Archive | September 2013

Foto Bareng Temen

Why? Kenapa? Cewe punya hak majang foto berdua sama cewe lain dengan imutnya. Sedangkan cowo kalo majang foto imut berdua ama cowo lain disangka homo? Ini kan pelecehan gender. Di mana emansipasi pria di Negara ini?

Padahal menurut blog yang gak jelas yang pernah MKM baca, persahabatan pria lebih kuat daripada wanita. Tapi kenapa wujud persahabatan pria (yang hanya berupa foto absurd) dibilang foto homo? Padahal kita gak homo. Kita cuma saling menyayangi sebagai saudara, kakak-adik, tapi bukan family zone.

Contoh percakapan yang terjadi gara2 foto berduaan

Cowo 1: Bro, foto kita dibilang homo.

Cowo 2: Emang kita gak homo ya?

Cowo 1: Ya enggak lah bro.

Cowo 2: Yah…. (kecewa)

kenapa sih stigma kalian begitu jelek pada cowo-cowo yang akrab sama sahabatnya? Padahal kita gak pernah ke WC bareng kayak cewe2, terus foto2 di wastafel. Kita punya tab, buat ngegame, bukan buat bikin foto dibagi 4.  Jangan-jangan kalian ngira SBY dan Boediono yang sering foto bareng itu juga homo?

Padahal foto kalian yang bareng temen kalian itu juga aneh. Kalian pajang sebagai foto profil. itu kan bikin bingung, muka kalian yang mana.  Saat kami mengira foto kalian adalah cewe cantik, ternyata muka kalian yang asli adalah orang yang satunya (yang jelek).

Well, gapapa. cinta sejenis emang lagi ngetren. MKM emang gak ngerti cewe, itu kenapa MKM masih jomblo sampe sekarang. tapi biarlah. suatu saat MKM pasti diberi anugrah untuk mengerti cewe, dan cewe untuk dimengerti. Dan semoga dapet cewe yang bisa ngerti MKM dengan segala tingkah aneh MKM. Shalom Satu Jiwa.

(GTA) Great Teacher Aditya

Kalo ada pembaca yang lupa, MKM ingatkan lagi. MKM kuliah di UPH Tangerang, belajar jadi guru yang baik. Tapi entah kenapa sepertinya gak ada yang dukung MKM. Ini komentar teman-teman MKM:

“Like Teacher, like student. gurunya aja kayak kamu, apalagi muridnya?”

“Kamu mau jadi guru? Guru apa? Guru agama sesat?”

“Kamu jadi guru berapa taun lagi? Aku mau cepetan bikin anak biar anakku gak jadi muridmu.”

Ada satu komik yang menginspirasi MKM. Judulnya Great Teacher Onizuka. Gak perlu MKM bikin resensinya, silahkan baca sendiri. Tapi MKM benar-benar tergerak oleh komik yang satu ini. MKM mungkin gak pinter-pinter amat (cenderung ke bodoh), tapi MKM ingin jadi orang yang membuat sekolah itu menyenangkan bagi para murid. MKM gak butuh kehormatan sebagai guru. MKM ingin jadi teman bagi setiap siswa.

great-teacher-onizuka-1723364

Untuk itulah MKM ingin merubah beberapa hal:

1. Agama
MKM ingin punya satu agama yang pasti. Bukan agama yang diciptakan sendiri seminggu sekali. Kalo bisa yang gak ada elemen sekte di nama agamanya. Contoh: Sekte penyembah kecoa/ sekte penyembah rumput teki/ sekte penyembah twitter/ atau apapun. MKM gak mau (terus-terusan) dipanggil guru kafir. Agama itu penting, tapi Tuhan lebih penting.

2. Ukuran Tubuh
MKM pingin punya badan yang kekar bin atletis. Untuk itu MKM ingin melakukan aktifitas olah raga yang lain selain olah raga tangan kanan.  Siapa tau dengan tubuh yang kekar bin atletis, MKM bisa dapet pacar murid sendiri. Tapi tonjolan yang keluar harus otot, gak boleh lemak, apalagi lemak yang menimbulkan buah dada. MKM gak mau ada murid MKM yang cowo yang jatuh cinta ama MKM karena MKM punya buah dada.

3. English
Bahasa Inggris MKM ancur. Jadi MKM akan susah kalau harus mengajar di sekolah Internasional. Tapi MKM pingin ngajar di sana, karena biasanya cewenya cakep-cakep. Demi kepuasan tersebut MKM harus berlatih bahasa Inggris lebih. Nonton film-film buatan Amerika dan sekitarnya (yang durasinya gak cuma 7 menitan).

Semoga MKM bisa jadi guru yang baik. Guru terhebat sepanjang masa. Guru yang akan jadi cerita bagi anak cucu siswanya. I want to be a Great Teacher. Shalom Satu Jiwa

Bahasa Pacaran (yang aneh)

Maaf MKM udah gak ngepos selama seminggu lebih. Sebenarnya selama seminggu ini MKM sedang melakukan banyak penelitian (gak penting). Judul karya ilmiahnya antara lain: “Pengaruh Hilangnya Sabun Terhadap Minat Mandi Mahasiswa.” “Pengaruh Jumlah Paper Terhadap Kecepatan Move On.” dan “Hilangnya Harga Diri dalam Kehidupan Berasrama.”

Dalam penelitian tersebut MKM menjumpai fenomena menarik. Setelah sekian lama MKM gak pacaran, MKM baru tau kalo sekarang bahasa pacaran makin aneh. Salah satu bahasa aneh adalah muncul singkatan: ILUM.

Apa itu ILUM? Hewan apa itu? Makanan apa itu? Makanan Hewan apa itu?

Jangan-jangan ILUM adalah singkatan dari Illuminati. Jadi MKM menyimpulkan bahwa nama-nama organisasi “Zionis” seperti itu telah menjadi panggilan sayang. jadi mungkin chatting mereka terjadi seperti ini:

Cewe: Hai Illuminati, udah makan belum?

Cowo: Udah kog Freemason. Kamu?

Cewe: Udah juga. Kamu zionis banget deh.

Cowo: Kamu juga gak kalah kafir kog.

Jadi sekarang menjadi seorang anggota Illuminati adalah syarat mutlak untuk dapet pacar. Inilah yang terjadi kalo cowo nembak cewe zaman sekarang:

Cowo: Aku punya mobil, punya muka cakep, baik, dan sayang banget sama kamu. Mau gak jadi pacarku?

Cewe: Gak mau. Kamu bukan Illuminati! Kamu gak kafir.

Dan akhirnya cowo kalo pamer pacarnya ke temen-temennya akan jadi seperti ini:

Cowo: Bro, pacarku keren bro…

temen: Emang kenapa?

Cowo: Dia Freemason. Dia kafir banget bro!

Temen: Wah, bikin iri kamu bro!

MKM sih gak mau dunia MKM jatuh ke tangan organsisasi absurd seperti ini (kecuali kalo organisasi ini mau nge-stok persediaan indomi MKM tiap bulan). Jadi MKM berusaha berpikir postif. Mungkin ILU artinya I Love U. Tapi apa itu M? Monkey? Mouse? Mice? Meatball? Mesum? Musrik? APA?

Apapun itu, semoga romantis. Tapi seromantis apapun sms/chat kalian, masih romantis kehadiran kalian saat pasangan kalian membutuhkan kalian. Senyum kalian bagi orang yang menyayangi kalian lebih indah dari sejuta puisi yang pernah dibukukan. Shalom Satu Jiwa.

30 ribu rupiah

MKM baru aja beli mainan seharga 30 ribu. Eh bukan, 29 ribu. Tepatnya, 29 ribu 9 ratus. Harga yang tertera: Rp 29.930,00. Lihat… angka itu punya elemen 30 rupiah di dalamnya. Itu syahdu sekali.

Kenapa harga di mall gak pernah enak buat dibaca. Kenapa angkanya harus gak enak. 30 rupiah itu MKM harus bayar pake apa? Kalo MKM bayar pake uang 25 rupiah (yang gambar tunas kelapa) kan masih kurang 5 rupiah. Kan gak enak kalo MKM dituntut oleh supermarket gara-gara sengketa uang 5 rupiah. (pake istilah sengketa, biar tampak ilmiah, seperti vicky)

Akhirnya MKM bayar pake uang 30 ribu. Itu berarti MKM harus rela uang 70 rupiahnya “ditukar permen” atau “disumbangkan ke PMI. tapi nampaknya “ditukar permen” sudah tidak berlaku karena harga permen satunya adalah 100 rupiah. Well bisa-bisa MKM dituntut lagi oleh supermarket karena perseteruan uang 30 rupiah (sekarang pake istilah perseteruan, nampaknya lebih syahdu)

Mainan yang MKM beli adalah topeng Bima Satria Garuda. Topeng ini membuat MKM gila sendiri di asrama. Berulang kali MKM bercermin dan menirukan gaya berubah Bima Satria Garuda. Itu keren. (walau hina terlihatnya) MKM suka.

Mainan itu bagus, tapi mahal. gak ada fungsi yang benar-benar fungsional juga dari mainan itu. tapi MKM suka. MKM sudah berdosa pemborosan karena membeli mainan itu. Tapi setidaknya banyak teman MKM yang pinjam dan foto-foto pake topeng itu.

Pesan moral hari ini: mainan mahal bisa membuatmu tampak autis. apalagi bila harga mainannya gak bisa direalisasikan. Jangan ikuti bahasa vicky karena vicky alay bukan ilmiah. Shalom Satu Jiwa.

My English is Bad

I get the highest English test score in my class. You must be thinking that I am genius. You are wrong! My English is bad!

My English is bad because my English is Medhok English. Medhok English is English that polluted by Javanese. So when I spoke English, it became like this: “Readhing” “Mblendhing” “Decodhing” “Madhing” “Gendhing”

You must be asking, “MKM, how did you learn English?” Well, I started learn English since I was in elementary school. I started with give my name an additional name. When elementary school boys were in elementary school, they gave a random name to their name. For examples: Adit Shadow, Budi Blaster, Knight Imran, Yadi Sink, Upi Chimney, Agus Garage, Khusnul Bathroom.

Why they choose that names? Maybe because the TV program that they watch was Power Rangers. They named their name with the Power Ranger’s weapons, or enemies, or things that they broke.

I will become a teacher. I will teach my students in English. It is hard for me. When I say things in English and I am wrong, my students will laughed at me. When they are n I wrong, I can’t correct them. Then I will give up and back using Javanese.

But I am sure that I am not the worst English user. The worst English user is Vicky Prasetyo. What Vicky did is not translating Bahasa into English. What he did is Englishisasi Bahasa.

So don’t be shy if your English is bad. My English is worse than yours. Don’t give up in learning English. English is useful. English is good. Shalom Satu Jiwa