Archive | January 2017

Pencemaran Nama Baik

Hi readers, tau Undang-Undang pencemaran nama baik? Ini Undang-Undang yang bikin kalian selalu pikir dua kali buat posting apapun di sosial media.

Undang-Undang ini ngeselin. Ini Undang-undang yang melindungi orang-orang yang over sensitive, yang mestinya orang-orang begini dikucilkan dari masyarakat. Masyarakat jadi gak rileks. Dikit-dikit tersinggung. Padahal yang begini Cuma ada dua kemungkinan, kalau gak orang nyebarin fakta, ya orang becanda. Ya udah kalau kamu merasa dihina, dan itu bukan fakta, anggap aja bercanda. Udah. Hidup ini indah.

Sebenernya banyak pasal, tapi ini salah satunya:

“Tiap-tiap penghinaan dengan sengaja yang tidak bersifat pencemaran atau pencemaran tertulis yang dilakukan terhadap seseorang, baik di muka umum dengan lisan atau tulisan, maupun di muka orang itu sendiri dengan lisan atau perbuatan, atau dengan surat yang dikirimkan atau diterimakan kepadanya, diancam karena penghinaan ringan dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.” (Pasal 315 KUHP)

MKM sampe gak ngerti harus bahas ini dari mana. Intinya, kamu ngatain temenmu, “Anjing lu!” Kamu bisa dipenjara empat bulan. Empat bulan itu satu semester. Gara-gara temenmu yang “anjing” kamu molor lagi kerja skripsi. Kapan lulus?

Tapi damainya murah. cuma 4.500.  Mirip ongkos warnet per jam pada masanya. 4.500 ini buat beli lalapan aja gak cukup lo. Hukum Indonesia aneh. ngebelain harga diri orang sih niatnya. Tapi rupanya harga diri seseorang di mata pemerintah lebih rendah daripada jamur crispy.

Kayaknya sih pasal ini harganya murah cuma 4.500 karena emang gak pernah diamandemen lagi. Dan rasanya bentar lagi dihapus. Gak tau nunggu momen apa. Yang jelas, orang Indonesia udah bisa bedain mana serius mana bercanda. Makian bahkan udah jadi budaya. Coba kalo diberlakukan tegas. Orang Malang semua masuk Penjara.

Masalahnya orang suka banget lapor. Diejek dikit lapor. Sakit hati dikit lapor. Padahal dulu waktu SD kita gak pernah gitu. Waktu SD kalo diejek ya balesnya ngejekin. Dipanggil nama Bapaknya ya bales manggil nama Bapak.

Manggil nama bapak itu seru banget dulu. MKM pernah punya temen namanya Robby. Nah, bapaknya namanya Agus. Ya kami panggil lah dia dengan nama Agus (kadang sampai lupa nama aslinya siapa). Suatu hari kami lagi main PS di rumah si Robby, berlima termasuk MKM. Terus entah siapa yang manggil, tapi ada salah satu dari kami yang teriak keras banget, “Agus!” akhirnya tanpa mengucapkan sepatah katapun kami semua langsung lari keluar dari rumahnya Agus dengan muka merah malu.

Kalo UU pencemaran nama baik itu berlaku buat kami dulu, Cuma gara-gara bilang, “Agus!” ada anak SD dipenjara 4 tahun.

Di pengadilan juga susah, “Saudara Adit, anda saya vonis 4 tahun penjara karena memanggil saudara Robby dengan nama Agus.”

“Tapi dia duluan manggil saya pake nama Yanto.”

Trus Robby nyela, “Loh bapakmu kan namanya Edi.”

“Kan Yanto selingkuhan ibukku. Sapa tau dia juga bapakku.”

Hakimnya nengahin, “Udah dek, bayar 4.500 aja..”

“Duit saya abis om. buat maen PS.”

Menurut MKM yang bikin komedi di Indonesia gak berkembang ya yang begini. Kita gak boleh ngomongin jeleknya orang lain. Gak boleh ngebahas SARA. Padahal SARA itu fakta lo.

Faktanya emang mayoritas orang Batak itu keras. Kecuali Batak salah asuh. Batak salah asuh itu orang Batak, marga Batak, tapi dari kecil di Jawa Tengah atau Jogja. MKM punya temen dari Jogja namanya Putri Nainggolan. Nainggolan itu Batak. Kalo Nainggolan yang asli di Medan sana dipanggil, “cewe.” Pasti jawabnya, “Apa kau!”

Kalo si Nainggolan Jogja ini dipanggil “cewe..” jawabnya, “Opo mas..”

“Mbak, jangan terlalu imut gitu lah.. tak perkosa lo mbak!”

“Mas..” sambil tetep lugu. “tak santet lo.”

Andai komedi sudah ada di kurikulum sekolah. Anak-anak dibiasakan dengan sarkasme, hiperbola dan lain sebagainya. Mungkin gak ada lagi orang-orang yang gampang tersinggung. Andai Habib Rizieq punya hobi nonton stand up comedy, mungkin dia akan lebih woles.

Missal Habib dihina di twitter, “Woi Habib! Lu kekurangan Shampoo ya?”

Habib balesnya woles, “Yang penting gak kurang iman! Lu baca twitter terus, kapan baca Al-Quran?”

Dibales lagi sama yang tadi, “Aku Kristen, Bib!”

Habib malah makin woles, “Hari gini masih Kristen, kapan mau pindah? #BOOOM #burn #AlsoBurnInHell #AkuBukanBibehMu”

22_20150327_061038

(contoh sarkasme dari suara-islam.com)

Ahok gak pernah dituntut karena kata-katanya yang ini. Mungkin yang ditaik’in sama dia beneran taik. Tapi Ahok kemaren kena masalah gara-gara dia nyinggung Al-Quran. Kalo ormas muslim bisa woles, mungkin enak. Ahok bilang di video, “Jangan mau dibohongin pake Al-Maidah ayat 51!!!!” Habib Rizieq CS bales. Bikin vlog sambil bilang, “Jangan mau dibohongin pake semua ayat Alkitab. BOOM!”

Lalu tidak ada yang tersinggung sama video-video tersebut. Andai Indonesia damai gini, pengadilan bakal sepi job. Hakim korup gak tau mau korupsi apalagi. Derajat Hakim sama kayak komika minim job yang baru aja DO dari kampus terus menyibukkan diri ngeblog.

MKM sih gak peduli sama pasal ini. In fact, MKM ingin pasal begini diamandemen. Fitnah bisa dituntut hukum, tapi ngejekin temen? Sarkasme? Komedi? Mereka bukan hal yang harusnya diambil dari kehidupan sosial hanya gara-gara ada yang tersinggung. Kamu tersinggung? tuntut MKM sekarang! Penjarakan MKM! Biar orang-orang tahu betapa konyolnya kamu menuntut hal gak penting begini. Dan biar semua Indonesia tau apa visi MKM terhadap Indonesia yang damai!

MKM gak takut dipenjara btw. Di Penjara kamu dikasih pelatihan kerja. Keluar dari penjara, kamu punya banyak rekomendasi kerja. Baik yang halal maupun yang bisa bikin kamu balik lagi. Tapi seenggaknya lulus langsung kerja adalah sesuatu yang hilang dari MKM. And I will be glad to have it again.

Kita itu sering lupa kalau dari segala macam peraturan, harusnya ada kasih. Kasih mengatasi segala peraturan. Tapi manusia egois, makanya dibikin peraturan. Tapi kalau kamu hidup kaku di bawah peraturan, tanpa kasih, mending kamu berhenti jadi manusia, jadi anjing aja yang patuh sama peluit.

Dilema Captain America

Hi readers, bentar lagi Pilkada. Sebenernya MKM males sih ngurusin Ahok dan lain-lain. MKM jujur gak peduli sama siapapun yang terpilih. Tapi sejak ada berita bahwa kalo Agus kalah, dia bakal jadi calon Gubernur Jawa Timur, MKM tahu ini harus berakhir gimana. Jadikan Ahok Gubernur DKI. Kembalikan Anies jadi Menteri Pendidikan. Kirim Agus ke Jawa Timur, biar dibully kami.

Alasan utama MKM males ngomongin pilkada sebenernya karena MKM gak suka sama pendukungnya Ahok. Soalnya pendukung Ahok sekarang kayak yakin banget kalau Ahok itu orang baik. Sadar atau enggak, Ahok udah jadi semacam nabi di banyak Gereja. Padahal Ahok juga manusia biasa. Dia juga bikin dosa. Kita aja gak tau dosanya apa.

Nah. MKM punya teori yang namanya Captain America Dilema. Orang akan selalu membenarkan apapun yang dilakukan Captain America. Seenggaknya itu terbukti di Captain America 1, 2, Avengers 1, 2, dan Civil War. MKM gak bahas Captain America di tempat lain, karena MKM gak nonton TV series marvel ataupun baca komik marvel.

Mari kita mulai dari Captain America 1, The First Avengers. Di sini dijelaskan bahwa Steve Rogers (Capt) adalah orang yang super baik. Ketika dia udah berhasil nangkep ilmuwan Hydra, dia cuma interogasi, gak dibunuh. padahal Captain America punya semua alasan untuk bunuh dia. Dia Hydra. Dia bunuh sahabatnya (Bucky). Dan kita menerima keputusan Captain America untuk tidak membunuhnya dengan “Captain America memang baik dan keputusannya tepat.”

Bayangkan jika sebaliknya yang terjadi. Captain America bunuh si ilmuwan. Kita tak akan menyalahkan Captain America. Sebelumnya pun kita tak menyalahkan Captain America yang nembakin banyak Hydra, kenapa kita harus salahkan yang satu ini? Hydra itu organisasi yang loyalitasnya gak bisa dibeli. Yakin kalo orang ini dilepas, dia gak balik lagi ke Hydra? Intinya, kita buta dengan hal-hal ini. Kita gak lagi menilai Captain America secara objektif. Kita menilai dia berdasarkan asumsi pertama bahwa Steve Rogers adalah orang yang super baik.

Itulah yang terjadi pada Ahok. Kita yakin banget kalau Ahok gak akan korupsi. Ya bagus kalau emang gak korupsi. tapi kalau nanti dia korupsi? Atau mungkin dia gak korupsi, tapi kalau ternyata dia punya maksud jahat lain? gimana kalau ternyata Ahok adalah anggota Hydra dan akan segera memusnahkan kita waktu dia punya kuasa? kita gak tau, karena kita terlalu percaya sama Ahok.

Sama seperti kita terlalu percaya sama Jokowi. Ayolah. Berapa banyak keputusan Jokowi yang sudah jelas-jelas dibuat untuk kepentingan politik dan partai, tapi kita tutupi dengan “Itu keputusan yang tepat”? Intinya. walaupun kita tau dia orang baik, kita gak boleh begitu aja percaya.

Contohlah Batman. Justice League adalah kumpulan orang-orang baik. Tapi Batman punya rencana untuk membunuh orang yang ada di Justice League bila nanti orang itu berbuat jahat. Semua orang termasuk dirinya sendiri. Batman tahu bahwa tidak ada manusia yang benar-benar baik. Superman di Injustice adalah buktinya. Begitu Louis Lane dibunuh, Superman jadi jahat.

Gimana kalau nanti FPI atau siapapun musuhnya Ahok berhasil bunuh istri Ahok trus Ahok jadi jahat? Kalian sekarang pasti bilang, “gak mungkin, Ahok imannya kuat. gak mungkin jahat.” Naif!

Curigalah pada Ahok. walaupun dia sudah berbuat yang benar, tetaplah curiga.

Hail Hydra!

captain-america-hydra-jpg

Review Buku: Tanpa Senja oleh Algonz Dimas Bintarta Raharja

Hi readers. Kegagalan sebuah bangsa ditandai oleh keengganan masyarakat untuk membaca dan ketakutan masyarakat untuk menulis. Itulah mengapa kali ini MKM mau mengapresiasi seorang sastrawan muda. Review ini semoga bisa membangkitkan semangat sastrawan muda yang lain untuk terus berkarya.

Sebenernya kalo gak kenal yang nulis juga MKM males bikin reviewnya. Aloysius Gonzaga Dimas Bintarta Raharja biasa dipanggil Dimas, atau Samid. Tidak biasa dipanggil sayang. Katanya ia tak suka memonopoli cinta. Padahal aslinya emang gak laku aja.

Samid adalah teman MKM waktu SMA. Samid jadi salah satu orang yang memperkuat MKM dalam berkarya. Karena Samid, MKM jadi makin sadar kalau sastra bukan hal konyol yang sekedar menye-menye. Dan Samid adalah bukti nyata kalau cinta memang buta, tapi ganteng dan kaya itu perlu. Biasanya yang gak punya dua itu bikin puisi, trus nerbitin buku.

Tanpa Senja adalah sebuah buku kumpulan puisi sebagai refleksi hidup Samid. Kalau ingin tahu seperti apa, bayangkan saja gaya bahasa romantis milik Sapardi Djoko Damono yang disisipi ide-ide budaya Jawa dan Nasionalisme dari Sudjiwo Tejo.

Ini adalah pembukaan buku Tanpa Senja:

“Untuk mereka yang bebas berpikir, bergerak, dan berani lepas dari jerat kemarjinalan rindu….”

Aturan pertama dari buku sastra yang bagus adalah jangan kenal sama yang ngarang. MKM kenal deket sama Samid. Dan otomatis setelah baca kalimat ini otak MKM bilang, “Tai, Mid!”

Kata-katanya bagus, tapi jadi gak masuk karena ya kita gak bisa merasakan betapa seriusnya ia menulis ini sehingga otak kita otomatis bilang, “Apaan sih lu, tong!”

MKM lanjut. Buku ini dibagi jadi tiga bagian: Waktu, Perjalanan, Idealisme. Entah benar atau salah, tapi MKM memaknai Waktu sebagai kumpulan puisi-puisi rindu yang tak didukung oleh Waktu. Perjalanan adalah kumpulan puisi Samid yang sering traveling sebagai refleksi Perjalanan hidupnya. Idealisme adalah bagaimana Samid melihat dunia yang ia kenal sekarang, dari sekitar, hingga Negara.

Ada beberapa nama yang tak berubah seperti Dinda, Tantri, Mas Arya. Dan setiap kali menggambarkan manusia, Samid menggambarkannya dengan penuh kesederhanaan, tidak mewah, tidak berlebihan. Mungkin memang karena latar belakang Samid yang bukan dari keluarga kaya. Coba kalo Samid kaya, pasti gak bikin buku puisi, tapi bikin buku kiat-kiat sukses start-up bisnis online.

Beberapa nama Kota juga konsisten dibicarakan. Oslo dan Purwokerto misalnya. Oslo adalah ibukota Norwegia. Mungkin kalian yang baca pertama kali akan mengira bahwa Samid terjebak antara cinta dan kesenjangan sosial. SALAH! Samid cuma lagi mimpi jadi Dewa Nordic: Thor anak Odin.

Tapi MKM dan Samid seide tentang cinta. “Mencintaimu adalah ketidakharusan yang selalu melolong ingin disegerakan.” Andaikan setiap orang yang jatuh cinta berhenti egois lalu kembali pada hakikat cinta yang sebenarnya yaitu memberi diri.

Samid sudah sering melihat dunia dari berbagai sudut pandang. Salah satu efek positif dari membaca buku Tanpa Senja adalah kita bisa melihat dunia dengan lebih positif. “Tenanglah jika kau percaya bahagia itu ada.”

tanpa-senja-depan

“Aku hanya menunggu di antara sela kecil yang berimpit

Dalam sudut sempit yang hanya bernilai tanpa terlihat.”

“Aku selalu menantimu di limit terkecil yang kau buat….”

Rupamu, Mid! Asyu!

Ayo kita jawab penantiannya dengan membeli bukunya. cuma 50 ribu. Ayo dukung seniman-seniman muda untuk terus berkarya.

Kalian bisa pesan di bukalapak atau di indie book corner

Selamat membaca.

 

Harga Cabai Naik, Itu Artinya…..

Nah, judul di atas itu namanya Clickbait. Ini bikin orang penasaran, apasih isinya. padahal isinya juga gak penting. udah, close aja. lanjut belajar!

Well, sekarang MKM mau bicara fakta: Sekarang harga cabe naik jadi 100ribu per kilo (ya sekitar itu lah)

Banyak orang jadi gak bisa tidur. “Oke bu, bapak gak akan tidur. Nanti 3 jam lagi ibu bapak bangunin, kita gantian. Pokoknya cabe kita gak boleh diambil tetangga.”

Tukang gorengan juga jadi sensi, “Waduh mas. Beli gorengan Cuma satu, ngambil cabenya sepuluh. Lidahmu kapalen mas? Sini lidahmu tak korek biar kepanasen terus!”

Sebenarnya melalui matematika ekonomi, ini semua lumrah. Ini karena jumlah manusia semakin banyak dan jumlah bahan makanan semakin sedikit. Overpopulasi itu nyata teman-teman!

Over populasi nyata dan apa yang kita lakukan? Bikin anak terus! Kayak kucing.

Pemerintah bikin slogan dua anak cukup. Pemerintah lupa kalo yakult juga bilang Cuma boleh minum dua. Tapi yakult yang nikmatnya Cuma 10 detik aja bisa kita langgar, apalagi yang nikmatnya sepuluh menit?

Malah ada yang punya semboyan banyak anak banyak rezeki. Dari mana? Nyekolahin anak itu mahal, belum kalo dia masuk ke sekolah sok gaul yang anak-anaknya kalo 17 tahun harus party. Kalo gak party dia akan dikucilkan dari pergaulan. Maka semboyan yang bener itu banyak anak banyak utang!

Yang bilang banyak anak banyak rezeki cuma orang tua psycho. Ini orang tua yang investasi banyak anak biar bisa dijual ke black market. “Wah, anakku sudah besar. Saatnya dijual organ-organnya!”

Kalian boleh bilang MKM gila tapi, kita butuh kiamat. Lebih tepatnya, kita butuh diserang zombie banyak kayak di walking dead atau resident evil. Dengan begitu, populasi akan berkurang drastis. lalu kita jadi lebih sayang sama makanan.

Liat kita sekarang. Makanan dibuang-buang. Makanan sisa dikasih ke anjing. Kalo zombie menguasai dunia, kita gak akan berani nyisain makanan. Justru kita akan makan anjing kita.

Kalian pikir orang yang makan anjing itu jahat, jorok, kafir, immoral? Enggak! Kami bersiap untuk akhir dunia.

Semakin banyak warung sambel, semakin dekat kita pada zombie apocalypse. selamatkan bumi kita!