehm… Saya makin tidak mengerti.”

Setelah itu, Pak Win mulai menceritakan kisahnya.

 

Dulu sekali, mungkin sepuluh atau dua puluh tahun yang lalu, Win muda pergi ke terminal yang sama. Menunggu, tetapi kali ini ia menunggu bus yang akan menjemputnya. Mulai hari itu, ia akan meninggalkan kampung halamannya dan merantau ke kota.

Ia duduk di tempat yang sama seperti tempat dia hari ini duduk. Waktu itu, lengkap dengan ransel dan koper. Ia sendiri, tak diantar oleh siapapun. Ibunya telah tiada. Adiknya satu-satunya ada di tempat ayahnya. Ayahnya sedang terbaring kaku karena sakit. Ia pergi, adalah petuah ayahnya. Berat hatinya untuk meninggalkan keluarganya, namun itulah pesan dari ayahnya.

Win muda masih meyakinkan diri sendiri saat seorang wanita muda datang dan duduk di sebelahnya. Wanita muda itu sama-sama membawa koper dan ransel. Berawal dari sebuah senyuman sederhana, pertemuan mereka berubahmenjadi sebuah obrolan yang menyenangkan.

“Oh kamu mau ke sana juga?” Tanya Win muda.

“Iya. Kuliah.” Jawab wanita berpakaian merah muda itu.

Gelak tawa mereka membuat Win lupa akan beban pikirannya. Karena satu senyuman, bahagia memenuhi hati Win. Iya. Ini jatuh cinta pada pandangan pertama. Satu hal yang pasti, nanti di kota, wanita inilah yang akan sering ia kunjungi. Belum pernah ia jumpai kenyamanan seperti ini.

Ia masih di tengah-tengah surga dunia itu sampai ia mendengar suara derap langkah kaki. “KAK WIN!”

Raut muka bahagia Win muda berubah menjadi panik. Ia menoleh pada adiknya yang sedang berlari. Ia pun menghampiri adiknya, “Ada apa dik?”

Dengan nafas terengal-engal sang adik mulai berkata-kata, “Kak, Ayah… ayah sudah…”

Win muda tahu kata-kata apa yang selanjutnya akan keluar. Ia segera berlari mengambil barang-barangnya. Tak kuasa ia menatap mata wanita muda itu. Ia berlari bersama adiknya pulang ke rumah.

Hari itu adalah hari pertama dan terakhir Win bertemu cintanya. Setelah hari itu, Win tak pernah pergi ke kota. Win tetap di kampung halamannya, mengurus adiknya. Win tak pernah bertemu lagi dengan wanita muda itu. Namun wajah dan pakaian merah mudanya tetap teringat di hati Win. Sejak hari itu, setiap libur natal, Win pergi ke terminal untuk menunggu wanitanya. Berharap ia akan pulang untuk natal.

 

“Lalu apa Pak Win sudah bertemu dia?” Tanya Yudha. Win hanya menggeleng halus.

Wajah Win berubah menjadi lebih penuh harap. Sebuah bus datang ke terminal itu. Bus itu berhenti. Penumpang keluar satu per satu. Sekejap Yudha ingat kalau dia juga sedang menunggu seseorang.

Akhirnya, calon istri Yudha keluar. Yudha berlari menyusulnya. Ia membantu sang calon istri mengeluarkan koper dari bus. Mereka berpelukan, lalu mereka berjalan ke arah pintu keluar.

Yudha berhenti sejenak. Yudha menoleh ke belakang. Kini Win berada di dekat bus itu, menanti seseorang untuk keluar. Ia mengamati satu per satu penumpang yang keluar. Sampai akhirnya tinggal satu penumpang yang masih ada di dalam bus.

Dari dalam bus, terdengar suara wanita tua berkata, “Aduh kopernya ini berat.”

Win tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam bus itu. Di hadapannya kini ada wanita berpakaian merah muda. Wanita itu berkata, “Tolong ini mas..” Win berjalan pelan ke arahnya, mengambil kopernya dan membawanya turun.

Setelah turun dari bus, Win berteriak pada temannya yang sedang tidur di atas becak, “Jon! Becak Jon!” Tukang becak itu langsung berlari ke arah Win. Ia mengambil koper yang berat itu, lalu berkata pada wanita itu, “Mari bu, saya antar.”

Bus itu berlalu, becak itu pergi, Win kembali duduk di kursinya, menatap arah yang sama. Yudha menatap wajah calon istrinya, membelai rambutnya, lalu ia berkata, “Aku bersyukur sudah ketemu kamu.”

Mereka pergi dari terminal itu. Meninggalkan Win dan harapan akan penantiannya.

 

Ilustrasi oleh: Celine A. – Instagram: @sei_nyaan

Ayo cepat difollow, keburu kena Internet positif tuh instanya.

MKM and Falling in Love (ENGLISH)

Hi guys. It has been a long way, without you my friend….. (Don’t sing! you fool!) It has been so long from my latest post. Well, a lot of things happened. But hey, I am here. Let’s talk about something that disturb us, falling in love.

You just cannot reject the feeling bruh! You just cannot kill it. And once you get it, you become dumb. Like:

“Here… I have a great idea for our next projects. Lets combine kung-fu, math, and music. What’s on your mind?”

“Her.”

“GET YOURSELF TOGETHER DUDE!!!!”

“Together with her?”

“AAAAARRRGGHHH!!!!!”

People are easy to be falling in love. In Bahasa Indonesia we have term: BaPer (Bawa Perasaan – Too sensitive and overly reacted). People are so baper. Boy and girl, just be friend for a while, the girl thinks that the boys like her, so she does too. WHY?

Too much drama in our life, ladies and gentlemen. We don’t know what love is, but still we fall in love. For me, the real love is Batman (I wanna say Jesus, but in case some of you are atheist, so…. ). Look at Batman. He sacrifices everything He had for Gotham. Everything including his pride, his life, his woman, his treasure, EVERYTHING. So, if you want to ask someone out, don’t say, “I love you.” but say, “I am your Batman.”

By falling in love, we are often dreaming something that will never happen. And sometimes it is disgusting. We imagine that we can talk with her/him everywhere. In our room, street, table, toilet, kitchen, backyard, prison, police office, everywhere.

Sometimes, we don’t want to fall in love, but we did. We just cannot control our mind with this thing. So here is from me, steps to stop falling in love.

Step 1. Die

Haha.

#Shalom1Jiwa #ShareTheLove

#MKMspoiler 9 – Project Almanac

Hi readers, ini udah sabtu. saatnya: MKM Spoiler. ya walaupun sabtu-sabtu yang lalu gak ada sih. Nah kali ini, MKM mau ngebahas film yang cukup seru buat ditonton. Project Almanac. Dari sutradara gak begitu terkenal, aktor-aktor pendatang baru, tapi dibuat secara rapi dan unik. cukup untuk orang yang butuh olah raga otak sekaligus cuci mata.

187664

Film ini dibikin dengan konsep yang agak unik walaupun bukan yang pertama. Konsepnya adalah First Person. Sudut pandang orang pertama. Jadi ceritanya ada orang bawa kamera terus mendokumentasikan semua. Jadi sebenernya, kalian modal kamera bagus dikit, bawa aja ke mana-mana, kalian udah bisa bikin film. Dan dengan begitu, muka kalian yang jelek itu gak perlu keliatan.

Project almanac. sebelumnya, kalian tau gak sih almanac itu apa? Almanac itu semacam prediksi/ramalan. Bahasa jawanya: primbon. Nah, kenapa kog judulnya prediksi? Karena film ini menceritakan tentang mesin waktu (time traveling gitu). Dari sekian banyak film tentang mesin waktu, film ini cukup bisa bersaing dengan yang lain, walaupun bagi MKM masih kalah seru sama Back to the Future, Source Code, dan bahkan doraemon.

nih trailernya:

Ceritanya dimulai dengan David Raskin (Jonny Weston) yang menemukan kamera tua milik ayahnya. Di sana ia melihat rekaman ulang tahunnya saat masih kecil. Ternyata di rekaman itu, terekam sosok David dewasa terpantul melalui cermin. Kog bisa? singkat cerita, video itu membantu David dan teman-temannya menemukan mesin waktu. Perjalanan ke masa lalu pun mereka lalui. Karena mereka mengubah masa lalu, mereka berhasil mengubah masa depan.

Sayangnya, perubahan tidak selamanya enak. Karena kecerobohan mereka, masa depan berubah menjadi tidak karuan. banyak orang meninggal hanya karena sebuah perubahan kecil. Inilah awal konflik mereka. Lalu cerita berakhir dengan David yang kembali ke masa saat ia masih kecil untuk memusnahkan mesin waktu.

Banyak hal yang bisa dipelajari dari film ini. pertama: cewe sexy gak harus berpenampilan layaknya bintang porno. contohnya Virginia Gardner yang berperan menjadi Christina Raskin, adik David. Menurut MKM, dia udah sexy walaupun gak pake baju yang seronok, dan walaupun kebanyakan dia berada di belakang kamera. Tapi buat MKM, cewe ini adalah cewe paling keren di film ini. cewe cantik, kalo bisa dokumentasikan kejadian secara rapi, ke-sexy-an nya nambah 200%

kedua: Kalo mau mengubah masa depan, gak perlu ke masa lalu, lakukan sesuatu dengan masa sekarang mu. Kenapa? karena emang mesin waktu belum ditemukan. kalo pun udah ditemukan, pasti mahal. jadi daripada nungguin mesin waktu yang gak akan pernah kamu bisa pake, mending lakukan sekarang apa yang bisa kamu lakukan.

ketiga: gak semua nerd itu gak keren. Tau nerd kan? orang yang hobinya belajar mulu. Well, mereka punya hobi. sama seperti kamu mungkin yang hobi ngupil. buat mereka sehari tanpa baca buku itu penderitaan. So, mereka juga manusia yang bisa mencintai dan ingin dicintai. Jangan jauhi mereka hanya karena mereka gak asik buat diajak gaul. Asiknya mereka beda aja sama asiknya kalian. coba ajak mereka ngobrol tentang proton atau ectoplasma atau nama latin lainnya, pasti mereka nyambung.

Anyway, buat film ini, MKM kasih 6. Fit to kill your time. gak gitu berat, cukup seru, tapi ya konfliknya gitu-gitu aja. buat yang gak suka film cinta, film ini 50% sci-fi 50% romance. So it is still okay la ya….

Enjoy your holiday fellas…. oiya, itu si Quinn nya nama aslinya Sam Lerner, bukan Lionel Messi. (sumpah, mirip banget)

#ShareTheLove #Shalom1Jiwa

 

She Deserves Better

Hi readers, judulnya kayak alasan tiap cowo kalo ditanya “kenapa kog mutusin pacarmu?” ya gak sih? Padahal itu alesan aja. Biasanya, cowo yang ngomong begitu sebenarnya udah menemukan “a better girl than her” gitu. Jadi cewe-cewe masih mau percaya sama mulut buaya cowo?

tapi sebenarnya kali ini MKM bukan mau ngomongin itu. hari ini MKM mau ngomongin sesuatu bernama keadilan. Pernah ngerasa gak sih kalo dunia ini gak adil? ada cewe cantik, pake banget, pacarannya sama om-om berkumis yang mukanya bopeng-bopeng mesum ceria. inilah saat-saat kita tergoda buat bilang, “She Deserves Better.”

Padahal mungkin itu adalah yang terbaik buat dia. Siapa tau dia emang doyan yang berbulu gitu. siapa tau juga di sekitar dia yang ganteng dan kaya udah abis. jadi tinggal pilih, ganteng kere atau jelek kaya.

sama kasusnya kayak ada orang bekas finalis OSN fisika tapi dia cuma jadi OB. mau berharap apa? dia nuang kopi pake rumus fisika? pasti kita pingin ngomong, “He deserves better”

daripada kita ngomongin orang lain, mending kita ngebahas diri sendiri. pernah gak sih ngebandingin diri kalian sama orang tua kalian. mikir gini, “Papaku keren…. Mama aku hebat…. lah aku….? They deserve better.” coba kalo mereka seide sama pemikiran itu, pasti kamu udah dilelang.

bikin anak itu gampang, nerima anak apa adanya itu sulit. jadi bersyukurlah kalo hari ini orang tuamu masih belum ngebuang kamu.

lagian keadilan kan bukan di tangan kita. apa yang menurut manusia adil, belum tentu adil buat Tuhan. Jangan menghakimi sesamamu.

#Shalom1Jiwa #ShareTheLove

Love is Sacrifice

Some people bother me with “New Year Wish” that they wish to have a girlfriend in New Year Night. This “girlfriend” thing is the same with “New Year Resolution.” What’s the point of having a resolution if you don’t do anything to accomplish it? What’s the point of having a girlfriend in New Year Night if you can’t hold her until the next New Year?

People said that having a girlfriend is pleasing. It is bullshit! Having a girlfriend is suffering! There are some things that you should know before you start a relationship.

First, the key of relationship is understands each other. This law is not parallel with “girls are hard to understand.” They just don’t have patterns. Math is still understandable. In math problem, if you assume x=3, until the end of the problem x will still be 3. But girl is like this:

Boy: “Where do you want to eat?”
Girl: “Up to you.”
Boy: “What about here?”
Girl: “NO! I don’t want to go there!”

(In her first premise, she said that she would accept any answers. But now, she rejects one answer. In math, this girl is not valid.)

Second, the key of relationship is communication. But girls like to shut their mouth. They don’t need any reason to do that. Sometimes they do that to get your attention. Sometimes they do that because they want to. It is like their hobby.

One day, my girl friend locked her mouth because she was upset. Then she was not upset anymore but she still kept silent. She turned out to forget the password of her mouth.

Third, the key of relationship is trust. But you can’t trust girl’s words.

Boy: “Are you okay?”
Girl: “Yeah.”
Boy: “Whats going on?”
Girl:“Nothing.”
Boy: “Can I help you?”
Girl: “No.”
Boy: “Oh okay.”
Girl: “JUST IT?!!! You are so not sensitive!!!! I HATE YOU!!!!”
Boy: “Did I do something wrong?”
Girl: “NOTHING!!!!!”

Otherwise, even you say the truth, girl would not trust your words.

Girl: “Where have you been? You must been outside with another girl.”
Boy: “I stayed at home.”
Girl: “Oh. You were at home with another girl?”
Boy: “No! I was browsing the internet.”
Girl: “Did you chat with another girl?”
Boy: “No! I was watching Naruto!”
Girl: “Oh, now you’re admiring digital girl?”
Boy: “Naruto is a boy!”
Girl: “OMG you are gay!”

So, having a relationship is about sacrifice. It is not easy. But it is love. Love is sacrifice. Like God sacrifice His Son for us because He loves us. Sacrifice is not pleasing, sacrifice is suffering. But Love is beautiful.

#ShareTheLove #Shalom1Jiwa