Pentingnya Melestarikan Medhok Jawa

Pembaca yang berbahagia, sadarkah bahwa bangsa Indonesia sering tidak menghargai budayanya sendiri. Tapi ketika budayanya dicuri “Maling Sialan” bangsa Indonesia marahnya bukan kepalang. Kesadaran bahwa budaya itu penting sangatlah kurang, terutama di kalangan remaja. Salah satu budaya yang harus kita jaga adalah medhok jawa.

Apa itu medhok bisa dilihat di artikel ini: https://themkm.wordpress.com/2013/08/26/medhok-bukan-dosa/

Orang yang medhok biasanya dicap sebagai orang ndeso, walaupun sebenarnya mereka juga mengikuti perkembangan zaman. Orang zaman sekarang aktif di jejaring sosial, orang medhok juga aktif di jejaring sosial antar RT berupa pos kamling. Di era orang-orang menggunakan HP super besar untuk main game, orang yang medhok juga main game di HP, HP-nya khusus untuk nge-game: Nokia N-Gage. Akhirnya stereotype itu meluas, hingga orang medhok di FTV selalu kebagian tokoh pembantu/tukang ojek/Presiden yang gak pernah balas mention di twitter.

Medhok dibutuhkan di Indonesia. Terutama sejak kata jancok, kontol, dan asu masuk di dalam KBBI. 3 kata ini bila diucapkan tanpa medhok akan kurang terasa. 3 kata ini masuk ke dalam KBBI bukan untuk mengajarkan bangsa Indonesia memaki, tapi untuk memberi bangsa Indonesia kekayaan diksi untuk menyadarkan orang-orang gak tau diri yang mencalonkan diri jadi Presiden RI. Contohnya pembaca tau sendiri…

Tidak ada orang yang terlahir medhok. Medhok diperoleh dari orang tua. Maka dapat disimpulkan bahwa leluhur orang jawa semuanya medhok. Banyak kerajaan besar yang berpusat di jawa, contohnya kerajaan Majapahit. Maka dapat dipastikan bahwa misi Gajah Mada waktu itu adalah untuk membuat seluruh nusantara menjadi medhok.

Ini adalah misi yang sungguh mulia. Dan mestinya presiden kita yang baru nanti segera menaruh perhatian pada budaya kita yang satu ini. Segeralah untuk mematenkan medhok di PBB, biar gak dicuri bangsa lain.

Sudah cukup Jawa kehilangan asetnya. Cukup Badak Jawa saja yang punah, jangan medhok. Kalian tidak mau kan bila suatu saat ada penampungan orang-orang medhok untuk dibudidayakan (Suaka Marga Medhok)? Jadi orang-orang ini dikumpulkan dalam suatu hutan seperti habitat aslinya, lalu mereka berkembang biak di sana agar tidak punah. Setiap lahir satu dikasih kode angka di pantatnya.

Pesan Moral: Lestarikan budaya sendiri. Cintai produk dalam negeri. Belilah pecel Kediri, maka kau tak akan rugi. Shalom Satu Jiwa.

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: