Bolehkah kita percaya pada pemerintah?

Kamu pasti sering dengar kata percaya diri. Kalau hidupmu di kalangan religius, mungkin kamu yang dulunya percaya diri dibilang kafir karena kita harus percaya Tuhan dan bukan pada manusia. Tenang, MKM bukan tipe penulis yang akan mengupas dalam perihal Teosentris dan Antroposentris. Tapi silakan email MKM kalo mau tau tips main Tetris.

Percaya pada pemerintah itu ibarat percaya langit mendung gak akan ujan. Kita lebih percaya pada jas ujan atau payung yang ujung-ujungnya tetap bikin kita basah kalau hujannya lebat. Intinya, apapun yang kita lakukan sebagai warga negara, pemerintah pasti korupsi.

Kita voting tiap 5 tahun sekali cuma buat nentuin pajak kita masuk ke kantong keluarga mafia yang mana.

Indonesia bahagia banget kedatangan Jokowi, Ahok, Ridwan Kamil, dan sejenisnya yang telah mengubah wajah pemerintahan. Sekarang orang Indonesia lebih optimis terhadap pemerintahnya.

Tetapi, menurut MKM, Jokowi baik karena media bikin itu tampak baik. Contoh nih, misalnya Jokowi mau nyekolahin anaknya ke US. Kita akan bilang, “Wah pak Jokowi hebat, peduli sama pendidikan anaknya.” Coba kalo Fadli Zon yang nyekolahin anaknya ke US. Kita akan bilang, “Wah dasar antek asing! Alat Donald Trump! Pergi aja kau sekeluarga, badut deterjen!”

Kita begitu mudah dipermainkan oleh media sehingga kita lupa bahwa semua orang yang duduk di kursi pemerintahan adalah manusia. Tau manusia? Begini nih manusia, MKM tanya ke kalian yang cowo. Kalo kalian cewe, kasih pertanyaan ini ke temen cowo kalian. Kalo ada cewe yang kalian suka, berdua sama kamu, di tempat sepi, tiba-tiba buka baju dan ngajak ML, masih berani bilang, “Aku mau jaga keperawanan kamu” atau sejenisnya? Pasti mau-mau aja kan?

Ada yang bilang enggak? GAY!

Ya itu manusia. Orang di pemerintahan juga sama. Kamu belum pernah ditampar duit satu milyar kan? Pasti belum. Soalnya duit satu milyar itu banyak banget. Minimal ada sepuluh ribu lembar duit seratus ribu. Ini duit, bukan cek atau surat-surat obligasi lain, pasti naruhnya di koper. Jadi kalo kamu pernah ditampar pake koper segede itu, mungkin kamu udah buta dan gak bisa baca ini lagi.

Godaannya gede bro. minimal godaan buat males aja pasti ada. MKM berani bertaruh pasti ada momen di mana Ahok capek ngurusin rakyatnya. Minimal, dia pasti pernah tergoda buat males-malesan di kantor. Jangan bilang enggak. Hati Ahok gak ada yang tau. “Gua uda capek-capek belain elu, elu demo mulu! Mending gua syuting sinetron kayak gubernur provinsi sebelah.”

Sekali lagi, kita dibutakan media. Semua prestasi mereka yang diberitakan cuma yang baik-baik. Orang segaul Ridwan Kamil, dulu waktu SMP pasti pernah nyontek! Pasti! Padahal apa kata guru SMP pada para pencontek, “Kecil-kecil udah nyontek. Gede mau jadi apa kamu? koruptor?”

Sebaliknya, koruptor juga masih punya hati nurani. Bayangin tiap dia mau bayar SPP anaknya, dia harus menyekolahkan anaknya dengan uang haram dengan harapan anaknya bisa berbakti pada bangsa. Kalian gak pernah melihat tangisan hatinya. Gak! kalian gak peduli, kalian Cuma butuh sosok untuk di-Tuhan-kan dan sosok untuk dikambing hitamkan.

Maka untuk menjawab pertanyaan apakah kamu harus percaya pada pemerintah? Ganti aja jadi gini: apakah kamu harus percaya pada manusia lain? Karena pada dasarnya, semua manusia. Kita harus siap kalo suatu saat Ahok benar-benar terbukti salah. Sekali lagi, Ahok bukan Tuhan. Ahok bukan kitab suci yang terbuka lalu berubah layaknya transformer dan jadi manusia. Ahok juga bisa bikin salah, begitu juga Jokowi, Ridwan Kamil, dan Ibu Susi.

Begitu juga semua koruptor yang masih bersemayam di pemerintahan. Pasti ada momen dia mau tobat. Tapi dia gak jadi tobat karena stigma masyarakat sudah terlanjur jelek tentangnya. Korupsi sama aja kayak narkoba. Kita gak bisa judge pelakunya jahat. Yang bisa kita lakukan adalah ngebantu mereka buat gak gitu lagi. Salah satunya dengan gak ngasih kesempatan.

Dan di atas semuanya. Sebenarnya pertanyaannya mengerucut pada, apa yang harus kita lakukan pada sesama manusia? Kasihi mereka semua.

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: