Guru yang Humoris

Salah satu tantangan dari dunia pendidikan sekarang adalah makin banyak siswa yang membutuhkan guru humoris. Guru yang lucu dipandang lebih bisa menyampaikan materi dengan baik. Tapi jadi guru lucu itu gak semudah nyolong sempak temen asrama. Jadi guru biasa aja susah, apalagi guru yang lucu.

Banyak faktor yang membuat guru jadi gak lucu, salah satunya adalah masalah pelajaran. Beberapa pelajaran emang susah dibikin lucu. Matematika contohnya. Apa yang bisa dibikin lucu dari matematika? sama dengan(=)? gurunya ngomong di depan kelas, “Eh anak-anak, sama dengannya lucu ya… ayo kita ketawain… hahahaha…. ” gitu? #okesip

Pelajaran sejarah juga sama. Susah dibikin lucu. Mau bikin guyonan dari orang yang udah meninggal? Gak takut kualat? Itu nanti di akhirat, Pak Harto curhat ke Soekarno, “Bro, orang di dunia sekarang jahat. Masa gara2 wakil presidenku gak begitu terkenal, aku dibilang JoNes?” “Makanya sob, kamu itu dulu mestinya kompak sama wakilmu. gitu. kayak aku dong… sampe ada yang Kudeta, kami masih terkenal dua-duanya…” “Ah ya udah, biar tetep eksis, aku sama wakilku mau foto dulu di instagram. follow aku ya bro..”

Takutnya, nanti muncul guru-guru absurd. Dia ngajar begini, “oke anak-anak, Pak guru mau bilang bahwa hampir semua teori di dunia ini itu gak bener. Ada teori yang mengatakan bahwa manusia itu makhluk sosial. Itu salah. Buktinya saya dulu IPA, bukan sosial. Ada lagi teori yang mengatakan bahwa manusia itu selalu belajar di dalam segala hal. Itu salah. Buktinya bapak dulu waktu sebelum ujian gak pernah belajar. Jadi kemungkinannya cuma dua ya: Memang semua teori itu salah, atau saya yang bukan manusia.” Mau jadi apa muridnya?

Tapi mau gak mau, guru itu emang harus berkembang. Kebanyakan orang yang humoris karena sering nonton yang lucu-lucu. Sayangnya guru zaman sekarang tidak begitu. udah 2014, nontonnya masih filmnya Rhoma Irama. Nonton film yang baru, film horror, featuring Suzzana. seleranya gak berubah. kalau gitu terus kan susah untuk memahami jalan pikiran anak zaman sekarang. Ada juga guru yang sudah beralih nonton stand up comedy. komikanya: Rhoma Irama. ternyata kampanye capres…

kalau menurut kuliah yang MKM dengerin (walau gak sempurna karena banyakan tidurnya), kelas yang kondusif itu hasil kerja sama guru dan murid. Menurut MKM jadi guru yang humoris itu gak begitu penting. yang penting adalah bagaimana seorang guru tidak hanya mengajar, tetapi benar-benar mengambil bagian penting dalam hidup seorang murid, agar hidup murid menjadi lebih baik. Shalom Satu Jiwa.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: