Archive | November 2016

M.H. Thamrin

Nama yang satu ini berkesan banget buat MKM. Setidaknya untuk tiga tahun, jika ditanya alamat, nama ini yang MKM tulis. MKM baru tahu kalau beliau adalah pejuang kemerdekaan yang sangat dekat dengan rakyat walaupun dia sendiri memiliki darah Belanda. Tapi honestly, seberapa peduli kalian sama nama jalan yang sering kalian lewati. Bahkan mungkin kalian gak tau itu siapa.

MKM pernah tahu ada sekolah Katolik yang terletak di Jalan Ahmad Dahlan. Padahal Ahmad Dahlan adalah salah satu tokoh pembesar Islam di Indonesia. Tapi jarang orang yang peduli hal ini. Kerukunan antar umat beragama akhirnya hanya sebatas jalan, bangunan, dan prasasti yang tak terealisasi.

Jujur deh, seberapa sih kita mengenang, kagum sama pahlawan kemerdekaan? MKM dan pacar MKM adalah fans berat Serial Supernatural. Namun kami tidak menganggap Castiel keren. Castiel memang keren, tapi kalah keren dengan Jendral Soedirman. Jas Panjang Jendral Soedirman lebih epic daripada Jas panjang Castiel.

Rupanya gejala yang sama ada di umat Katolik. Nama orang Katolik itu pasti diawali dengan nama Babtis. Orang pikir itu cuma nama random yang pokoknya diakhiri “us” seperti Fransiskus, Gregorius Maximus, atau Vincentius. Itu tidak random! Buktinya gak ada orang Katolik yang namanya Lactobacillus Protectus.

Jarang ada orang Katolik yang ngerti apa arti nama babtisnya. Kenapa? Mungkin karena orang mulai berhenti untuk bertanya. Orang tidak mau tahu. Orang hanya mau tahu apa yang menguntungkan bagi mereka. Bagi mereka, nama pahlawan, nama babtis, dan nama jajaran Menteri tidak sepenting nama orang yang menyakiti mereka.

Orang yang benci Ahok bisa tau segala sepak terjangnya hingga merekam setiap kata-katanya. Begitu juga yang benci Buni Yani atau Ahmad Dhani. Kita mengenal yang kita benci, agar kita bisa tahu salahnya di mana. Rupanya kekuatan benci bisa membuat orang peduli.

Apa MKM juga perlu memprovokasi kalian untuk benci pada para pahlawan agar kita semua mau peduli pada para pahlawan. Mungkin setelah kita membenci mereka, baru kita bisa merayakan Upacara Bendera dengan benar, bukan secara terpaksa.

Ah, tapi bukankah kita sudah terlalu nyaman saling membenci?

HI JAB

Bentuk toleransi antar umat beragama paling luhur sesungguhnya adalah ketika seorang Pria Katolik diizinkan untuk mengagumi Wanita Berhijab. Dulu MKM pernah ditegur oleh pastor, “Kamu gak boleh suka sama cewe itu!” “Romo, aku tau dia berkerudung, tapi cantic banget!” “Dia itu suster!”

Mari kita bahas kerudung suster nanti. Sekarang MKM mau bahas kerudung yang mainstream ada di Indonesia: Jilbab/Hijab/kerudung anak SMA pada umumnya. MKM kini harus banyak berteman dengan orang-orang berhijab. Buat MKM, mereka semua mirip. Susah menghafal orang tanpa ciri-ciri rambut. Bahkan bentuk muka mereka dipaksakan sama. Bulet.

Hijab ini ternyata coraknya bervariasi. Industri kreatif terus saja membuat corak batik baru, dari mulai polos, bunga-bunga, sampai ke bentuk geometris. MKM pernah liat ada cewe yang corak hijabnya kubus, prisma, dan tabung lengkap dengan ukurannya. Liat dia bawaannya pingin kerja soal.

Sayangnya, sampai hari ini MKM belum lihat hijab dengan corak anime. Padahal seru kalau ada hijab yang dikasih gambar kesatuannya Singeki no Kyojin atau botaknya Saitama. Tapi MKM pernah googling, minimal ada hijab yang bergaya Naruto. Lengkap dengan cadar.

kakuzu_mugshot

Cewe pake hijab itu bukan untuk manusia lo teman-teman. Dari sekian banyak temen cewe MKM yang pake hijab (karena belum ada temen cowo yg pake hijab), beberapa yang udah sempet MKM pergokin muka tanpa hijabnya, rupanya cantik. Artinya, hijab justru mengurangi kecantikan mereka. Hal ini mereka lakukan semata-mata hanya untuk patuh pada Tuhan dan membuat lelaki tidak tergoda untuk zina.

Well, walaupun sekarang udah banyak bokep yang pelakunya cewe berhijab.

Tetapi mari kita anggap semua wanita berhijab adalah wanita yang setia mempertahankan kesuciannya. Mereka rela gerah dengan menutup kepalanya serapat itu demi amal pahala. Dan make hijab itu susah lo teman-teman. Beberapa cewe harus pake jarum pentul di mana-mana. Ada yang harus pake jarum pentul di daerah sekitar leher. Bayangin kalo suatu hari mereka keburu-buru, terus leher mereka ketusuk jarum. Bisa mati lo. Minimal, dia bisa kehilangan pita suara. Wanita tersebut tak akan bisa gossip. Wanita tanpa gossip pada hakikatnya adalah mati.

Yang MKM pelajari adalah, jadi wanita muslim itu susah. Jadi cowo Kristen itu kewajibannya lebih gampang daripada jadi cewe muslim yang benar-benar muslim. Usaha mereka untuk ketemu Tuhan lebih besar daripada cowo-cowo pada umumnya, khususnya MKM. Dibanding mereka, MKM jauh.

Ah. Andai setiap orang sadar kalau dia tidak lebih baik dari sesamanya di hadapan Tuhan, tak akan perlu kita memperdebatkan siapa yang menistakan agama, siapa yang harus ditangkap, dan siapa yang harus dibunuh atas nama agama.

Oh. Ini bonus terakhir dari MKM. Follow insta: aditmkm untuk postingan jayus lainnya. #DrawingPun Project. Tebak-tebakan kuy! Fashion apa yang paling nonjok? Hi-Jab!

15192767_1491801567503667_826778344068510952_n

Donald

Ada tiga Donald yang penting buat kita tahu. Pertama Donald Duck. Donald Duck atau dalam Bahasa Indonesia Donal bebek, merupakan tokoh legendaris yang menghiasi masa kecil terutama anak-anak 90an. Komiknya dulu bersaing dengan Asteriks, Tintin, dan komik para penemu. Buat kalian yang kenal sama ketiga komik ini, nampaknya kalian harus segera cari kerja.

Donald Bebek mengajarkan kita banyak hal. Waktu belajar stand up comedy, MKM diajarkan bahwa artikulasi penting agar kamu bisa dapat tawa. Tapi Donald Bebek menghajar semua teori itu. Ngomongnya dia itu gak jelas, kayak orang lagi nenggak cola trus dipaksa buat nyanyi balonku ada lima. Donald bebek adalah contoh buat semua comedian kalo yang terpenting dari membuat orang tertawa adalah hatimu benar-benar ingin membuat orang lain bahagia.

Donald kedua tentu pesaing KFC, Mc’Donald. Di era digital ini nampaknya semua khalayak setuju untuk memanggil Ronald sebagai badut McD. Sekedar informasi, yang MKM ingat dari Ronald adalah dia ketua dari sekumpulan superheronya McD yang masing-masing mewakili produk dari McD. Tapi MKM paling suka sama Hamburglar, selain dia pake baju hitam, MKM juga suka burger.

MKM dan mantan teman sebangku (wah orang ini udah cukup lama gak muncul di blog gak terkenal ini) pernah makan di McD dan gak sengaja ngeliatin staffnya rapat. Akhirnya karena penasaran, kami mulai mencuri dengar secara diam2 layaknya 007 dan 008. Tentu banyak yang kami dapatkan, walaupun rapat mereka tidak menjelaskan kenapa harga ayam McD tiga kali lipat ayam nasi uduk.

Donald ketiga adalah Donald Pandiangan. Kalo Indonesia mau tambahin pahlawan Nasional, jangan Soeharto, tapi Donald Pandiangan. Berhasil bawa Indonesia 4 kali juara Sea Games di panahan. Punya julukan Robin Hood. Lihat, julukannya Robin Hood, bukan Green Arrow. Kenapa? Green Arrow/Oliver Quenn itu kaya. Veteran atlet Indonesia gak dapet perhatian lagi dari pemerintah.

Baru-baru ini ada filmnya, 3 Srikandi. Cerita medali pertama Indonesia di Olimpiade. 3 pemanah ini dilatih langsung oleh Donald Pandiangan. Yang jadi Om Pandi (panggilan akrab Donald Pandiangan) Reza Rahadian. See? Indonesia krisis actor tampan. Tolong Joko Anwar dan Riri Reza Acknowledge penulis blog yang jago acting ini.

Donald Trump? Out of the list. MKM gak akan ngomong apa-apa karena MKM bukan orang US. Tapi buat orang Indonesia, percuma Presiden US sekeren Obama tapi pimpinan daerahmu orang gak bener. Ayo sukseskan Pilkada!

Bolehkah kita percaya pada pemerintah?

Kamu pasti sering dengar kata percaya diri. Kalau hidupmu di kalangan religius, mungkin kamu yang dulunya percaya diri dibilang kafir karena kita harus percaya Tuhan dan bukan pada manusia. Tenang, MKM bukan tipe penulis yang akan mengupas dalam perihal Teosentris dan Antroposentris. Tapi silakan email MKM kalo mau tau tips main Tetris.

Percaya pada pemerintah itu ibarat percaya langit mendung gak akan ujan. Kita lebih percaya pada jas ujan atau payung yang ujung-ujungnya tetap bikin kita basah kalau hujannya lebat. Intinya, apapun yang kita lakukan sebagai warga negara, pemerintah pasti korupsi.

Kita voting tiap 5 tahun sekali cuma buat nentuin pajak kita masuk ke kantong keluarga mafia yang mana.

Indonesia bahagia banget kedatangan Jokowi, Ahok, Ridwan Kamil, dan sejenisnya yang telah mengubah wajah pemerintahan. Sekarang orang Indonesia lebih optimis terhadap pemerintahnya.

Tetapi, menurut MKM, Jokowi baik karena media bikin itu tampak baik. Contoh nih, misalnya Jokowi mau nyekolahin anaknya ke US. Kita akan bilang, “Wah pak Jokowi hebat, peduli sama pendidikan anaknya.” Coba kalo Fadli Zon yang nyekolahin anaknya ke US. Kita akan bilang, “Wah dasar antek asing! Alat Donald Trump! Pergi aja kau sekeluarga, badut deterjen!”

Kita begitu mudah dipermainkan oleh media sehingga kita lupa bahwa semua orang yang duduk di kursi pemerintahan adalah manusia. Tau manusia? Begini nih manusia, MKM tanya ke kalian yang cowo. Kalo kalian cewe, kasih pertanyaan ini ke temen cowo kalian. Kalo ada cewe yang kalian suka, berdua sama kamu, di tempat sepi, tiba-tiba buka baju dan ngajak ML, masih berani bilang, “Aku mau jaga keperawanan kamu” atau sejenisnya? Pasti mau-mau aja kan?

Ada yang bilang enggak? GAY!

Ya itu manusia. Orang di pemerintahan juga sama. Kamu belum pernah ditampar duit satu milyar kan? Pasti belum. Soalnya duit satu milyar itu banyak banget. Minimal ada sepuluh ribu lembar duit seratus ribu. Ini duit, bukan cek atau surat-surat obligasi lain, pasti naruhnya di koper. Jadi kalo kamu pernah ditampar pake koper segede itu, mungkin kamu udah buta dan gak bisa baca ini lagi.

Godaannya gede bro. minimal godaan buat males aja pasti ada. MKM berani bertaruh pasti ada momen di mana Ahok capek ngurusin rakyatnya. Minimal, dia pasti pernah tergoda buat males-malesan di kantor. Jangan bilang enggak. Hati Ahok gak ada yang tau. “Gua uda capek-capek belain elu, elu demo mulu! Mending gua syuting sinetron kayak gubernur provinsi sebelah.”

Sekali lagi, kita dibutakan media. Semua prestasi mereka yang diberitakan cuma yang baik-baik. Orang segaul Ridwan Kamil, dulu waktu SMP pasti pernah nyontek! Pasti! Padahal apa kata guru SMP pada para pencontek, “Kecil-kecil udah nyontek. Gede mau jadi apa kamu? koruptor?”

Sebaliknya, koruptor juga masih punya hati nurani. Bayangin tiap dia mau bayar SPP anaknya, dia harus menyekolahkan anaknya dengan uang haram dengan harapan anaknya bisa berbakti pada bangsa. Kalian gak pernah melihat tangisan hatinya. Gak! kalian gak peduli, kalian Cuma butuh sosok untuk di-Tuhan-kan dan sosok untuk dikambing hitamkan.

Maka untuk menjawab pertanyaan apakah kamu harus percaya pada pemerintah? Ganti aja jadi gini: apakah kamu harus percaya pada manusia lain? Karena pada dasarnya, semua manusia. Kita harus siap kalo suatu saat Ahok benar-benar terbukti salah. Sekali lagi, Ahok bukan Tuhan. Ahok bukan kitab suci yang terbuka lalu berubah layaknya transformer dan jadi manusia. Ahok juga bisa bikin salah, begitu juga Jokowi, Ridwan Kamil, dan Ibu Susi.

Begitu juga semua koruptor yang masih bersemayam di pemerintahan. Pasti ada momen dia mau tobat. Tapi dia gak jadi tobat karena stigma masyarakat sudah terlanjur jelek tentangnya. Korupsi sama aja kayak narkoba. Kita gak bisa judge pelakunya jahat. Yang bisa kita lakukan adalah ngebantu mereka buat gak gitu lagi. Salah satunya dengan gak ngasih kesempatan.

Dan di atas semuanya. Sebenarnya pertanyaannya mengerucut pada, apa yang harus kita lakukan pada sesama manusia? Kasihi mereka semua.

 

Politik Tai Kucing

Di tempat kuliah MKM yang lama, ada satu bak pasir yang sebenarnya itu hiasan taman, tapi banyak kucing liar yang memakai itu sebagai toilet umum. MKM yakin itu toilet umum soalnya di pojokan ada kucing besar yang jaga. Yang mau lewat kudu ngasi tulang ikan dulu.

Tapi emang bak pasir ini cozy banget buat kucing-kucing itu. Mereka bisa langsung mengubur tainya di dalam pasir. Bahagia buat kucing sesederhana itu. Manusia aja yang ribet.

Begitu juga orang berpolitik. Gak mungkin orang gak punya salah. Tapi dalam berpolitik, di manapun, ini masalah bagaimana kamu mengubur kesalahanmu itu. Oh satu lagi, bagaimana kamu mencari salahnya lawanmu lalu menunjukkan salah itu ke masyarakat.

Hari ini 4 November. Kalo jadi hari ini mau ada demo besar-besaran. Ada sekumpulan orang yang gak suka sama Ahok. Ada juga sekumpulan orang yang gak suka sama orang yang gak suka Ahok. Satu hal yang pasti, Soekarno menegakkan bangsa ini dengan sila ketiganya bukan untuk kejadian memalukan seperti hari ini.

Kalian tahu kenapa ini terjadi? Karena orang buta dan berhenti toleransi. Orang lupa kalau setiap orang pasti ngeluarin Tai. Setiap orang pasti punya salah. Ahok juga. Kalo FPI dkk sadar, maka mereka akan mudah menerima permintaan maaf Ahok. Kalo pengikut Ahok sadar bahwa Ahok juga manusia yang berdosa, mereka akan membiarkan saja Ahok bertanggung jawab atas kata-katanya yang kurang hati-hati itu.

MKM jujur gak suka sama orang yang terlalu mendewakan Ahok. Mau bukti? Skarang kita bandingkan Ahok sama Hari Tanoe. Coba kalo Hari Tanoe yang ngomong nyinggung Al-Quran. Gak akan heboh. Soalnya ini Hari Tanoe, dia bukan siapa-siapa. Dia gak didukung. Padahal dia Kristen, Cina, tapi gak akan seheboh Ahok. Ahok heboh karena baik pro atau kontranya dia sama-sama buta.

Ya gak semua sih. Tapi mostly gitu.

Hari ini ada sekumpulan orang Kristen yang berdoa biar Jakarta hujan lebat. Jahat gak? Cuma buat ngebelain satu orang, mereka mengambil resiko orang-orang gak bersalah kebanjiran. Dikata zaman nabi Musa, cuma ngetokin kayu airnya pergi?

Intinya sekarang semua saling ngomporin. Buat orang-orang yang bikin hestek #IndonesiaSatu atau #JihadGuaKerja, kalian gak sadar kalau secara tidak langsung kalian anti sama orang-orang yang besok demo. MKM bilang, biarin aja mereka demo. Itu hak mereka. Toh juga ada polisi yang siap nembak mereka kalo mereka anarki. Mereka bisa apa? Lempar sorban? Yang kalian lakukan tidak lebih dari memecah Indonesia. Karena KTP mereka juga masih KTP Indonesia. Seradikal apapun mereka sama Islam, mereka masih saudara kita seibu pertiwi.

Dan kalau kalian Kristen, inget, Kristen juga ada aliran radikalnya.

Paling benci sama orang yang majang foto Ahok disandingin sama Yesus. Yakin Ahok suci? Kalopun iya, yakin Ahok bakal suci selamanya? Sejarah membuktikan Raja Salomo cuma bagus di awalnya doang. Setelah terlena dengan jabatannya, dia jadi mengecewakan Tuhan.

Lagian, masih ada lo orang yang pajang foto Ahok sama Yesus tapi sewot kalo ada orang yang pajang foto Bunda Maria.

Kalo kalian mau Ahok tetap bersih, menurut MKM yang harus kalian lakukan justru mengamini semua kesalahan Ahok. Kalian harus curiga sama Ahok. Rekam terus kerjanya. Cara paling baik membuktikan yang kamu percaya benar adalah mencari semua bukti yang membuktikan kalau yang kamu percaya adalah salah. Secara matematika disebut pembuktian dengan kontradiksi.

Sekarang, semua kecurigaan ditumpahkan ke lawannya Ahok. Kalian yakin ini bukan ulah kubu Ahok? Mereka sengaja cari masalah, bikin FPI demo untuk semakin narik simpati rakyat. Logikanya, bangsa bisa bersatu karena punya common enemy kan?

Atas dasar itulah MKM lebih percaya Hari Tanoe daripada Ahok. Bukan karena Kristen atau Cina. Tapi gini, Hari Tanoe ini udah punya TV sendiri. Bininya juga cantik. Kurang apa hidupnya dia? Ngapain cina satu ini ikut2 politik?

Ya alasannya cuma satu. Dia mau memperbaiki Indonesia. Dan dia gak keburu-buru mau jadi presiden. Lihat strategi politiknya. Penonton “anak jalanan” mostly anak kecil. Ia menyiapkan pemilih-pemilih masa depan. 10 tahun lagi akan banyak pemilih yang mikir, “gua utang budi sama Hari Tanoe, tanpa dia, aku tak akan tau apa itu persahabatan dan cinta.”

Dengan niatnya Hari Tanoe yang segede itu, apa yang kita lakukan sama dia? Ngejekin Mars Perindo yang maknanya dalem banget itu. Padahal Mars Perindo itu keren! Walaupun masih kalah catchy sama lagunya mastin.

Ayo dukung Perindo! Hari Tanoe ini ikhlas bangun negara, cuma dia gak tau gimana caranya.

Cara paling mudah memulai toleransi adalah dengan buka mata, buka telinga, dan buka hati. Sadar kalau yang berada di tengah-tengah Pancasila adalah Bintang yang artinya Tuhan Yang Maha Esa, bukan Habib, bukan Ahok, bukan gambar kuda yang ada Jokowinya terus dinyinyir SBY.

Maka hal yang bisa kita lakukan hari ini adalah stop provokasi (dari kedua belah pihak). I am talking to you Blind Christians. Biasa aja. Bangsa ini terlalu mudah buat dikomporin. MKM juga. Buktinya MKM terbakar juga karena kemunafikan orang-orang dan akhirnya harus bikin artikel ini. Capek punya masyarakat yang orang-orangnya mudah terpengaruh sama ide orang lain, lalu terbakar. Masalahnya yang kalian bakar ini tai kucing. Baunya gak enak.

Politik tai kucing. Gak ada kucing yang gali tai temennya, terus marah-marah karena tainya lebih banyak satu gram. Kucing hidup damai walaupun tau temen-temennya tainya banyak. Kucing tetep bisa kawin tiap hari. Bahagia kucing sederhana. Manusia aja yang ribet.