Tag Archive | Indonesia

Pencemaran Nama Baik

Hi readers, tau Undang-Undang pencemaran nama baik? Ini Undang-Undang yang bikin kalian selalu pikir dua kali buat posting apapun di sosial media.

Undang-Undang ini ngeselin. Ini Undang-undang yang melindungi orang-orang yang over sensitive, yang mestinya orang-orang begini dikucilkan dari masyarakat. Masyarakat jadi gak rileks. Dikit-dikit tersinggung. Padahal yang begini Cuma ada dua kemungkinan, kalau gak orang nyebarin fakta, ya orang becanda. Ya udah kalau kamu merasa dihina, dan itu bukan fakta, anggap aja bercanda. Udah. Hidup ini indah.

Sebenernya banyak pasal, tapi ini salah satunya:

“Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.” (Pasal 315 KUHP)

MKM sampe gak ngerti harus bahas ini dari mana. Intinya, kamu ngatain temenmu, “Anjing lu!” Kamu bisa dipenjara empat bulan. Empat bulan itu satu semester. Gara-gara temenmu yang “anjing” kamu molor lagi kerja skripsi. Kapan lulus?

Tapi damainya murah. cuma 4.500.  Mirip ongkos warnet per jam pada masanya. 4.500 ini buat beli lalapan aja gak cukup lo. Hukum Indonesia aneh. ngebelain harga diri orang sih niatnya. Tapi rupanya harga diri seseorang di mata pemerintah lebih rendah daripada jamur crispy.

Kayaknya sih pasal ini harganya murah cuma 4.500 karena emang gak pernah diamandemen lagi. Dan rasanya bentar lagi dihapus. Gak tau nunggu momen apa. Yang jelas, orang Indonesia udah bisa bedain mana serius mana bercanda. Makian bahkan udah jadi budaya. Coba kalo diberlakukan tegas. Orang Malang semua masuk Penjara.

Masalahnya orang suka banget lapor. Diejek dikit lapor. Sakit hati dikit lapor. Padahal dulu waktu SD kita gak pernah gitu. Waktu SD kalo diejek ya balesnya ngejekin. Dipanggil nama Bapaknya ya bales manggil nama Bapak.

Manggil nama bapak itu seru banget dulu. MKM pernah punya temen namanya Robby. Nah, bapaknya namanya Agus. Ya kami panggil lah dia dengan nama Agus (kadang sampai lupa nama aslinya siapa). Suatu hari kami lagi main PS di rumah si Robby, berlima termasuk MKM. Terus entah siapa yang manggil, tapi ada salah satu dari kami yang teriak keras banget, “Agus!” akhirnya tanpa mengucapkan sepatah katapun kami semua langsung lari keluar dari rumahnya Agus dengan muka merah malu.

Kalo UU pencemaran nama baik itu berlaku buat kami dulu, Cuma gara-gara bilang, “Agus!” ada anak SD dipenjara 4 tahun.

Di pengadilan juga susah, “Saudara Adit, anda saya vonis 4 tahun penjara karena memanggil saudara Robby dengan nama Agus.”

“Tapi dia duluan manggil saya pake nama Yanto.”

Trus Robby nyela, “Loh bapakmu kan namanya Edi.”

“Kan Yanto selingkuhan ibukku. Sapa tau dia juga bapakku.”

Hakimnya nengahin, “Udah dek, bayar 4.500 aja..”

“Duit saya abis om. buat maen PS.”

Menurut MKM yang bikin komedi di Indonesia gak berkembang ya yang begini. Kita gak boleh ngomongin jeleknya orang lain. Gak boleh ngebahas SARA. Padahal SARA itu fakta lo.

Faktanya emang mayoritas orang Batak itu keras. Kecuali Batak salah asuh. Batak salah asuh itu orang Batak, marga Batak, tapi dari kecil di Jawa Tengah atau Jogja. MKM punya temen dari Jogja namanya Putri Nainggolan. Nainggolan itu Batak. Kalo Nainggolan yang asli di Medan sana dipanggil, “cewe.” Pasti jawabnya, “Apa kau!”

Kalo si Nainggolan Jogja ini dipanggil “cewe..” jawabnya, “Opo mas..”

“Mbak, jangan terlalu imut gitu lah.. tak perkosa lo mbak!”

“Mas..” sambil tetep lugu. “tak santet lo.”

Andai komedi sudah ada di kurikulum sekolah. Anak-anak dibiasakan dengan sarkasme, hiperbola dan lain sebagainya. Mungkin gak ada lagi orang-orang yang gampang tersinggung. Andai Habib Rizieq punya hobi nonton stand up comedy, mungkin dia akan lebih woles.

Missal Habib dihina di twitter, “Woi Habib! Lu kekurangan Shampoo ya?”

Habib balesnya woles, “Yang penting gak kurang iman! Lu baca twitter terus, kapan baca Al-Quran?”

Dibales lagi sama yang tadi, “Aku Kristen, Bib!”

Habib malah makin woles, “Hari gini masih Kristen, kapan mau pindah? #BOOOM #burn #AlsoBurnInHell #AkuBukanBibehMu”

22_20150327_061038

(contoh sarkasme dari suara-islam.com)

Ahok gak pernah dituntut karena kata-katanya yang ini. Mungkin yang ditaik’in sama dia beneran taik. Tapi Ahok kemaren kena masalah gara-gara dia nyinggung Al-Quran. Kalo ormas muslim bisa woles, mungkin enak. Ahok bilang di video, “Jangan mau dibohongin pake Al-Maidah ayat 51!!!!” Habib Rizieq CS bales. Bikin vlog sambil bilang, “Jangan mau dibohongin pake semua ayat Alkitab. BOOM!”

Lalu tidak ada yang tersinggung sama video-video tersebut. Andai Indonesia damai gini, pengadilan bakal sepi job. Hakim korup gak tau mau korupsi apalagi. Derajat Hakim sama kayak komika minim job yang baru aja DO dari kampus terus menyibukkan diri ngeblog.

MKM sih gak peduli sama pasal ini. In fact, MKM ingin pasal begini diamandemen. Fitnah bisa dituntut hukum, tapi ngejekin temen? Sarkasme? Komedi? Mereka bukan hal yang harusnya diambil dari kehidupan sosial hanya gara-gara ada yang tersinggung. Kamu tersinggung? tuntut MKM sekarang! Penjarakan MKM! Biar orang-orang tahu betapa konyolnya kamu menuntut hal gak penting begini. Dan biar semua Indonesia tau apa visi MKM terhadap Indonesia yang damai!

MKM gak takut dipenjara btw. Di Penjara kamu dikasih pelatihan kerja. Keluar dari penjara, kamu punya banyak rekomendasi kerja. Baik yang halal maupun yang bisa bikin kamu balik lagi. Tapi seenggaknya lulus langsung kerja adalah sesuatu yang hilang dari MKM. And I will be glad to have it again.

Kita itu sering lupa kalau dari segala macam peraturan, harusnya ada kasih. Kasih mengatasi segala peraturan. Tapi manusia egois, makanya dibikin peraturan. Tapi kalau kamu hidup kaku di bawah peraturan, tanpa kasih, mending kamu berhenti jadi manusia, jadi anjing aja yang patuh sama peluit.

Bolehkah kita percaya pada pemerintah?

Kamu pasti sering dengar kata percaya diri. Kalau hidupmu di kalangan religius, mungkin kamu yang dulunya percaya diri dibilang kafir karena kita harus percaya Tuhan dan bukan pada manusia. Tenang, MKM bukan tipe penulis yang akan mengupas dalam perihal Teosentris dan Antroposentris. Tapi silakan email MKM kalo mau tau tips main Tetris.

Percaya pada pemerintah itu ibarat percaya langit mendung gak akan ujan. Kita lebih percaya pada jas ujan atau payung yang ujung-ujungnya tetap bikin kita basah kalau hujannya lebat. Intinya, apapun yang kita lakukan sebagai warga negara, pemerintah pasti korupsi.

Kita voting tiap 5 tahun sekali cuma buat nentuin pajak kita masuk ke kantong keluarga mafia yang mana.

Indonesia bahagia banget kedatangan Jokowi, Ahok, Ridwan Kamil, dan sejenisnya yang telah mengubah wajah pemerintahan. Sekarang orang Indonesia lebih optimis terhadap pemerintahnya.

Tetapi, menurut MKM, Jokowi baik karena media bikin itu tampak baik. Contoh nih, misalnya Jokowi mau nyekolahin anaknya ke US. Kita akan bilang, “Wah pak Jokowi hebat, peduli sama pendidikan anaknya.” Coba kalo Fadli Zon yang nyekolahin anaknya ke US. Kita akan bilang, “Wah dasar antek asing! Alat Donald Trump! Pergi aja kau sekeluarga, badut deterjen!”

Kita begitu mudah dipermainkan oleh media sehingga kita lupa bahwa semua orang yang duduk di kursi pemerintahan adalah manusia. Tau manusia? Begini nih manusia, MKM tanya ke kalian yang cowo. Kalo kalian cewe, kasih pertanyaan ini ke temen cowo kalian. Kalo ada cewe yang kalian suka, berdua sama kamu, di tempat sepi, tiba-tiba buka baju dan ngajak ML, masih berani bilang, “Aku mau jaga keperawanan kamu” atau sejenisnya? Pasti mau-mau aja kan?

Ada yang bilang enggak? GAY!

Ya itu manusia. Orang di pemerintahan juga sama. Kamu belum pernah ditampar duit satu milyar kan? Pasti belum. Soalnya duit satu milyar itu banyak banget. Minimal ada sepuluh ribu lembar duit seratus ribu. Ini duit, bukan cek atau surat-surat obligasi lain, pasti naruhnya di koper. Jadi kalo kamu pernah ditampar pake koper segede itu, mungkin kamu udah buta dan gak bisa baca ini lagi.

Godaannya gede bro. minimal godaan buat males aja pasti ada. MKM berani bertaruh pasti ada momen di mana Ahok capek ngurusin rakyatnya. Minimal, dia pasti pernah tergoda buat males-malesan di kantor. Jangan bilang enggak. Hati Ahok gak ada yang tau. “Gua uda capek-capek belain elu, elu demo mulu! Mending gua syuting sinetron kayak gubernur provinsi sebelah.”

Sekali lagi, kita dibutakan media. Semua prestasi mereka yang diberitakan cuma yang baik-baik. Orang segaul Ridwan Kamil, dulu waktu SMP pasti pernah nyontek! Pasti! Padahal apa kata guru SMP pada para pencontek, “Kecil-kecil udah nyontek. Gede mau jadi apa kamu? koruptor?”

Sebaliknya, koruptor juga masih punya hati nurani. Bayangin tiap dia mau bayar SPP anaknya, dia harus menyekolahkan anaknya dengan uang haram dengan harapan anaknya bisa berbakti pada bangsa. Kalian gak pernah melihat tangisan hatinya. Gak! kalian gak peduli, kalian Cuma butuh sosok untuk di-Tuhan-kan dan sosok untuk dikambing hitamkan.

Maka untuk menjawab pertanyaan apakah kamu harus percaya pada pemerintah? Ganti aja jadi gini: apakah kamu harus percaya pada manusia lain? Karena pada dasarnya, semua manusia. Kita harus siap kalo suatu saat Ahok benar-benar terbukti salah. Sekali lagi, Ahok bukan Tuhan. Ahok bukan kitab suci yang terbuka lalu berubah layaknya transformer dan jadi manusia. Ahok juga bisa bikin salah, begitu juga Jokowi, Ridwan Kamil, dan Ibu Susi.

Begitu juga semua koruptor yang masih bersemayam di pemerintahan. Pasti ada momen dia mau tobat. Tapi dia gak jadi tobat karena stigma masyarakat sudah terlanjur jelek tentangnya. Korupsi sama aja kayak narkoba. Kita gak bisa judge pelakunya jahat. Yang bisa kita lakukan adalah ngebantu mereka buat gak gitu lagi. Salah satunya dengan gak ngasih kesempatan.

Dan di atas semuanya. Sebenarnya pertanyaannya mengerucut pada, apa yang harus kita lakukan pada sesama manusia? Kasihi mereka semua.

 

Politik Tai Kucing

Di tempat kuliah MKM yang lama, ada satu bak pasir yang sebenarnya itu hiasan taman, tapi banyak kucing liar yang memakai itu sebagai toilet umum. MKM yakin itu toilet umum soalnya di pojokan ada kucing besar yang jaga. Yang mau lewat kudu ngasi tulang ikan dulu.

Tapi emang bak pasir ini cozy banget buat kucing-kucing itu. Mereka bisa langsung mengubur tainya di dalam pasir. Bahagia buat kucing sesederhana itu. Manusia aja yang ribet.

Begitu juga orang berpolitik. Gak mungkin orang gak punya salah. Tapi dalam berpolitik, di manapun, ini masalah bagaimana kamu mengubur kesalahanmu itu. Oh satu lagi, bagaimana kamu mencari salahnya lawanmu lalu menunjukkan salah itu ke masyarakat.

Hari ini 4 November. Kalo jadi hari ini mau ada demo besar-besaran. Ada sekumpulan orang yang gak suka sama Ahok. Ada juga sekumpulan orang yang gak suka sama orang yang gak suka Ahok. Satu hal yang pasti, Soekarno menegakkan bangsa ini dengan sila ketiganya bukan untuk kejadian memalukan seperti hari ini.

Kalian tahu kenapa ini terjadi? Karena orang buta dan berhenti toleransi. Orang lupa kalau setiap orang pasti ngeluarin Tai. Setiap orang pasti punya salah. Ahok juga. Kalo FPI dkk sadar, maka mereka akan mudah menerima permintaan maaf Ahok. Kalo pengikut Ahok sadar bahwa Ahok juga manusia yang berdosa, mereka akan membiarkan saja Ahok bertanggung jawab atas kata-katanya yang kurang hati-hati itu.

MKM jujur gak suka sama orang yang terlalu mendewakan Ahok. Mau bukti? Skarang kita bandingkan Ahok sama Hari Tanoe. Coba kalo Hari Tanoe yang ngomong nyinggung Al-Quran. Gak akan heboh. Soalnya ini Hari Tanoe, dia bukan siapa-siapa. Dia gak didukung. Padahal dia Kristen, Cina, tapi gak akan seheboh Ahok. Ahok heboh karena baik pro atau kontranya dia sama-sama buta.

Ya gak semua sih. Tapi mostly gitu.

Hari ini ada sekumpulan orang Kristen yang berdoa biar Jakarta hujan lebat. Jahat gak? Cuma buat ngebelain satu orang, mereka mengambil resiko orang-orang gak bersalah kebanjiran. Dikata zaman nabi Musa, cuma ngetokin kayu airnya pergi?

Intinya sekarang semua saling ngomporin. Buat orang-orang yang bikin hestek #IndonesiaSatu atau #JihadGuaKerja, kalian gak sadar kalau secara tidak langsung kalian anti sama orang-orang yang besok demo. MKM bilang, biarin aja mereka demo. Itu hak mereka. Toh juga ada polisi yang siap nembak mereka kalo mereka anarki. Mereka bisa apa? Lempar sorban? Yang kalian lakukan tidak lebih dari memecah Indonesia. Karena KTP mereka juga masih KTP Indonesia. Seradikal apapun mereka sama Islam, mereka masih saudara kita seibu pertiwi.

Dan kalau kalian Kristen, inget, Kristen juga ada aliran radikalnya.

Paling benci sama orang yang majang foto Ahok disandingin sama Yesus. Yakin Ahok suci? Kalopun iya, yakin Ahok bakal suci selamanya? Sejarah membuktikan Raja Salomo cuma bagus di awalnya doang. Setelah terlena dengan jabatannya, dia jadi mengecewakan Tuhan.

Lagian, masih ada lo orang yang pajang foto Ahok sama Yesus tapi sewot kalo ada orang yang pajang foto Bunda Maria.

Kalo kalian mau Ahok tetap bersih, menurut MKM yang harus kalian lakukan justru mengamini semua kesalahan Ahok. Kalian harus curiga sama Ahok. Rekam terus kerjanya. Cara paling baik membuktikan yang kamu percaya benar adalah mencari semua bukti yang membuktikan kalau yang kamu percaya adalah salah. Secara matematika disebut pembuktian dengan kontradiksi.

Sekarang, semua kecurigaan ditumpahkan ke lawannya Ahok. Kalian yakin ini bukan ulah kubu Ahok? Mereka sengaja cari masalah, bikin FPI demo untuk semakin narik simpati rakyat. Logikanya, bangsa bisa bersatu karena punya common enemy kan?

Atas dasar itulah MKM lebih percaya Hari Tanoe daripada Ahok. Bukan karena Kristen atau Cina. Tapi gini, Hari Tanoe ini udah punya TV sendiri. Bininya juga cantik. Kurang apa hidupnya dia? Ngapain cina satu ini ikut2 politik?

Ya alasannya cuma satu. Dia mau memperbaiki Indonesia. Dan dia gak keburu-buru mau jadi presiden. Lihat strategi politiknya. Penonton “anak jalanan” mostly anak kecil. Ia menyiapkan pemilih-pemilih masa depan. 10 tahun lagi akan banyak pemilih yang mikir, “gua utang budi sama Hari Tanoe, tanpa dia, aku tak akan tau apa itu persahabatan dan cinta.”

Dengan niatnya Hari Tanoe yang segede itu, apa yang kita lakukan sama dia? Ngejekin Mars Perindo yang maknanya dalem banget itu. Padahal Mars Perindo itu keren! Walaupun masih kalah catchy sama lagunya mastin.

Ayo dukung Perindo! Hari Tanoe ini ikhlas bangun negara, cuma dia gak tau gimana caranya.

Cara paling mudah memulai toleransi adalah dengan buka mata, buka telinga, dan buka hati. Sadar kalau yang berada di tengah-tengah Pancasila adalah Bintang yang artinya Tuhan Yang Maha Esa, bukan Habib, bukan Ahok, bukan gambar kuda yang ada Jokowinya terus dinyinyir SBY.

Maka hal yang bisa kita lakukan hari ini adalah stop provokasi (dari kedua belah pihak). I am talking to you Blind Christians. Biasa aja. Bangsa ini terlalu mudah buat dikomporin. MKM juga. Buktinya MKM terbakar juga karena kemunafikan orang-orang dan akhirnya harus bikin artikel ini. Capek punya masyarakat yang orang-orangnya mudah terpengaruh sama ide orang lain, lalu terbakar. Masalahnya yang kalian bakar ini tai kucing. Baunya gak enak.

Politik tai kucing. Gak ada kucing yang gali tai temennya, terus marah-marah karena tainya lebih banyak satu gram. Kucing hidup damai walaupun tau temen-temennya tainya banyak. Kucing tetep bisa kawin tiap hari. Bahagia kucing sederhana. Manusia aja yang ribet.

A (hopefully funny) Reflection of Education in Indonesia

Hi readers,

My seniors just came home from their internship. They were having internship in all around Indonesia. What kind of internship? Teaching, of course! Not selling Hotdog or Kebab.

I got a lot of story from them. They were enjoying it. Some of my seniors even get fat, including the one who got malaria in Papua. He is my close friend. The others ate local foods and got fat, but this friend of mine got some infusion and he also got fat. So, if you are skinny and you want to be fat as quick as possible, DRINK INFUSION. It has been proven.

Anyway. Now I don’t want to talk about food. I want to talk about the education. I have stated this idea last year in my faculty. But now, I want to share it with you. My main idea: No matter where the school is, whether at the city or in a remote area, Indonesia’s education need to be fixed.

In remote area:
The problems are obvious. But still I want to share it with you. First of all, the nature. Some school is hard to reach because there is no proper road to get there. Some of my seniors even had to come back earlier because smoke condition in Sumatra. For weeks they have to teach while wearing mask. Can you imagine you are thought by Darth Vader?

darth

“ssshhh….. I am your teacher…. shhhh….” *turning on the lightsaber

“NOOOOOO”

Second problem is the learning motivation. In some area, students just don’t realize the importance of education. If we, as teacher ask, “Why do you go to school?” They will be like, “I… I don’t know… you tell me..” Then we ask their parents, “Why do you send your kids to our school?” They will be like, “I… I don’t know… you tell me.” “If you don’t know, don’t send your kids here!” “And who’s gonna pay you?”

(well, they nailed it)

But the thing is, they don’t realize the importance of education. They don’t know that if they don’t go to school, they can’t be developed. Some parents even dare to threat the school if they don’t pass the students. Parents in some area will be like, “If my son cannot pass your test, you cannot pass my judgement!” *turning on the lightsaber

In City:
The problem is different. We are facing post-modernism. Indonesian culture is being threatened by this ideology. We lost our culture, our Pancasila. For example, a lot of high school students had have free sex. This is wrong. I don’t care whether it is free or paid sex! as long as it is outside marriage, I am opposing it!

Addiction is a great enemy of education. S.A.D can lead you to addiction. you know S.A.D right? Sex, Alcohol, and Dota.

Addiction has no grey area. It is whether you are addicted, or you don’t do it at all. So it is a duty for teacher to prevent that happen to the students. And remember, addiction is only one of problems.

Well…..

Being a teacher is hard. Be grateful for your teacher. Pray for them. And for teachers, let us teach more. Not only to make them better, but to glorify God. HAPPY NATIONAL TEACHERS’ DAY

 

#ShareTheLove #Shalom1Jiwa

Nama Anak kog Coba-coba

Hi readers. Pernah ada gak sih nama temen kalian yang sulit banget disebut? Contoh: yang huruf konsonan semua, wfghsssss. ada?

MKM sendiri sedih sama nama MKM. Adit itu nama yang pasaran banget. Kalian pasti minimal punya satu temen yang namanya Adit. waktu SMA, nama Adit di satu angkatan itu ada 7 anak. Bisa bayangin kan betapa lucunya MKM waktu itu?

Gini, namain anak adalah karya seni yang bebas dari orang tua. Orang tua terserah mau ngasih nama anaknya apa. Mau dikasih nama nabi, setan, Tuhan, terserah! Karena sesungguhnya nama adalah doa. MKM pernah liat ada orang namanya sayton. Ini harapan orang tuanya apa coba? “Walaupun anakku nanti murtad, seenggaknya dia bisa punya posisi di neraka.” gitu?

MKM sendiri punya temen kamar namanya Harapan. Bagus sih, tapi sebel kalo jadi temen kamarnya. Misal ada tamu nyariin dia, “Kak, ada Harapan?” dan si tamu itu tanya dengan menatap mata MKM dengan sungguh-sungguh. MKM jawab aja, “Gak! Saya gak ada harapan! putus asa!”

Di asrama MKM emang nama anaknya lucu-lucu. Ada yang namanya Damai, Jernih, Bersyukur! Lama-lama nanti akan ada anak namanya Sukacita. Jadi kalau nyari dia di kamar, “Kak, ada Sukacita?” Trus yang di kamar jawab, “Haleluya!” Udah kayak ibadah gereja sebelah ya….

Yang paling ngeselin kalo nanti ada anak namanya Apa. jadi kalo nyari dia di kamar, “Kak, ada Apa?” trus dijawab, “Ya kamu yang ada apa!!!?? ngapain masuk-masuk kamar orang!!!”

menurut MKM, Di dalam nama, harus ada doa dari orang tua, bakal jadi anak kayak gimana. Misalnya Orang tua mau punya anak rendah hati. Biar keren, dikasih nama dari bahasa asing yang menandakan rendah hati. Oryza Sativa

Nama itu dibuat kalau emang gak ada doanya, minimal ada fungsinya lah. Contoh, jadi pengingat pin ATM. Jadi waktu mau ngambil duit, lupa pin, tanya anaknya, “Nak, namamu siapa?” “777*** pah…” “OH.. OKE!”

Selain itu, orang suka namain anaknya dari nama tokoh yang ada di film-film. Kan kasian anaknya. Pasti akan jadi awkward banget kalo anak yang namanya Naruto, harus sekelas sama anak yang namanya Sasuke. Kalo yang lain mau minjem tip ex santai, “bro, gua pinjem ye…” ini enggak nyantai! “SASUUKEEE!!! TIP EX YEEEE!!!! DATTEBAYOU!” trus sasuke jawab, “NARUUUTOOOO!!! IYAAAA!!!” pasti awkward.

Well. Jangan aneh-aneh kalo ngasih nama, kasihan gurunya. Misalnya nama anaknya SOETANEXAZ (bebas aja). Trus gurunya ngabsen, “Sutaneksas….” “Pak, itu bacanya tetep SOE pak…” “Hmm.. oke.. Soetan…” “Pak… tan nya itu dibaca taen…. kayak bahasa inggris gitu.” “Iya deh… Soetaeneksas.” “Pak.. X nya harus hampir gak kebaca pak. mirip H gitu…” “AHHH BODO AMAT LAH!!! SETAN ALAS!!!”

gara-gara nama ribet, ada guru yang bisa dipecat lo… Ayo selamatkan pendidikan Indonesia. Mari rajin membaca.

#Shalom1Jiwa #ShareTheLove