Kekerasan dalam Sekolah

Hi readers, kalian ngerti bocah ini?

dibela

Sok ganteng ya? coba bandingin sama yang ini:

picture086

Masih ganteng muka bangun tidur MKM kan ya?

Jujur MKM agak iri lo sama bocah ini. Dia cukup ngelaporin gurunya ke pengadilan, terkenal. MKM udah nulis blog dari jaman Tyranosaurus evolusi jadi cicak tapi tetep aja gak terkenal. Well, banyak pro kontra sih tentang kasus ini. MKM sebagai calon guru, akan bahas kasus ini lewat sudut pandang MKM.

Pertama, mari kita telaah dulu kasusnya. Ni ada guru nih, namanya Bapak Muhammad Samhudi, Guru olahraga di SMP Raden Rahmat Balongbendo, Sidoarjo, Jawa Timur. Beliau ngajakin murid2nya sholat. Eh si bocah ini bolos. Gak ikut. Dicubit sampe bekas kayak segel sasuke. Trus si bocah yang bapaknya tentara, merasa bisa menuntut gurunya lewat jalur hukum, dituntutlah gurunya pake undang-undang kekerasan pada anak. Nih undang-undangya:

UU Nomor 23 Pasal 80 ayat 1 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak :

Setiap orang yang melakukan kekejaman, kekerasan atau ancaman kekerasan, atau penganiayaan terhadap anak, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

Gila! Jarang-jarang lo blog ini bagi-bagi ilmu. Apalin gih undang-undangnya, siapa tau keluar di ujian PKN.

Udah tau ya kasusnya. Menurut MKM, setiap pihak ada salahnya. Salah gurunya, murid sholat gak boleh dipaksa. Siapa tau, dalam lubuk hatinya, dia pingin pindah Agama jadi Kristen? Trus dia gak nyaman sama segala bentuk sholat karena itu bukan panggilannya.

Mestinya guru ini bisa kasih pengarahan baik-baik. Fasilitasi anak ini kalo emang mau pindah agama. Eh tapi kalo niatnya emang gak pindah agama, ingatin dia buat menjalankan kewajiban agamanya. Bilangin kalo beragama itu gak boleh nanggung. Tentu MKM setuju bahwa anak zaman sekarang sudah susah dibilangin baik-baik. Tapi kalo semua guru mikir begitu, trus jahat sama muridnya, gimana murid mau betah di sekolah?

Ya MKM percaya pasti bapak guru udah ngomong juga baik2 awalnya, dan si anak tetep ngeyel, dan akhirnya senjata terakhir keluar yaitu cubitan orochimaru. Diliat dari bekas lukanya, itu adalah cubitan yang dialiri cakra yang cukup besar. Artinya, emang itu hal yang kasar dan dasarnya kebencian. Inilah tantangan guru zaman sekarang, dapatkah kita menemukan bentuk punishment yang dasarnya adalah kasih? Atau masih mau seperti zaman dulu ketika murid kalau salah dipukuli?

Kedua, muridnya juga salah. Tau murid sok rebel gak? Ya ini. Masi SMP sok ngerokok. Kata dosen MKM, orang yang ngerokok, secara psikologis mereka akan menjadi pribadi yang suka memberontak. Dan benar. Kejadian kan? Saran MKM, jaga kesehatan buat kalian para pelajar SMP. Daripada buat beli rokok, mending buat beli makan. Percaya sama kakak ya dek, nanti kalo udah kuliah (minimal), dapet makanan layak itu susah banget. Cari makan itu susah. jadi waktu kecil jangan foya-foya ke rokok. Kamu belum ngerasain rasanya sehari cuma makan mi kuah satu biji (dipatahin 3, satu buat pagi, satu buat siang, satu buat malem, masing2 kalo bikin kuahnya dibanyakin biar kenyang air).

Trus si bocah ini sok kaya. Sok bisa bayar pengacara. Well, mungkin kamu bisa. Tapi kalo ada masalah begini, mestinya ngomongnya ke kepseknya dulu. Kasih tau kepseknya kalo ada salah satu gurunya yang membenci siswanya. Setidaknya, kebencian ini harus dihapuskan dari sekolah tersebut. Kalau ada sekolah yang masih menyimpan kebencian pada salah satu saja muridnya, maka sekolah itu tak boleh menyandang visi, “Menjadikan siswa sebagai pribadi yang berakhlak.” Karena Akhlak yang baik bermula dari kasih yang mampu mengampuni.

Di dunia kerja ya dek, kalau mau menyelesaikan masalah, itu urut sesuai hirarkinya. MKM curiga jangan-jangan kalo anak ini jadi korban pemerkosaan, dia gak lapor ke polisi, tapi lapor ke Presiden. Itu pun Presiden US. Sok penting anak ini.

Terakhir, Kau pendukung Brazil! Dulu emang bagus, tapi buktinya 2014, tuan rumah, tapi gak bisa juara. Udah, kau dukung Uzbekistan aja di Piala Dunia.

Pesen MKM buat para guru (atau calon guru) yang baca artikel ini. Jangan menyerah jadi guru. Gak semua murid kurang ajar kog. Semangat!

Tags: , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: