#MKMspoiler Suicide Squad

Hi readers. MKM baru aja nonton Suicide Squad. Menurut Rotten Tomatoes, film ini jelek. Dan  somehow, menurut mereka film ini jauh lebih jelek dibandingkan Ghostbuster. Well. Untuk menjawab semuanya, MKM sebagai fans berat Batman akan berusaha mengulasnya satu per satu.

Suicide_Squad_Poster

Pertama, pertanyaan yang sering muncul: Mana lebih cocok jadi Joker? Heath Ledger atau Jared Leto? Sebelum mengajukan pertanyaan ini, haruslah dipahami bahwa ini adalah dua hal yang berbeda. Joker milik Heath Ledger adalah Joker ciptaan Christopher Nolan yang memiliki tujuan hidup untuk membuktikan bahwa setiap manusia sesungguhnya sejahat dirinya. Konsep ini sangat keren dan dibawakan dengan bagus oleh Heath Ledger. Sayangnya, film Suicide Squad belum begitu menggali pribadi Joker karena memang fokusnya bukan pada Joker. Namun yang tampak jelas adalah Joker seperti memiliki perasaan pada Harley Quinn. Sangat berbeda dengan Joker ciptaan Nolan yang dengan mudah membunuh bawahannya.

Satu lagi perbedaannya adalah Joker di Suicide Squad memiliki pasukan yang lebih nyentrik daripada di The Dark Knight. Pasukan Joker ciptaan Nolan terbatas dengan topeng badut. Tetapi di Suicide Squad, kita bisa menjumpai topeng dengan berbagai bentuk yang lucu. Dan tampak bahwa pasukan Joker lebih kuat dan solid di Suicide Squad. Maka kesimpulannya, Joker di The Dark Knight adalah individu yang mengerikan karena ia adalah pribadi yang tak terkalahkan dan jahat. Sedangkan di Suicide Squad, Joker dikenal sebagai bos dari kumpulan penjahat nyentrik. Dan untuk menggambarkan konsep itu Jared Leto sudah maksimal melakukan tugasnya. (Ya. MKM tahu mungkin bagi sebagian besar konsep Jokernya Nolan bakal lebih keren. MKM juga merasa hal yang sama kog. Tapi ini hal baru yang tidak mengecewakan).

Film ini memiliki plot yang cukup ringan (tidak seberat Batman V Superman) sehingga penonton tak perlu menerka-nerka apa yang terjadi. Di awal cerita, penonton diingatkan kembali bahwa Superman telah mati (oops, spoiler Batman V Superman). Lalu juga ada penjelasan yang cukup tentang siapa saja penjahat yang tergabung dalam Task Force X/Suicide Squad. Lalu dalam beberapa penjelasan, muncul cameo mengejutkan dari Batman dan Flash. (Well, Flash udah dua kali jadi cameo, apakah ia akan jadi cameo lagi di Wonder Woman? Tunggu saja)

Kisah cinta sangat kuat ditekankan pada film ini. Harley dan Joker, Deadshot dan anaknya, Diablo dengan keluarganya, Katana dengan suaminya, dan tentu yang jadi pusat masalah: Enchantress dan Saudaranya, The Incubus. Film ini berhasil mengaduk-aduk perasaan penonton dan membuat penonton percaya bahwa setiap penjahat, sejahat apapun mereka, masih punya cinta. MKM sendiri, somehow ikut sedih melihat kisah cinta Harley Quinn dan Joker.

Overall, Film ini sukses memuaskan dahaga MKM. Dan MKM harap, film ini juga bisa dinikmati oleh orang lain, sehingga sadar: DC lebih baik dari Marvel.

Oiya. Sering ada sanggahan, DC gak bisa bercanda kalo bikin film. Di Suicide Squad, kalian akan bergantian tertawa dan terharu.

Oke. Sekarang masuk ke kelemahan film. Tenang, MKM bukan fans buta yang gak peka sama kelemahan. Pertama, tiap tokoh kurang begitu digali potensinya. MKM belum melihat kebrutalan Killer Croc (bila kita bandingkan dengan game Arkham Series misalnya), Aneka macam boomerang dari Captain Boomerang (bila kita bandingkan dengan Serial Flash),  dan jurus-jurus pedang Katana (bila dibandingkan dengan Serial Arrow). Adegan perang lawan penjahat utama punya potensi besar untuk lebih keren. Sayangnya bukan Zack Snyder yang menyutradarai film ini, sehingga kita tidak lagi melihat action yang artistik seperti di Batman V Superman (atau bahkan mungkin sebenarnya bisa selevel dengan 300).

Kalau orang lain bilang Viola Davis berhasil memerankan Amanda Waller, MKM sebagai orang yang baca komik Suicide Squad justru bilang ini sebuah kesalahan Casting. Udah jutek dan jahat sih. Tapi Amanda Waller di sini kurang independen (dan sama seperti di atas, kurang digali). Jahat dan tegas, tapi kurang kuat secara fisik.

Selain Viola Davis, kehadiran Karen Fukuhara sebagai Katana juga kurang efektif. MKM sendiri merasa bahwa seharusnya Katana lebih bisa berkomunikasi dengan anggota yang lain daripada berbahasa Jepang melulu setiap kali ada kesempatan. Dan entah kenapa logat Jepangnya kurang kerasa, mungkin karena Karen Fukuhara lahir dan besar di California dan bukan Jepang. Rekomendasi MKM untuk mengganti Karen Fukuhara: Kiki Sukezane (dari Heroes Reborn) atau Rila Fukushima (pemeran Katana dari Arrow).

Plot hole terbesar yang dirasakan oleh MKM dari film Suicide Squad adalah: Sang penjahat sebenarnya sedang membangun sebuah mesin. “Mereka kini menyembah Mesin. Akan kubuat mesin untuk menghancurkan mereka.” Kata penjahatnya. Nah, Film ini kurang menunjukkan, sebenarnya mesin apa yang dibangun. Buat MKM itu hanya terlihat sebagai hal supernatural dengan elemen petir (bukan mesin).

Tapi adegan paling akhir dari film ini mengobati semuanya. Haha.

Overall, Film ini 7 dari 10. Buat orang yang udah biasa nonton Avengers, nonton film ini kalian akan merasakan hal yang jauh lebih keren. Percayalah.

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: