Tag Archive | Ayah

Cerpen: Ibu

Ben menekan handphone-nya dengan geram. Ia sungguh marah pada ayahnya. Ibunya, yang selama ini ia puja sebagai penyelamat, teladan, dan inspirasi, yang selalu diceritakan sang Ayah telah meninggal saat melahirkan Ben, rupanya masih hidup. Baru saja Ben tak sengaja bertemu dengan seorang wanita yang secara fisik dan sejarah, mirip dengan ibunya.

Telepon tersambung “Daddy! Jawab! Jelaskan! Ben baru aja bertemu… orang yang… mirip… bukan.. Ben baru aja bertemu.. Mommy! Mommy? Mommy Sheila yang selalu Daddy ceritakan! Kog bisa…” Ia secara tak tenang mondar-mandir di kamar kosnya. Air mata keluar membasahi pipi Ben. Akhirnya ia terduduk di kasurnya.

Sang Ayah di ujung sana juga menangis, “Jadi kamu bertemu Sheila? Apa kabar dia? Sehat?”

“Siapa dia, Daddy?”

Di dalam rumah, sang Ayah mencoba meraih satu pigura kecil di atas meja yang berisi foto Sheila, wanita yang mereka permasalahkan. Ia duduk lalu berkata pada anaknya di telepon, “Dia… Ah. Daddy tidak ingin membicarakannya di telepon. Kita bicarakan minggu depan aja waktu kamu pulang, ya?”

Ben semakin marah. Ia membentak ayahnya, “Tidak Daddy! Jelaskan sekarang! Ben marah!”

“Ya udah. Ben. Daddy cerita, tapi Ben harus siap terima kenyataannya ya.”

Ben diam saja. Menunggu pertanyaannya dijawab.

Daddy sebenarnya mau nunggu Ben sudah lebih dewasa. Tapi karena sudah ketahuan, ya apa boleh buat. So, Ben, you were adopted.

Ben yang semula duduk, kini membaringkan tubuhnya di kasur sambil tetap menempelkan handphonenya ke telinga. “I was adopted?” tanya Ben pada suara ayahnya yang semakin mengecil karena rasa bersalah.

“Ya. Daddy ambil kamu dari panti asuhan. Tidak ada yang tahu siapa dan di mana orang tua kamu yang asli. Pertama kali Daddy lihat bayi kamu…..”

“Tapi Daddy,” Ben menyela “Siapa Sheila?”

I am sorry. Tapi dia bukan mommy kamu.”

Kata-kata itu begitu menusuk Ben. Sejenak ia meletakkan handphonenya di samping kepalanya. Ia menangis. Segera ia mencerna semua yang terjadi lalu mengusap air matanya.

Bagi Ben, sosok Sheila adalah segalanya. Cerita-cerita tentang Sheila yang sering dicerittakan oleh ayahnya adalah inspirasi untuk Ben. Cerita favorit Ben adalah ketika Sheila memilih untuk meninggalkan keluarga demi meneruskan studinya ke luar negeri.

Kini terbayang di kepala Ben, sang ayah di rumahnya yang sederhana, yang penuh dengan foto Sheila di tembok-temboknya. Ben mengambil handphonenya lalu bertanya, “Daddy, daddy, jadi Sheila tidak pernah jadi bagian keluarga kita?”

Sang Ayah segera menjawab, “Waktu daddy mengadopsi kamu. daddy sadar kamu butuh figur seorang ibu. Daddy tidak punya istri. Tapi daddy tahu satu orang wanita yang bisa kamu idolakan….”

Lagi-lagi Ben menyela, “Tapi semua itu bohong!”

“Satu-satunya kebohongan adalah bahwa dia mommy kamu! Semua cerita daddy tentang perjuangan hidup Sheila adalah kenyataan!” Jawab sang Ayah.

“Lalu Sheila ini siapa?”

“Sheila adalah……” Sang Ayah terdiam sejenak lalu mengurangi volume bicaranya. “Sheila adalah wanita yang daddy sayangi”

Ben menjadi lebih geram dari sebelumnya. “Haruskah Daddy melakukan kebohongan ini? Apakah daddy mengerti perasaan Ben? Ben yang selama sembilan belas tahun hidup selalu mendambakan sosok mommy. Ben yang hidup dari percaya bahwa ada mommy yang mendoakan Ben dari surga. Ben yang kini harus menghadapi kenyataan bahwa mommy Sheila masih hidup, dan ternyata bukan mommy-nya Ben sama sekali, karena semuanya hanyalah imajinasi fiktif dari…”

“Itu bukan fiktif!”

Daddy egois! Kalau daddy pikir ini semua karena daddy sayang sama Sheila, daddy salah. Daddy cuma kesal karena tidak bisa mendapatkan Sheila, lalu menjadikan Ben yang tidak tahu apa-apa untuk hidup dalam ilusi daddy bahwa daddy bisa menikah sama Sheila!”

“Sudah daddy bilang! Ini bukan demi daddy, tapi demi kamu! Daddy ingin kamu punya orang tua yang bisa kamu idolakan. Daddy sadar, daddy ini cuma laki-laki sampah yang tidak bisa dibanggakan. Daddy…

Enough Dad! Ben tidak pernah menganggap daddy sampah. Sebelum hari ini, Ben selalu bangga sama daddy. Tapi…”

Kedua orang itu menangis di tempat yang berbeda. Wajah Ben sudah memerah dipenuhi air mata kemarahan dan kebingungan. Sedangkan sang Ayah terduduk di kursi sambil memegangi kepalanya.

Ben berkata, “I hate you, dad.” Lalu sambungan telepon terputus.

Sang ayah membanting pigura berisi foto Sheila ke tembok. Pigura itu pecah. Bantingan itu menyebabkan cat tembok itu terkelupas sedikit. Di atas bekas bantingan itu, tergantung foto ukuran jumbo, Ben dan sang Ayah.

Sedangkan Ben di kamarnya sedang melihat daftar kontak di handphone-nya. Sambil menahan amarah, dilihatnya satu nama pada daftar kontak itu:

Sheila

Sejenak Ben terpikir untuk menelepon wanita itu. Namun belum sempat ia menekan tombol “panggil”, Ben memilih untuk mematikan handphone-nya dan tidur.

 

 

Broken Home

Hi readers, entah kenapa makin kemari, MKM makin banyak menjumpai anak broken home. Berasa kayak kebutuhan eksistensi gitu. “Wah, aku kurang ngeksis nih di khalayak ramai. Aku harus bikin sensasi. Ngaku2 broken home ah…”

Tapi ada juga yang beneran broken home. Menurut MKM, yang namanya Broken Home ini kayak lingkaran setan tau gak? Anak broken home, hidupnya gak karuan. Ketemu ama orang yang gak karuan juga, menjalin rumah tangga (sengaja atau gak sengaja), trus keluarganya gak karuan. Dari keluarga begitu, lahirlah bocah broken home lagi. Gitu terus sampe Sule reinkarnasi jadi doraemon.

Tapi apa sih broken home? Rumah tangga seperti apa yang layak dikatakan broken home. Menurut MKM, sebuah rumah tangga akan menjadi broken home bila ada salah satu fungsi keluarga yang tidak berjalan. Misal, ada salah satu anggota keluarga meninggal, perceraian, istri mogok masak, suami mogok kerja, anak mogok skripsi.

Anak-anak yang dihasilkan oleh keluarga macam ini akan menjadi anak-anak yang kekurangan kasih sayang. Terus, mereka lari ke pergaulan bebas. Free sex udah jadi bagian dari tren masa kini. Dari mulai yang di hotel, di kosan, sampe yang di semak-semak. Yang di semak-semak pun gak mau tampak hina. Waktu ditanya, “Kog hina banget sih di semak-semak?” mereka jawab, “Kamu pikir dulu Adam sama Hawa beginian di mana? Gua cuma menuruti teladan Nabi!” Kafir memang!

Menurut MKM, ada cara simple untuk mengurangi jumlah free sex di Indonesia. Pindahkan letak kondom di alfamart dari dekat meja kasir, jadi di etalase belakang kasir. Jadi yang mau beli harus bilang, “Mas, kondom dong…” Kan pasti malu. minimal dia akan bisik-bisik. Kalo udah gitu, kasirnya aja yang teriak, “APA MAS? KONDOM!? Ciee…. mau make cewenya….”

Keluarga MKM broken home juga. Ayah-Ibu udah cerai. Adik MKM satunya berandalan, satunya ubur-ubur. Aneh lah. Jadi kalo Santa Klaus beneran ada, MKM gak mau minta aneh-aneh buat natal. Cukup kumpulkan kami berlima jadi satu buat natal bersama. Kalo gak bisa ya… minimal bawa lah salah satu adik MKM ke kutub utara biar gak nyusahin di sini. Perbudak aja, suruh ngurusin rusa.

Emang sih gak ada keluarga yang sempurna. Pasti ada kurangnya. Tapi kalo kurangnya banyak banget, itu artinya waktu masih muda, ada yang salah pilih. Makanya, pacaran itu beneran diliat, apa dia bener-bener cocok jadi pendamping kalian, jangan asal cinta. Itu sama aja kayak kalian mentang-mentang kaya, kalian ngasih makan peliharaan kalian ayam goreng KFC. Padahal peliharaan kalian itu, ayam. Dia makan sambil ngomong dalam hati, “Bundo…”

Tapi di atas segalanya, yang paling penting adalah rasa syukur. Saat kalian sudah bisa mensyukuri keadaan keluarga kalian sekarang, gak ada lagi namanya broken home. Yang ada hanyalah home. Kalian tidak sendiri. Ayo barisan anak-anak broken home, mari kita syukuri keadaan keluarga kita. Kondisi itulah yang membuat kita sekuat sekarang.

#ShareTheLove #Shalom1Jiwa

Keluarga Blasteran

Apa itu keluarga blasteran? Itu kalau papa kamu monyet, dan ibu kamu gurita, mereka menikah dan lahir kamu (MKM gak tau bagaimana caranya atau kenapa bisa fertil), dan kamu merasa ras-mu tidak ada di dalam list ras yang ada di dunia (sehingga kamu gak bisa dibully). Itu dia.

MKM adalah blasteran Belanda-Jawa-Cina. Itu membuat MKM super tampan. Smart seperti orang Belanda, Sopan seperti orang Jawa, dan Sipit seperti orang cina.

Orang tua MKM 100% cina. Papa MKM Huawei, Mama MKM Nexian. Marga MKM adalah Yong Ma.

Kenapa MKM yakin bahwa MKM adalah blasteran Belanda-Jawa-Cina? Karena MKM putih dan agak sipit kayak orang cina, Si Naruto (adik MKM) hitam manis seperti orang jawa, si ubur-ubur (adik MKM yang lainnya) rambutnya pirang seperti orang Belanda. Jadi daripada bilang kalau kami anak hasil perselingkuhan, mending bilang kami blasteran.

Sebagai keluarga blasteran, MKM curiga jangan-jangan MKM adalah korban dari inkulturasi budaya yang berlebihan. Orang jawa punya adat untuk menguburkan ari-ari saat bayi lahir. MKM curiga jangan-jangan ari-ari MKM gak dikubur, tapi digoreng. Jadi hari itu, keluarga gak perlu beli lauk. Keuangan keluarga terbantu. Gizi tercukupi.

Satu-satunya kesaksian masa kecil dari tetangga MKM adalah: katanya dulu mama waktu hamil MKM ngidam baca buku. Mereka pikir MKM akan jadi anak yang rajin. Mereka salah! Mereka gak tau judul buku yang mama MKM baca. Judulnya: Wiro Sableng. Ya pantes aja sekarang MKM jadi gendeng.

Tapi sayangnya, semangat dagang cina tidak menurun di keluarga MKM. Padahal kan seru. MKM  bisa jualan kucing-kucingan pembawa hoki, tapi pake blangkon, pake baju timnas belanda.

Timnas sepak bola belanda itu salah satu timnas yang patut ditiru. Timnas belanda emang gak begitu terkenal pemainnya tapi mainnya bagus.Gak kayak inggris, terkenal semua tapi jarang bisa main bagus. Apalagi Indonesia, main bagus sedikit udah jadi iklan sosis.

Pesan moral: Rajin olah raga agar kamu bisa masuk tivi sebagai iklan sosis. Demi Indonesia Berprestasi 2014! Shalom Satu Jiwa

MKM dan Arema

Keluarga memegang peran penting dalam pendidikan anak. Banyak keluarga menanamkan nilai moral dan keagamaan pada anaknya sejak kecil. Namun apa yang ditanamkan keluarga MKM sejak kecil? Yang mereka (ayah MKM terutama) tanamkan adalah semangat Arema.

Arema adalah sebuah klub sepak bola asal Kota Malang. Penduduk kota Malang juga menyebut diri mereka Arema (Arek Malang). Penduduk Kota Malang sangat bangga dengan nama Arema. Bahkan bila di kota lain, jersey klub sepak bola hanya sebagai koleksi, di Malang itu sudah menjadi tradisi (setiap orang minimal punya satu).

Doktrin Arema sudah melekat pada darah MKM sejak kecil. Ayah MKM yang merupakan salah satu pendiri Aremania Kediri selalu menekankan pada MKM untuk tidak menjadi seperti Bonek. Bonek adalah sebutan bagi pendukung Persebaya (klub sepak bola asal Kota Surabaya). Keluarga MKM mengajarkan bahwa Bonek sesuai dengan namanya (Bondho Nekad), adalah orang2 tak bertanggung jawab yang bisanya cuma bikin rusuh tanpa mikir.

Maka dari kecil MKM sudah di-Doktrin dengan kata2 seperti ini, “Kalau nanti cari teman, jangan Bonek ya nak…” atau “Ntar kalau punya pacar, tapi Bonek, segera putus ya… jangan mau pacaran sama Bonek.” Dan setiap kali lihat berita tawuran selalu kata2 ini yang muncul, “Itu pasti yang mulai orang pake baju ijo dan ada gambar buayanya (simbol Bonek). Trus setelah mulai tawuran, dia pergi pake mobil ijo Plat L, sambil tangannya keluar dari jendela, ngerokok, trus senyum troll face.”

Namun bukan berarti keluarga MKM mengajarkan kekerasan dan kebencian pada MKM. MKM hanya diajarkan untuk memilih teman yang tepat dalam bergaul (itu sih alibi mereka). Dan MKM tetap diajarkan tentang cinta kasih. Pesan ayah MKM, “Jadilah pembawa damai di mana pun kamu berada (bukan karena Tuhan Yesus memberi teladan demikian, tapi) karena Arema cinta damai.”

Keluarga MKM

Oke, MKM lagi pingin cerita tentang keluarga MKM. Keluarga MKM bukanlah tipe keluarga yang bahagia (yang tiap sore ada adegan makan bareng dll). Keluarga MKM terdiri dari orang2 gak jelas yang tidak dekat satu dengan yang lain.

Ayah MKM adalah seorang karyawan swasta biasa (brangkat jam 8 pulang jam 5). Bertubuh besar (kalo dibilang gendut kan frontal), berkulit hitam, dan berperangai kasar (mirip shrek warna hitam). Suka bercanda (walau kadang jayus), tapi tegas pada anak2nya.

Pernah sekali MKM melihat foto2 ayah saat masih SMA. Berandalan banget. Ya ada kerennya dikit sih (beda dari yang sekarang). Gak heran kalau dulu ada yang mau bunuh diri gara2 putus dari ayah MKM.

Ibu MKM gak jelas pekerjaannya apa. Dulu dia ngajar bahasa Inggris (tapi tetep aja anaknya gak bisa bahasa Inggris), sekarang gak tau kerja apa. Kata orang dia cantik, tapi MKM gak percaya. Bagi MKM dia cuma ibu2 biasa (yang tukang gosip dan pipinya berlemak), yang selalu ngedumel gak penting.

Banyak orang bilang MKM mirip ibunya. Itu bullshit. Muka MKM ama ibu MKM itu beda. Dan muka MKM lebih boros daripada muka Ibu MKM. (Karena itulah sampai hari ini Ibu MKM gak percaya MKM bisa punya pacar)

adik MKM yang paling tua kita sebut saja Naruto (tokoh ninja dari komik jepang). Kenapa harus Naruto? karena dia kecil dan punya semangat juang tinggi (plus dia punya hobi lompat2 atap kayak Naruto). Kehebatan Naruto dalam melompati atap dan pagar tak perlu dipertanyakan. Naruto pernah kabur dari rumah yang sudah dikunci rapat dengan cara melewati atap dan turun di rumah tetangga.

MKM dan Naruto memang sama2 menyebalkan. Tetapi laki2 yang masih kelas 5 SD ini lebih kurang ajar daripada MKM. Sebulan sekali orang tua MKM harus menghadap kepala sekolah hanya untuk mengurusi kasus yang dibuat Naruto. Walau Naruto nakal, sebenarnya ia berbakat. Sayangnya potensinya belum tergali dengan baik.

adik MKM yang paling kecil (kalo gak salah kelas 3 SD), cewe bernama Aurelia (ini nama sebenarnya). Pemberian nama yang tidak ditanyakan pada MKM ini membuat MKM sedih. Aurelia itu adalah jenis ubur2. Dan Ibu MKM dengan santainya memberi nama anaknya senama dengan ubur2.

jadi di blog ini kita panggil saja dia ubur2. Ubur2 adalah anak yang cengeng. dikit2 nangis (padahal dia belum M). MKM gak sanggup membayangkan si ubur2 5 tahun lagi, bertumbuh menjadi anak SMP yang alay (yang kalo PMS mengerikan). semoga MKM masih sanggup mengakui dia sebagai adik.

itulah sekilas keluarga MKM. MKM gak ada ide mau ditutup dengan apa paragraf2 ini. yang jelas, walau absurd, MKM bersyukur punya keluarga seperti ini.