#PPL_Challenge Day 15 – Gaya Mengajar

Hi readers. Karena tiap manusia berbeda, tiap guru pun punya gaya yang berbeda dalam mengajar. Ada yang pelan, ada yang ngelantur, ada yang pelan-pelan ngelantur. Menurut MKM gak ada satu pun yang lebih baik karena semua unik. Ya yang penting adalah berikan diri sendiri yang terbaik (ini udah ada di artikel sebelumnya).

Lalu MKM yang mana? MKM sering mengira bahwa MKM adalah tipe guru yang doyan bercanda. Tapi ternyata tidak. Setelah berefleksi, MKM sadar bahwa MKM adalah tipe guru scientist. Bisa dibilang, sedikit lebih sayang ilmunya daripada murid-muridnya. MKM kalau udah punya konsep di kepala, maunya semua anaknya punya pengertian yang sama seperti MKM, gak boleh kurang. Di dalam matematika, MKM gak mau anak-anak cuma bisa kerjain soal tanpa ngerti apa yang sebenernya mereka kerjakan.

Tapi dalam faktanya, gak semua anak bisa kayak gitu. Sekali lagi guru harus bijaksana. Banyak keputusan-keputusan sulit yang harus dibuat termasuk menahan ego scientist.

Yang sering MKM lupakan sampai sekarang adalah: “We are not shaping mathematician, we are shaping human.” Gak semua anak bakal jadi ahli nuklir dan butuh ngerti calculus dan geometri. Beberapa anak di kelas hanya akan jadi pengacara, psikiater, reporter. Mereka gak butuh tau luasan area di bawah kurva.

Lalu kenapa setiap orang harus belajar Matematika? Learning Math is not to understanding Math. Learning Math is to understanding yourself, to drill your ability in solving problem. Sama kayak kenapa sih di sekolah kudu ada pelajaran olahraga, kan gak semua orang mau jadi atlet ping-pong. Ya buat latihan otot biar kalian gak lemah banget di masyarakat. Walaupun indikator kamu sehat atau enggak, bukan ditentukan oleh kamu bisa lay up atau gak.

Well, buat guru-guru, jangan kecil hati kalau murid kalian gak paham atau gak mau paham. Buat MKM, ini sih mirip kayak gimana MKM meyakinkan orang-orang kalo DC itu super keren dan setiap insan harus nonton Suicide Squad. Tapi kalo mereka malah bilang, “Marvel lebih keren” Ya MKM gak boleh kecil hati dan legawa.

Bisa matematika itu kebiasaan, Paham matematika itu ketekunan, Suka matematika itu panggilan.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: