Politik Tai Kucing

Di tempat kuliah MKM yang lama, ada satu bak pasir yang sebenarnya itu hiasan taman, tapi banyak kucing liar yang memakai itu sebagai toilet umum. MKM yakin itu toilet umum soalnya di pojokan ada kucing besar yang jaga. Yang mau lewat kudu ngasi tulang ikan dulu.

Tapi emang bak pasir ini cozy banget buat kucing-kucing itu. Mereka bisa langsung mengubur tainya di dalam pasir. Bahagia buat kucing sesederhana itu. Manusia aja yang ribet.

Begitu juga orang berpolitik. Gak mungkin orang gak punya salah. Tapi dalam berpolitik, di manapun, ini masalah bagaimana kamu mengubur kesalahanmu itu. Oh satu lagi, bagaimana kamu mencari salahnya lawanmu lalu menunjukkan salah itu ke masyarakat.

Hari ini 4 November. Kalo jadi hari ini mau ada demo besar-besaran. Ada sekumpulan orang yang gak suka sama Ahok. Ada juga sekumpulan orang yang gak suka sama orang yang gak suka Ahok. Satu hal yang pasti, Soekarno menegakkan bangsa ini dengan sila ketiganya bukan untuk kejadian memalukan seperti hari ini.

Kalian tahu kenapa ini terjadi? Karena orang buta dan berhenti toleransi. Orang lupa kalau setiap orang pasti ngeluarin Tai. Setiap orang pasti punya salah. Ahok juga. Kalo FPI dkk sadar, maka mereka akan mudah menerima permintaan maaf Ahok. Kalo pengikut Ahok sadar bahwa Ahok juga manusia yang berdosa, mereka akan membiarkan saja Ahok bertanggung jawab atas kata-katanya yang kurang hati-hati itu.

MKM jujur gak suka sama orang yang terlalu mendewakan Ahok. Mau bukti? Skarang kita bandingkan Ahok sama Hari Tanoe. Coba kalo Hari Tanoe yang ngomong nyinggung Al-Quran. Gak akan heboh. Soalnya ini Hari Tanoe, dia bukan siapa-siapa. Dia gak didukung. Padahal dia Kristen, Cina, tapi gak akan seheboh Ahok. Ahok heboh karena baik pro atau kontranya dia sama-sama buta.

Ya gak semua sih. Tapi mostly gitu.

Hari ini ada sekumpulan orang Kristen yang berdoa biar Jakarta hujan lebat. Jahat gak? Cuma buat ngebelain satu orang, mereka mengambil resiko orang-orang gak bersalah kebanjiran. Dikata zaman nabi Musa, cuma ngetokin kayu airnya pergi?

Intinya sekarang semua saling ngomporin. Buat orang-orang yang bikin hestek #IndonesiaSatu atau #JihadGuaKerja, kalian gak sadar kalau secara tidak langsung kalian anti sama orang-orang yang besok demo. MKM bilang, biarin aja mereka demo. Itu hak mereka. Toh juga ada polisi yang siap nembak mereka kalo mereka anarki. Mereka bisa apa? Lempar sorban? Yang kalian lakukan tidak lebih dari memecah Indonesia. Karena KTP mereka juga masih KTP Indonesia. Seradikal apapun mereka sama Islam, mereka masih saudara kita seibu pertiwi.

Dan kalau kalian Kristen, inget, Kristen juga ada aliran radikalnya.

Paling benci sama orang yang majang foto Ahok disandingin sama Yesus. Yakin Ahok suci? Kalopun iya, yakin Ahok bakal suci selamanya? Sejarah membuktikan Raja Salomo cuma bagus di awalnya doang. Setelah terlena dengan jabatannya, dia jadi mengecewakan Tuhan.

Lagian, masih ada lo orang yang pajang foto Ahok sama Yesus tapi sewot kalo ada orang yang pajang foto Bunda Maria.

Kalo kalian mau Ahok tetap bersih, menurut MKM yang harus kalian lakukan justru mengamini semua kesalahan Ahok. Kalian harus curiga sama Ahok. Rekam terus kerjanya. Cara paling baik membuktikan yang kamu percaya benar adalah mencari semua bukti yang membuktikan kalau yang kamu percaya adalah salah. Secara matematika disebut pembuktian dengan kontradiksi.

Sekarang, semua kecurigaan ditumpahkan ke lawannya Ahok. Kalian yakin ini bukan ulah kubu Ahok? Mereka sengaja cari masalah, bikin FPI demo untuk semakin narik simpati rakyat. Logikanya, bangsa bisa bersatu karena punya common enemy kan?

Atas dasar itulah MKM lebih percaya Hari Tanoe daripada Ahok. Bukan karena Kristen atau Cina. Tapi gini, Hari Tanoe ini udah punya TV sendiri. Bininya juga cantik. Kurang apa hidupnya dia? Ngapain cina satu ini ikut2 politik?

Ya alasannya cuma satu. Dia mau memperbaiki Indonesia. Dan dia gak keburu-buru mau jadi presiden. Lihat strategi politiknya. Penonton “anak jalanan” mostly anak kecil. Ia menyiapkan pemilih-pemilih masa depan. 10 tahun lagi akan banyak pemilih yang mikir, “gua utang budi sama Hari Tanoe, tanpa dia, aku tak akan tau apa itu persahabatan dan cinta.”

Dengan niatnya Hari Tanoe yang segede itu, apa yang kita lakukan sama dia? Ngejekin Mars Perindo yang maknanya dalem banget itu. Padahal Mars Perindo itu keren! Walaupun masih kalah catchy sama lagunya mastin.

Ayo dukung Perindo! Hari Tanoe ini ikhlas bangun negara, cuma dia gak tau gimana caranya.

Cara paling mudah memulai toleransi adalah dengan buka mata, buka telinga, dan buka hati. Sadar kalau yang berada di tengah-tengah Pancasila adalah Bintang yang artinya Tuhan Yang Maha Esa, bukan Habib, bukan Ahok, bukan gambar kuda yang ada Jokowinya terus dinyinyir SBY.

Maka hal yang bisa kita lakukan hari ini adalah stop provokasi (dari kedua belah pihak). I am talking to you Blind Christians. Biasa aja. Bangsa ini terlalu mudah buat dikomporin. MKM juga. Buktinya MKM terbakar juga karena kemunafikan orang-orang dan akhirnya harus bikin artikel ini. Capek punya masyarakat yang orang-orangnya mudah terpengaruh sama ide orang lain, lalu terbakar. Masalahnya yang kalian bakar ini tai kucing. Baunya gak enak.

Politik tai kucing. Gak ada kucing yang gali tai temennya, terus marah-marah karena tainya lebih banyak satu gram. Kucing hidup damai walaupun tau temen-temennya tainya banyak. Kucing tetep bisa kawin tiap hari. Bahagia kucing sederhana. Manusia aja yang ribet.

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: