Perspektif Kontraproduktif eps.1 – Jangan Sampai Terlambat Masuk Kelas

Kalau kenakalan diukur dari seberapa sering seseorang menantang aturan, maka anak paling nakal ada di antara anak-anak asrama. Dengan aturan asrama yang seketat itu, pilihannya hanya dua: hidup seperti robot yang tak melawan, atau nakal tipis-tipis sambil menjaga kewarasan. Pagi itu, di kamar asrama, Adit berusaha membangunkan Danu, “Nu. Bangun nu.” Danu membuka matanya yang … More Perspektif Kontraproduktif eps.1 – Jangan Sampai Terlambat Masuk Kelas

Cerpen: Ibu

Ben menekan handphone-nya dengan geram. Ia sungguh marah pada ayahnya. Ibunya, yang selama ini ia puja sebagai penyelamat, teladan, dan inspirasi, yang selalu diceritakan sang Ayah telah meninggal saat melahirkan Ben, rupanya masih hidup. Baru saja Ben tak sengaja bertemu dengan seorang wanita yang secara fisik dan sejarah, mirip dengan ibunya. Telepon tersambung “Daddy! Jawab! … More Cerpen: Ibu

Cerpen – Selingkuh Hati

Tidak ada yang bisa menutupi senyuman insan yang sedang jatuh cinta. Itulah mengapa Karina memilih untuk berhenti menutupi wajahnya dengan buku menu, lalu menunjukkan senyumannya pada pria itu. “Ini hanya ngobrol antar teman.” Katanya pada diri sendiri untuk menenangkan hatinya. Tidak ada hubungan yang khusus di antara mereka. Itulah yang diyakini Karina walaupun matanya berbinar … More Cerpen – Selingkuh Hati

Mawar di Hari Senin (Cerpen)

Wanita itu terpaku sejenak di depan meja kantornya. Di sana terpampang sebuah kalender yang menunjukkan kalau hari ini adalah hari senin. Di sebelah kalender itu ada komputer yang masih belum menyala. Di sekitarnya juga ada beberapa fotonya bersama teman-temannya. Namun itu tidak aneh. Yang janggal adalah, lagi-lagi, setangkai mawar tergeletak di meja itu diiringi kertas … More Mawar di Hari Senin (Cerpen)