Obat, ditelen vs dikunyah

Hi readers, apa cara paling tepat untuk mengkonsumsi obat? Ditelen? Atau dikunyah? Buat kalian semua yang makan obatnya ditelen, kafir kalian! MKM pro obat dikunyah.

Setiap kali MKM bilang gini, pertanyaan yang pasti muncul dari orang-orang adalah, “Enak?”

Ya enggak lah! Obat ya pahit!

Tapi gini guys, minum obat ditelen membuat perut kalian berusaha lebih keras untuk mencerna obat itu. Kalian butuh obat, berarti tubuh kalian udah sakit. Ngalah dikit lah untuk meringankan tugas tubuh kalian. Pahit-pahit dikit. Biar cepet sembuh.

Gimana kalo penyakit kalian menyebabkan usus kurang bisa berfungsi dengan baik sehingga obatnya gak ancur, trus obatnya jadi nyumbat di usus. Kalian bisa kena usus buntu! Maunya sehat malah nambah penyakit.

Kenapa sih kalian memilih ditelen? Biar cepet? Kafir sekali alasannya. Ingin sembuh tapi ingin instan? Semua butuh pengorbanan.  Ini nih dampak budaya kekinian yang gak bener. Segalanya mau instan.

Kita harus budayakan minum obat dikunyah. Ini semua demi solidaritas. Kasian teman-teman kita yang mengkonsumsi obat dengan cara dikunyah. Mereka akan merasa dikucilkan oleh masyarakat. Mereka tidak akan diterima di universitas. Mereka tidak mendapat lapangan pekerjaan. Kemiskinan dan penderitaan disebabkan oleh ego kita yang tidak mau mengunyah obat.

Dengan mengunyah obat, kalian sebenarnya sedang latihan untuk menghadapi pahitnya hidup. Menelan obat hanya untuk orang lemah.

Selamatkan teman-teman kita yang gak bisa nelen obat (termasuk MKM)

#SaveObat #ShareTheLove #Shalom1Jiwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: