Ujian Nasional

Hai pembaca! Agak telat sih buat ngomongin ujian nasional. Tapi MKM ngerasa gatel aja buat ngomongin ini. MKM sebagai calon guru, melihat ada 2 noda besar dalam pendidikan di Indonesia, satu Ospek, dua Ujian Nasional.

Kali ini MKM mau bahas tentang Ujian Nasional. Kenapa namanya Ujian Nasional? Karena itu adalah ujian yang dilakukan secara bersama dalam 1 negara. Jadi kalo ada daerah-daerah yang ujian nasionalnya telat, mungkin itu tanda-tanda mau dikeluarkan dari Negara. Susahnya, kalo udah dikeluarin dari Negara, gak mungkin daerah itu daftar Negara lain.

Gak cocok banget. Misalnya Jombang dikeluarkan dari Indonesia, terus Jombang daftar ke Perancis biar diakui jadi daerahnya. Bayangin aja kalo kamu naik bis Puspa Indah dari Malang ke Jombang, terus di tengah perjalanan kernetnya bukan nagih duit, tapi nagih paspor. Itu aneh banget!

Ujian nasional ini sekarang ada 20 tipe soal berbeda. Ini membuat para peserta curiga (dan emang kayaknya keadaan menyatakan) bahwa 20 soal itu tidak memiliki bobot kesulitan yang sama. gimana caranya seseorang bikin 20 soal dengan tingkat kesulitan yang sama dan indikator yang sama. mungkin soal-soal pertama masih bagus. Soal-soal terakhir udah mulai gak jelas. Contoh: Salah satu jenis virus yang bisa menular lewat hubungan seksual.

a. HIV        b. HINA        c. HAIYA       d. HEHE              e. HAYO APA COBA

Akhirnya, para siswa yang gak yakin sama masa depannya mulai cari bocoran jawaban. Lalu mereka menyontek saat ujian. Jadi ini bukan ujian kognitif lagi, tapi ujian menyontek. Ini Ujian Nasional atau Ujian Chuunin nya Naruto?

Tapi beda. Kalo Naruto, dia ketauan nyontek, dia gugur. Kalo Ujian Nasional enggak. Udah jadi rahasia umum kalo banyak sekolah yang “bekerja sama” dengan para pengawas agar para pengawas “mengizinkan” siswa untuk menyontek. Kalo gitu caranya, buat apa sekolah selama ini mengajarkan moral “jangan menyontek” selama 3 tahun kalo pada akhirnya dilanggar sendiri oleh sekolahnya? Jangan munafik la. Mending dari awal aja ajarin ke siswanya cara menyontek. Jadi ada mata pelajaran sendiri “Seni Menyontek.”

Udah rahasia umum kalo ujian nasional selalu bocor. Menteri diganti berapa kali pun akan tetep bocor. Jadi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, yang harus ditingkatkan itu bukan sistem ujiannnya, tapi kualitas gurunya. Jadi buat para calon guru, jangan nyontek waktu kuliah! Mau nerusin tradisi bodohnya Indonesia?

Selamatkan Pendidikan Indonesia! Selamatkan masa depan bangsa kita! Shalom Satu Jiwa!

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: