Archive | Hal-Hal Absurd RSS for this section

Moving On

Hi readers, gagal ginjal sudah ada obatnya, tapi gagal move on masih saja jadi penyakit. Patah hati memang bisa bikin orang sakit psikosomatis. Inilah kenapa orang takut jatuh cinta. Orang takut gak bisa move on.

Buat kalian yang pingin move on, hal pertama yang harus kalian sadari adalah, kalian gak sendirian. Maksud MKM di sini adalah, sebagian besar manusia di dunia ini, tepat ketika kalian baca kalimat ini, mereka juga sedang berusaha move on dari sesuatu. Entah itu kehilangan orang yang disayangi, kehilangan pekerjaan, atau kehilangan arah.

Tapi apakah penyebab gagal move on adalah kehilangan? Ataukah justru penyebabnya adalah jatuh cinta? Yang jelas, kita sepakati dulu bahwa semua orang pernah jatuh cinta. Dan semua orang detik ini juga sedang jatuh cinta, pada apapun.

Setiap jatuh cinta adalah indah. Sayangnya, apapun yang kau temukan di dunia ini, suatu saat akan hilang. Entah hilang secara alami, atau memang kau ditinggalkan tanpa alasan yang bisa kau pahami. Maka mulailah langkah move on mu dengan memaafkan dirimu yang telah jatuh cinta, pada apapun.

Sebab jatuh cinta adalah normal. Dan setiap manusia pasti jatuh cinta. Mungkin jika diberi 10 kali percobaan mengulang waktu. Kamu juga akan tetap 10 kali jatuh cinta pada tempat yang sama.

Sekali lagi, ampunilah dirimu yang telah jatuh cinta. Pada waktu itu, dirimu yang lalu tak bisa berdiskusi dengan dirimu yang sekarang tentang langkah yang harus kamu ambil. Jatuh cintamu waktu itu adalah keputusan terindah yang kau buat waktu itu. Akui saja, waktu itu kamu bahagia.

Maafkan dirimu yang telah jatuh cinta, lalu carilah pelukan. Bukan untuk menikmati pelukannya. Namun agar kau sadar bahwa senyaman apapun pelukan yang diberikan oleh siapapun, pelukan itu berhenti dan harus kau lepas. Semua yang dimulai haruslah berhenti, baik-baik, atau dengan alasan yang tak bisa kau terima.

Tuhan memberikanmu cukup, bukan lebih, bukan kurang. Cukup. Cukup kehangatan dari pelukan yang harus berhenti. Cukup tenaga untuk berlari. Cukup waktu untuk bersedih. Cukup. Cukup kekuatan lagi untuk kembali berdiri.

Dan kembali pada langkah pertama. Ketika kau berdiri, ingatlah kau tak mencoba berdiri sendiri. Banyak orang juga ingin berdiri.

Sesungguhnya hal terbaik yang dapat diberi oleh orang-orang yang patah hati adalah keikhlasan mereka menolong orang lain. Sebab siapapun yang patah hati, siapapun yang sedang terjatuh, berhak untuk tidak sendiri.

Pentol Korea

Hi readers, sampe sekarang Habib Rizieq belum diadili. Tapi menurut MKM, itu gak urgent. Yang urgent adalah mengadili pembuat Pentol Korea. Di Malang ada jajanan baru bernama Pentol Korea. Pentol ini kenapa harus namanya Pentol Korea? Apakah saat beli, kita harus panggil mamangnya tidak lagi dengan “bang”, “mas”, atau “lek”, tapi dengan panggilan “oppa”

“Oppa! Beli Pentol Oppa! Banyakin micinnya oppa!”

Sungguh tidak pantas penjual pentol dipanggil Oppa. Tapi jika benar ada pentol di Korea, maka memanggil penjual pentol di korea dengan panggilan Oppa jadi sah-sah saja. memanggil oppa tidak cocok karena dia orang Indonesia.

Sama halnya orang Kristen tidak cocok masuk surga secara hukum islam. Orang Islam juga tidak cocok masuk surga menurut ajaran Kristen. Mungkin memang tidak ada orang yang cocok masuk surga. Kalau semua orang merasa dirinya tidak cocok masuk surga, mungkin kita tak perlu bertengkar dan saling melabeli kafir, karena kita sadar kalau kita semua dibenci Tuhan.

Orang-orang lebih cocok masuk distro baju daripada masuk surga. Agaknya orang-orang lebih sering menganggap agama itu baju yang kita pakai buat ke surga. Padahal pertama kali manusia dibikin, manusia gak pake baju apa-apa. Manusia juga gak beragama apa-apa.

Upil melekat lebih dulu pada diri manusia daripada agama. Upil jadi bagian proses bernafas. Agama harusnya juga jadi semangat dan nafas hidup manusia. lalu ingat, kalau hidung sudah penuh upil, buang upilnya. kalau kamu penuh dengan agama, jangan salahkan MKM kalau hidupmu sesak dan tak bisa bernafas.

terserah kalian mau bagaimana dengan agama kalian. MKM sih mau memberi porsi agama pada MKM secukupnya.

Tapi MKM juga bukan orang toleran. Level toleran tertinggi adalah ketika kamu membiarkan anakmu memilih agamanya sendiri. Jika kamu mampu hidup dengan kondisi anakmu berbeda agama dengan kamu, yang mana kayaknya setiap agama mengajarkan bahwa anak harus diarahkan ikut agama orang tua, baru kamu benar-benar toleran.

Tapi kalo orang tuanya bisa mengamalkan ajaran agamanya dengan baik dan jadi berkat buat anaknya, kayaknya si anak gak punya alasan buat cari agama lain.

kalo baca ini, jadi toleran rasanya salah secara agama. Ya udah. anggap saja toleran adalah salah satu kesalahan dalam hidup kita yang kita perbuat. Nanti dicatat malaikat bareng: iri, dengki, benci, marah, malas, nafsu, dan serakah. Ah nambah satu ini kayaknya hidup MKM gak akan lebih baik atau lebih buruk.

Maka MKM memutuskan untuk tetap membeli Pentol Korea tersebut. Memberi nama adalah kreatifitas dari penjual. Jika tak bisa apresiasi, setidaknya toleransi. Selama ini MKM diam saja ketika ada Malang Strudel, padahal Strudel bukan dari malang. Lalu kenapa MKM harus sewot sama Pentol Korea?

Pencemaran Nama Baik

Hi readers, tau Undang-Undang pencemaran nama baik? Ini Undang-Undang yang bikin kalian selalu pikir dua kali buat posting apapun di sosial media.

Undang-Undang ini ngeselin. Ini Undang-undang yang melindungi orang-orang yang over sensitive, yang mestinya orang-orang begini dikucilkan dari masyarakat. Masyarakat jadi gak rileks. Dikit-dikit tersinggung. Padahal yang begini Cuma ada dua kemungkinan, kalau gak orang nyebarin fakta, ya orang becanda. Ya udah kalau kamu merasa dihina, dan itu bukan fakta, anggap aja bercanda. Udah. Hidup ini indah.

Sebenernya banyak pasal, tapi ini salah satunya:

“Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.” (Pasal 315 KUHP)

MKM sampe gak ngerti harus bahas ini dari mana. Intinya, kamu ngatain temenmu, “Anjing lu!” Kamu bisa dipenjara empat bulan. Empat bulan itu satu semester. Gara-gara temenmu yang “anjing” kamu molor lagi kerja skripsi. Kapan lulus?

Tapi damainya murah. cuma 4.500.  Mirip ongkos warnet per jam pada masanya. 4.500 ini buat beli lalapan aja gak cukup lo. Hukum Indonesia aneh. ngebelain harga diri orang sih niatnya. Tapi rupanya harga diri seseorang di mata pemerintah lebih rendah daripada jamur crispy.

Kayaknya sih pasal ini harganya murah cuma 4.500 karena emang gak pernah diamandemen lagi. Dan rasanya bentar lagi dihapus. Gak tau nunggu momen apa. Yang jelas, orang Indonesia udah bisa bedain mana serius mana bercanda. Makian bahkan udah jadi budaya. Coba kalo diberlakukan tegas. Orang Malang semua masuk Penjara.

Masalahnya orang suka banget lapor. Diejek dikit lapor. Sakit hati dikit lapor. Padahal dulu waktu SD kita gak pernah gitu. Waktu SD kalo diejek ya balesnya ngejekin. Dipanggil nama Bapaknya ya bales manggil nama Bapak.

Manggil nama bapak itu seru banget dulu. MKM pernah punya temen namanya Robby. Nah, bapaknya namanya Agus. Ya kami panggil lah dia dengan nama Agus (kadang sampai lupa nama aslinya siapa). Suatu hari kami lagi main PS di rumah si Robby, berlima termasuk MKM. Terus entah siapa yang manggil, tapi ada salah satu dari kami yang teriak keras banget, “Agus!” akhirnya tanpa mengucapkan sepatah katapun kami semua langsung lari keluar dari rumahnya Agus dengan muka merah malu.

Kalo UU pencemaran nama baik itu berlaku buat kami dulu, Cuma gara-gara bilang, “Agus!” ada anak SD dipenjara 4 tahun.

Di pengadilan juga susah, “Saudara Adit, anda saya vonis 4 tahun penjara karena memanggil saudara Robby dengan nama Agus.”

“Tapi dia duluan manggil saya pake nama Yanto.”

Trus Robby nyela, “Loh bapakmu kan namanya Edi.”

“Kan Yanto selingkuhan ibukku. Sapa tau dia juga bapakku.”

Hakimnya nengahin, “Udah dek, bayar 4.500 aja..”

“Duit saya abis om. buat maen PS.”

Menurut MKM yang bikin komedi di Indonesia gak berkembang ya yang begini. Kita gak boleh ngomongin jeleknya orang lain. Gak boleh ngebahas SARA. Padahal SARA itu fakta lo.

Faktanya emang mayoritas orang Batak itu keras. Kecuali Batak salah asuh. Batak salah asuh itu orang Batak, marga Batak, tapi dari kecil di Jawa Tengah atau Jogja. MKM punya temen dari Jogja namanya Putri Nainggolan. Nainggolan itu Batak. Kalo Nainggolan yang asli di Medan sana dipanggil, “cewe.” Pasti jawabnya, “Apa kau!”

Kalo si Nainggolan Jogja ini dipanggil “cewe..” jawabnya, “Opo mas..”

“Mbak, jangan terlalu imut gitu lah.. tak perkosa lo mbak!”

“Mas..” sambil tetep lugu. “tak santet lo.”

Andai komedi sudah ada di kurikulum sekolah. Anak-anak dibiasakan dengan sarkasme, hiperbola dan lain sebagainya. Mungkin gak ada lagi orang-orang yang gampang tersinggung. Andai Habib Rizieq punya hobi nonton stand up comedy, mungkin dia akan lebih woles.

Missal Habib dihina di twitter, “Woi Habib! Lu kekurangan Shampoo ya?”

Habib balesnya woles, “Yang penting gak kurang iman! Lu baca twitter terus, kapan baca Al-Quran?”

Dibales lagi sama yang tadi, “Aku Kristen, Bib!”

Habib malah makin woles, “Hari gini masih Kristen, kapan mau pindah? #BOOOM #burn #AlsoBurnInHell #AkuBukanBibehMu”

22_20150327_061038

(contoh sarkasme dari suara-islam.com)

Ahok gak pernah dituntut karena kata-katanya yang ini. Mungkin yang ditaik’in sama dia beneran taik. Tapi Ahok kemaren kena masalah gara-gara dia nyinggung Al-Quran. Kalo ormas muslim bisa woles, mungkin enak. Ahok bilang di video, “Jangan mau dibohongin pake Al-Maidah ayat 51!!!!” Habib Rizieq CS bales. Bikin vlog sambil bilang, “Jangan mau dibohongin pake semua ayat Alkitab. BOOM!”

Lalu tidak ada yang tersinggung sama video-video tersebut. Andai Indonesia damai gini, pengadilan bakal sepi job. Hakim korup gak tau mau korupsi apalagi. Derajat Hakim sama kayak komika minim job yang baru aja DO dari kampus terus menyibukkan diri ngeblog.

MKM sih gak peduli sama pasal ini. In fact, MKM ingin pasal begini diamandemen. Fitnah bisa dituntut hukum, tapi ngejekin temen? Sarkasme? Komedi? Mereka bukan hal yang harusnya diambil dari kehidupan sosial hanya gara-gara ada yang tersinggung. Kamu tersinggung? tuntut MKM sekarang! Penjarakan MKM! Biar orang-orang tahu betapa konyolnya kamu menuntut hal gak penting begini. Dan biar semua Indonesia tau apa visi MKM terhadap Indonesia yang damai!

MKM gak takut dipenjara btw. Di Penjara kamu dikasih pelatihan kerja. Keluar dari penjara, kamu punya banyak rekomendasi kerja. Baik yang halal maupun yang bisa bikin kamu balik lagi. Tapi seenggaknya lulus langsung kerja adalah sesuatu yang hilang dari MKM. And I will be glad to have it again.

Kita itu sering lupa kalau dari segala macam peraturan, harusnya ada kasih. Kasih mengatasi segala peraturan. Tapi manusia egois, makanya dibikin peraturan. Tapi kalau kamu hidup kaku di bawah peraturan, tanpa kasih, mending kamu berhenti jadi manusia, jadi anjing aja yang patuh sama peluit.

Harga Cabai Naik, Itu Artinya…..

Nah, judul di atas itu namanya Clickbait. Ini bikin orang penasaran, apasih isinya. padahal isinya juga gak penting. udah, close aja. lanjut belajar!

Well, sekarang MKM mau bicara fakta: Sekarang harga cabe naik jadi 100ribu per kilo (ya sekitar itu lah)

Banyak orang jadi gak bisa tidur. “Oke bu, bapak gak akan tidur. Nanti 3 jam lagi ibu bapak bangunin, kita gantian. Pokoknya cabe kita gak boleh diambil tetangga.”

Tukang gorengan juga jadi sensi, “Waduh mas. Beli gorengan Cuma satu, ngambil cabenya sepuluh. Lidahmu kapalen mas? Sini lidahmu tak korek biar kepanasen terus!”

Sebenarnya melalui matematika ekonomi, ini semua lumrah. Ini karena jumlah manusia semakin banyak dan jumlah bahan makanan semakin sedikit. Overpopulasi itu nyata teman-teman!

Over populasi nyata dan apa yang kita lakukan? Bikin anak terus! Kayak kucing.

Pemerintah bikin slogan dua anak cukup. Pemerintah lupa kalo yakult juga bilang Cuma boleh minum dua. Tapi yakult yang nikmatnya Cuma 10 detik aja bisa kita langgar, apalagi yang nikmatnya sepuluh menit?

Malah ada yang punya semboyan banyak anak banyak rezeki. Dari mana? Nyekolahin anak itu mahal, belum kalo dia masuk ke sekolah sok gaul yang anak-anaknya kalo 17 tahun harus party. Kalo gak party dia akan dikucilkan dari pergaulan. Maka semboyan yang bener itu banyak anak banyak utang!

Yang bilang banyak anak banyak rezeki cuma orang tua psycho. Ini orang tua yang investasi banyak anak biar bisa dijual ke black market. “Wah, anakku sudah besar. Saatnya dijual organ-organnya!”

Kalian boleh bilang MKM gila tapi, kita butuh kiamat. Lebih tepatnya, kita butuh diserang zombie banyak kayak di walking dead atau resident evil. Dengan begitu, populasi akan berkurang drastis. lalu kita jadi lebih sayang sama makanan.

Liat kita sekarang. Makanan dibuang-buang. Makanan sisa dikasih ke anjing. Kalo zombie menguasai dunia, kita gak akan berani nyisain makanan. Justru kita akan makan anjing kita.

Kalian pikir orang yang makan anjing itu jahat, jorok, kafir, immoral? Enggak! Kami bersiap untuk akhir dunia.

Semakin banyak warung sambel, semakin dekat kita pada zombie apocalypse. selamatkan bumi kita!

M.H. Thamrin

Nama yang satu ini berkesan banget buat MKM. Setidaknya untuk tiga tahun, jika ditanya alamat, nama ini yang MKM tulis. MKM baru tahu kalau beliau adalah pejuang kemerdekaan yang sangat dekat dengan rakyat walaupun dia sendiri memiliki darah Belanda. Tapi honestly, seberapa peduli kalian sama nama jalan yang sering kalian lewati. Bahkan mungkin kalian gak tau itu siapa.

MKM pernah tahu ada sekolah Katolik yang terletak di Jalan Ahmad Dahlan. Padahal Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh pembesar Islam di Indonesia. Tapi jarang orang yang peduli hal ini. Kerukunan antar umat beragama akhirnya hanya sebatas jalan, bangunan, dan prasasti yang tak terealisasi.

Jujur deh, seberapa sih kita mengenang, kagum sama pahlawan kemerdekaan? MKM dan pacar MKM adalah fans berat Serial Supernatural. Namun kami tidak menganggap Castiel keren. Castiel memang keren, tapi kalah keren dengan Jendral Soedirman. Jas Panjang Jendral Soedirman lebih epic daripada Jas panjang Castiel.

Rupanya gejala yang sama ada di umat Katolik. Nama orang Katolik itu pasti diawali dengan nama Babtis. Orang pikir itu cuma nama random yang pokoknya diakhiri “us” seperti Fransiskus, Gregorius Maximus, atau Vincentius. Itu tidak random! Buktinya gak ada orang Katolik yang namanya Lactobacillus Protectus.

Jarang ada orang Katolik yang ngerti apa arti nama babtisnya. Kenapa? Mungkin karena orang mulai berhenti untuk bertanya. Orang tidak mau tahu. Orang hanya mau tahu apa yang menguntungkan bagi mereka. Bagi mereka, nama pahlawan, nama babtis, dan nama jajaran Menteri tidak sepenting nama orang yang menyakiti mereka.

Orang yang benci Ahok bisa tau segala sepak terjangnya hingga merekam setiap kata-katanya. Begitu juga yang benci Buni Yani atau Ahmad Dhani. Kita mengenal yang kita benci, agar kita bisa tahu salahnya di mana. Rupanya kekuatan benci bisa membuat orang peduli.

Apa MKM juga perlu memprovokasi kalian untuk benci pada para pahlawan agar kita semua mau peduli pada para pahlawan. Mungkin setelah kita membenci mereka, baru kita bisa merayakan Upacara Bendera dengan benar, bukan secara terpaksa.

Ah, tapi bukankah kita sudah terlalu nyaman saling membenci?