Archive | June 2016

Tipe-tipe Orang Kalo Lagi Nge-Gosip

Hi readers, gosip itu hal biasa di Indonesia. Gak cuma buat cewe, cowo pun ngegosip juga. MKM sendiri adalah orang yang disebut-sebut sebagai muka gosip. Makin digosok makin mirip hansip.

#abaikan #gaklucu

Dalam satu persekutuan ngegosip, pasti ada orang-orang seperti di bawah:

  1. Confirmative
    Orang yang ini adalah orang yang kalo mengawali gosip kayak gini: “Eh, katanya, si MKM hamil ya?” Somehow, kata “katanya” jadi sebuah imbuhan yang bikin orang-orang percaya kalo hal itu bener. akhirnya pendengar jadi tercuci otak dan ikut dalam arus pembicaraan yang penuh dusta.Padahal ceritanya, si dia ini nanya, bukan ngasih info. Keuntungan strategi ini adalah kamu gak akan disalahin kalo kamu nyebarin kabar salah. Kan pada awalnya kamu emang cuma nanya.
  2. Initiative
    Orang yang begini, mengawali sesi gosip mereka dengan, “Kalian tau gak sih… ternyata….” Nah orang-orang ini adalah orang-orang yang murah hati. Mereka senang berbagi. Dan somehow, info mereka banyak, sampai-sampai kita bingung, dapat dari mana info-info itu.Hal yang menyenangkan bila kita punya teman yang seperti ini. Kita tak lagi butuh koran/twitter/tv untuk memberitahu kita apa yang terjadi di sekitar. Orang kayak gini, Yesus belum tau kiamat kapan tapi dia udah tau.
  3. Analyzer
    MKM bikin bahasa inggris biar keren aja. Tapi sebenernya MKM lebih suka manggil orang-orang begini dengan sebutan “Tukang Suudzon.” Suudzon artinya berprasangka buruk. Orang yang begini ini aslinya cerdas, sayangnya, ia menggunakan kekuatan deduktifnya untuk menciptakan dugaan-dugaan yang merusak persahabatan.

    contoh, “Eh liat itu deh. Si dia, baru nikah seminggu, perutnya udah gede. Jangan-jangan dia hamil di luar…. kotak pinalti.” Gara-gara orang kayak begini, fakta sederhana bisa melebar ke mana-mana dan membuat sebuah berita baru.

  4. Uninformed
    Di setiap persekutuan, pasti ada aja orang yang berespon, “Oiya? Aku kog baru tau?” Padahal itu berita udah tiga bulan lalu. Orang-orang yang gagal berkomunitas seperti ini memang ada, dan jumlahnya banyak. Dan mungkin kalian adalah salah satunya. Jangan sedih, gak harus kita tau semuanya. Tapi kalo setiap kali temen kalian cerita dan kalian gak ngerti apa2, GET A LIFE BRO. jangan mengurung diri di kamar terus.

    Salah satu kesalahan orang-orang ini adalah kalo udah dapet info, sok ngerti, trus sok nyebar-nyebarin. Nyebarin info di kalangan manusia ini jadi makin lancar setelah manusia mengenal istilah, “Jangan bilang dari gua ya…” dan “Ini di antara kita aja ya…” Percaya sama MKM, ga ada manusia yang bisa dipercaya. Sedeket-deketnya sahabatmu sama kamu, suatu saat akan keceplosan juga.

Ngegosip itu bukan hal baik, readers. Mending gunakan waktu dengan efektif dan menjauhi dosa. Misalnya olahraga, baca blog MKM, main monopoli. Selamat berpuasa. (Rasanya kalo udah tanggal segini, bukan cuma yang muslim aja yang puasa. Anak kost dan anak asrama kere)

Kebetulan yang Bikin Baper

Hi readers, pernah gak sih lagi jalan-jalan santai sambil ngelamunin gebetan, eh tiba-tiba si doi menyapa. Trus ada suara sok asik dari dalam hati yang bilang, “Wah, ini pasti takdir Tuhan.” Itu hati nurani kafir sekali. Sok ngerti apa mau Tuhan. Sok nabi.

Kebetulan yang paling klise itu kalo kamu lagi ngelamun, liat kanan kiri, eh jadinya malah gak sengaja liat-liatan sama orang yang lu suka. Trus hati kecil berkata, “Dia pasti daritadi juga liatin aku.” Enggak nyong! Siapa tau dia emang lagi nyari nyamuk.

Kata orang di gereja, tak ada yang kebetulan. Semua adalah rencana Allah. Bener sih. Tapi gak semua hal bisa kamu cocoklogi dan akhirnya ambil kesimpulan sendiri. Kalo mau liat dia jodoh atau bukan, gak usah liat dari kebetulan-kebetulan yang ada, tapi yang pertama liat dari…. Isi dompetmu. Sanggup gak sama gaya hidup doi.

Kadang yang kamu bilang kebetulan juga gak selamanya kebetulan. “Kebetulan hari ini aku ketemu dia di sekolah.” Iya emang kamu satu sekolah sama dia! Gak ada kebetulannya! Kecuali kalo kamu sekolah di Bandung, dia sekolah di Uzbekistan, nah itu kebetulan!

Kamu abis berantem sama pacar, trus pergi cari minum biar fresh. Kebetulan ketemu cewe cantik yang sama2 pake baju merah. Itu embak2 alf*mart!

Baru kenal sama cewe, sok tanya, “Kamu paling takut sama hewan apa?” “Ehm… aku takut sama ikan hiu..” “Wah kebetulan aku juga…” Ya semua orang juga takut ama hiu! Deni manusia ikan juga ciut kalo suruh kenalan sama hiu!

Buat insan yang sedang dirundung jatuh cinta, tolong bapernya dikontrol. Kalo semua hal kalian maknai dengan kebetulan, maka kalian akan susah melihat kebetulan sebenarnya yang telah dirancang Tuhan agar kalian bersyukur. Mukjizat itu nyata, tapi over baper juga nyata.

Screwed-Up-O-Meter

Hi readers, do you ever think that your life is so screwed up? But maybe you are not screwed enough compares to other people. How do we define screwed up? What is the standard of screwed up? Let me share to you: Screwed-up-o-meter. These are questions to measure your level of screwed up.

  1. What is left with you?
    If you are having a big problem but you still can go to some drinks, you are not screwed up. You still have money with you. If you still have friends with you, be grateful. You are not facing this alone. If you still have your clothes with you, you are officially not screwed up (I just read that screwed up also means perverted/raped).
  2. Who makes you screwed?
    If you are screwed by your beloved one, you are really screwed up. But if you are screwed by your girlfriend, your are not screwed up. It is your own fault, why are you dating her in the first place? Basically, if you are screwed by your own fault, it is not screwed up. You are just stupid. If you are screwed by your own fault consecutively, you are simply retarded.
  3. Where is your dignity?
    Can you face the public after that disaster? If people ask “what happened?” can you give them some reasonable answer? If you are totally humiliated, full of shame, and no one wants you, you fulfill the criteria of screwed up. But if you can lie to others, “I’m strong” (like girls usually do), don’t you ever consider yourself as screwed. You are just weak liar.
  4. When is the due for the solution?
    If you still have time to make it right, stop complaining! Do something! If the death is already sentenced to you, then congratulations, you are screwed up. As long as there is time, even just a flash, there is something can be done. Don’t give up. Don’t be panic. Don’t be stupid.
  5. Why are you still alive?
    Do you still have reason to be alive? If there is a reason, fight for it. Don’t give up. Life may screwed you up, but you are stronger than this. But sometimes, the only reason you are alive now is to be dead soon. So, die in the right time, dude. And please, die in style.
  6. How are other people around you?
    Can you find people that more screwed up than you. If there is one, then you are not screwed up enough. You are not in the highest level of screwed up. If you are not, then what’s the point of being screwed up? Your story will be forgotten. Your options are only being the most screwed up person in the world, or try to fix it.

Here is the thing guys. Don’t come up easily with the conclusion: I am screwed up. Instead, try to think of everything to make it better. Win this battle. Like Jesus. He fulfilled all the criteria of screwed up, but he wins!

 

Gereja Mulai Aneh (MKM dan LGBT part 2)

Hi readers,baru-baru ini beredar surat dari PGI tentang pendapatnya tentang LGBT. Apa itu PGI? Persatuan Gamers Indonesia.

Ya ngapain gamers ngurusin LGBT. Gamers mah mending ngurusin cheater, hode, atau warnet yang internetnya suka nggak stabil. PGI itu Persatuan Gereja-Gereja di Indonesia. Ini adalah organisasi ketua-ketua dari beberapa denominasi di Indonesia. Buat kalian yang non Kristen, gampangnya, sekarang beberapa gereja telah setuju dan menyatakan dukungannya pada kaum LGBT.

Oke. MKM sih tetep pada pendirian. Buat MKM LGBT itu dosa dan aneh. Tapi kalo kalian nekad pingin nyoba, minimal MKM udah pernah kasih tau kalo itu bakal gak enak, dan enakan normal. Yang mau MKM bahas pada artikel kali ini bukan LGBTnya, tapi gerejanya.

Menurut MKM, gereja yang baik adalah gereja yang dosa atau gaknya orang gak ditentukan oleh rapat, tapi ditentukan oleh Firman Allah. Ya dari zaman Kaisar Konstantin sampe zaman Kim Jong Un ya homoseksual itu dosa di Kristen. Di Kitab Suci jelas.

MKM bilang, telat aja gereja-gereja yang kayak gini. Pemuda gereja kalian nonton bokep, seks sebelum nikah, coba-coba narkoba, kalian gak heboh. Ini LGBT ngetren kalian heboh. LGBT mirip aja kayak seks di Negara-negara barat. Belum nikah, tapi udah hubungan seksual, mereka bilang itu hak asasi, hak untuk bahagia, hak untuk mencintai. Dosa? Dosa! Respon kalian? Biasa aja. Film dan serial penuh adegan seksual (premarital seks) masuk ke Indonesia juga kalian gak ada protesnya.

Orang LGBT bilang kalo dalam diri mereka ada dorongan yang sangat kuat untuk mencintai sesama jenis. Nih simulasi miripnya:

Cowo: Aku sayang banget sama kamu. Dan aku punya dorongan yang sangat kuat untuk having sex sama kamu.

Cewe: Oke. Gak apa-apa. Itu hak kita. Main aman ya….

See? Mau bilang yang itu gak dosa? Ya mau gak mau, dunia kita emang udah rusak. Sekarang kitanya mau serupa atau melawan dunia? Kan Alkitab juga udah bilang, kalo ikut Kristus itu kebodohan bagi dunia. Ya ujung-ujungnya emang kita bakal keliatan bego dan kolot bagi dunia. Tapi itulah kita, orang Kristen gak boleh setuju kalo LGBT itu normal.

Intinya, gak usahlah LGBT ini diperdebatkan. Selain jawabannya udah jelas, telat! Gereja udah banyak kecolongan. Mending, sekarang gereja mikir, gimana caranya buat tetep mengasihi orang-orang berdosa, dan sadar kalau dirinya juga penuh dengan dosa! Saran MKM: nonton Stephen Tong deh. Walaupun suaranya ngotot pake urat leher, tapi inti khotbahnya pas buat gereja-gereja yang mulai aneh gini.

Benci aksinya, jangan orangnya. Biarkan dunia memperlakukan manusia sesukanya. Kalau gereja tidak bertahan teguh, pada siapa lagi kita belajar tentang kebenaran absolut di tengah dunia yang serba relatif ini?

PS: Jangan paksakan keyakinanmu pada orang lain dan jadi orang menyebalkan. Teguhlah, dan biar Roh Kudus yang bekerja.

Sang Nelayan

Galilea tak pernah sedingin ini. Langitnya biru padam. Pantainya begitu pasrah dipijaki Anak Manusia. Alam pun tahu kunjungan Tuannya. Kini Anak Manusia duduk di atas sebuah batu karang. Mata-Nya memandang pantai dengan seksama.

Beberapa nelayan sedang membersihkan jaring mereka. Tak ada ikan yang mereka dapat. Wajah sedih mereka mewarnai pagi yang biru itu. Satu dari mereka menatap jauh ke laut, mengutuki ombak dan garam lautan. Dalam hatinya yakin bahwa Allahnya tak akan membiarkannya dan keluarganya kelaparan.

Siapa dia?

Simon, batu karang-Ku.

Mau Kau apakan dia?

Dia yang akan Kupilih. Aku yakin padanya.

Dia? Dia hanya nelayan. Bisa apa dia? Ilmu tauratnya tidak cukup tinggi untuk memahami, apalagi mengajar.

Aku yang akan mengajarinya. Dia akan menjadi guru yang besar, menyerupai-Ku.

Dia keras kepala. Apakah orang seperti itu bisa diajari?

Tak ada yang mustahil bila Bapa menghendaki.

Sekeras apapun Kau mengajarinya, Kau hanya punya waktu tiga tahun. Kau tahu itu. Kau tak akan sempat….

Tiga tahun cukup. Bahkan hanya butuh tiga hari bagi Bapa untuk membangun Bait-Nya.

Imannya akan goyah!

Tetapi dia akan bangkit.

Dia akan tenggelam!

Dan Aku akan menariknya kembali.

Dia tak tahu apa-apa! Dia hanya tahu cara menjala ikan dan menebas pedang! DIA TAK PUNYA IMAN!

Anak Manusia terdiam. Anak Manusia bangkit dari duduknya, lalu berjalan ke arah pantai. Jauh di hadapannya, sang nelayan berlutut di dalam kapalnya dan berdoa. “Kau yang empunya kehidupan, ampunilah hamba-Mu yang berdosa ini.”

Aku tahu dia punya iman. Sedikit saja cukup.

Dia akan membuat banyak masalah untuk-Mu.

Tidak masalah.

Anak Manusia tetap berjalan. Ia semakin dekat dengan kapal yang sejak tadi Ia amati.

Dia lebih mencintai dirinya sendiri daripada-Mu.

Tetap Aku akan mencintainya.

Dia akan menyangka-Mu!

Aku tahu.

Tiga kali!

Aku tahu!

Dia akan meninggalkan-Mu!

Aku tak akan meninggalkannya.

Bahkan di saat terburuk-Mu! Di sakratul maut-Mu! Ujung derita-Mu! Dia akan berpaling dari-Mu!

Anak manusia sampai di kapal itu. Ia memanjat naik, lalu duduk di hadapan sang nelayan. Mata mereka beradu. Sang Anak Manusia, mengetahui segala kelemahan sang nelayan, hari itu memberikan kesempatan besar pada sang nelayan untuk merubah hidupnya selamanya. Sang nelayan, seorang pria biasa yang tidak layak mendapat penghargaan apapun, telah ditetapkan untuk berhenti menjala ikan, dan beralih menjala manusia.

“Bertolaklah ke tempat yang lebih dalam.” Kata-Nya.

 

 

-Hi readers, sekarang MKM lagi keranjingan bikin cerpen. Ini sih hasil dari seminar2 yang MKM jalani beberapa minggu ini. semoga kalian suka.-