Dear Mantan

Dear mantan. Kamu yang pernah mengisi hati dengan damai. Alangkah indah memori yang ada tentang kita walau singkat tak sebanding dengan usia nafasku.

Terima kasih atas sumbangsihmu pada kanvas putihku. Walaupun warna cerahmu berdegradasi kelabu. Maafkan aku bila aku di sini masih saja belum beralih jauh dari warnamu. Aku masih saja melukis di sekitar situ. Berkutat pada masa lalu tanpa belajar suatu apapun.

Sedikit saja langkahku yang kusombongkan pada dunia bahwa aku maju. Sedikitlah majuku dibanding teman-temanku dan kamu. Itu salah. Seharusnya berpisahnya kita adalah keputusan yang baik dan membuat kita semakin berguna, bukan diam pada ketidak beraturan. Lalu terpuruk dalam penyesalan.

Maka bila mulai hari ini aku mengingatmu, aku tidak lagi mengingat indahmu, ataupun luka yang disebabkan karena aku dan kamu. Tetapi aku akan mengingatmu sebagai pribadi yang telah jauh mengalahkan aku. Pribadi yang meninggalkanku, yang dengan bodohnya aku tidak juga sadar bahwa aku butuh melangkah.

Mulai hari ini aku akan berlari. Bukan dari kenyataan. Tetapi berlari menuju masa depan. Aku sadari aku telah jauh tertinggal di belakang, dan aku harus berlari.

Aku dulu pernah mencintaimu. Namun kita telah memutuskan, setidaknya secara sendiri-sendiri, untuk mencintai diri sendiri. Dan kamu melakukannya dengan cukup bagus, kau gapai impianmu tanpa aku. Dan itulah yang kuharapkan dari pribadi yang kuat sepertimu.

Sedangkan aku, akan kuhentikan sikap mengasihani diri sendiri ini. Aku akan mulai melangkah. Aku akan berontak pada diri ini. Lalu aku akan berlari, sehingga kau kembali melihat punggungku. Bukan sebagai punggung yang patut dipeluk dari belakang, melainkan punggung pembuktian diri bahwa aku juga bisa sepertimu. bahkan lebih baik.

Maafkan aku mantan. Ah, tidak, maafkan aku diriku.

 

-Dari MKM, untuk mantan, dan untuk semua orang yang sangat ingin move on tapi susah-

Tags: , , ,

One response to “Dear Mantan”

  1. penulismalas says :

    Dear mantan, maafkan aku yang dulu pernah kesemsem kamu dan maafin lagi aku yang sekarang karna udah nyadar bahwa dulu kita pernah alay jadi ga usah ngajak balikan..

    tambahan kakk, buat yang lagi galau move on wkwkwkkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: