Kristen Na-Pas, Kristen Gak Niat

Selamat paskah hai pembaca sekalian. Cie…. Yang sejak natal gak pernah ke gereja, sekarang muncul lagi….

Ini beneran temen-temen. Gereja itu kalau lagi hari biasa (bukan natal bukan paskah) itu sepi banget. Kayak distro jas yang harga per potongnya 2 jutaan. Tapi kalo lagi hari besar, penuh banget kayak pasar. Sampe tumpeh-tumpeh.

MKM sih gak tau apa motivasinya orang yang cuma ke gereja natal paskah. Ibadahnya kayak ngisi nomer telepon sendiri di buku agenda sekolah. Itu cuma formalitas. Toh buku itu yang baca juga cuma kamu.

Kalo emang gak punya hati ke gereja, daripada cuma buat formalitas, mending gak usah sekalian. Toh nanti kalian juga gak akan diakui kog sama Tuhan Yesus.

Lalu kalian berdalih, “kan yang penting hatinya.” Ya Iman tanpa Perbuatan kan mati, keleus…

MKM sedih sama orang-orang kayak gini. Udah ke gereja cuma waktu natal paskah, bawa anak kecil pula. Itu kan membuat anak kecil yang masih polos jadi ikut berdosa.

Lagian ada anak kecil di gereja itu annoying banget. Lagi fokus-fokusnya dengerin Pastornya khotbah, eh ada anak kecil nangis. Annoying aja. Mirip kayak kita udah seneng ada calon presiden yang meyakinkan lagi mendeklarasikan pencalonannya, terus ada saingannya yang jelas-jelas akan kalah sewot. Pasti udah tau kan siapa?

MKM bukan menolak ada anak kecil di gereja, atau berniat menjauhkan anak-anak dari Tuhan. Tapi MKM menghimbau tiap orang tua buat kasih bimbingan ke anaknya. Kasih tau mereka kalau ke gereja itu tiap minggu. Kasih tau kalo pastor lagi ngomong itu kita harus fokus dengerin. Tapi kalo orang tuanya aja gak bisa dijadikan teladan, mau jadi apa anaknya? Lagi-lagi Kristen natal paskah.

Orang tua menyiasati anak yang berisik di gereja dengan cara membawa mainan kesukaan si anak. Itu salah! Selain bikin anak gak fokus, itu malah bikin anak berisik. Main mobil-mobilan, ditabrak-tabrakin ke orang sebelah, mobilnya jatuh, kecelakaan, masuk jurang, meledak, dia nangis. Semua orang jadi gak konsen.

MKM pernah misa bareng anak kecil yang dibawain buku dongeng ama orang tuanya. Dia baca, tapi gak di dalam hati. Bacanya keras-keras. Begini, “Putri bertemu kodok. Putri mencium kodok. Kodok jadi pangeran. Mereka menikah. Pangeran gak bisa move on dari kodok betina. Putri kecelakaan. Pangeran cium kodok. Kodok jadi Ibu-ibu. Pangeran dan Ibu-ibu menikah. Tamat.” #DongengSesat

Paskah itu momen kebangkitan. Kita juga harus segera mati dan hidup baru. Bertobatlah, kerajaan Allah sudah dekat! Jadilah Pengikut Kristus yang utuh. Ajarkan pada anak-anakmu kebaikan Allah. Shalom Satu Jiwa!

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: