Persekutuan Ibu-Ibu Lintas Pagar

Siang-siang mulai jam 3 sampai jam 5, adalah jam di mana infotainment baru saja selesai, kerjaan rumah tangga sudah selesai, dan suami belum pulang. Waktu yang tepat buat berkumpul di teras rumah tetangga sambil ngobrol. MKM bilangnya ngobrol, kalo MKM bilang ngegosip kesannya kasar, walaupun kita semua tau realitanya.

Penasaran gak sih apa yang mereka bicarain? Topik yang paling sering dibicarakan adalah tentang kelakuan aneh para tetangga. Misal: ada tetangganya yang korban KDRT. Mereka akan mulai mengeluarkan kalimat seperti ini: “Emang Pak X itu kasar kalo sama istri.” Emang dia pernah jadi istrinya Pak X? Sotoy sekali.

Mereka heboh sekali, padahal bukan masalahnya sendiri. MKM yakin dari pembicaraan mereka, mereka sama sekali gak membahas tentang solusi dari kejadian itu. Dan kampretnya, seringkali mereka menyamakan kisah tetangga mereka dengan kisah sinetron. Yang alay. Yang tidak berfaedah. Yang durasi sinetron dan iklannya banyakan iklannya.

Berapa banyak ibu-ibu terdidik yang melarang anaknya untuk menonton sinetron? Tapi apa yang mereka lakukan? Saat anaknya udah tidur, mereka nonton. Kalo anaknya tiba-tiba bangun, dipaksa tidur. MKM yakin itu bukan karena peduli anaknya yang kurang tidur, tapi biar gak ada yang ganggu mereka kalo lagi nonton sinetron.

Mereka bilang sinetron itu gak baik. Tapi ditiru oleh mereka. Mereka tahu bahwa ngomongin orang dari belakang itu gak baik. Mereka tahu bahwa pelakunya selalu kalah di akhir cerita. Tetapi tetap aja ibu-ibu ini sering melakukannya. Mereka sering menceritakan kejelekan orang lain ke komunitas lintas pagar, ke suaminya, bahkan ke anaknya. Padahal anaknya masih bayi. (dari kecil bayi itu didoktrin untuk ngomongin orang dari belakang, ini yang bikin Indonesia gak pernah maju)

Ini membuktikan bahwa mereka salah mencontoh public figure. Ini salah infotainment. Kenapa lebih banyak menampilkan artis yang bercerai daripada yang berprestasi? Kenapa kalo ada artis yang go internasional beritanya cuma sehari, tapi kalo ada artis yang KDRT, beritanya bisa seminggu?

Bangsa kita memang bangsa yang mudah dipengaruhi. Sama seperti ibu-ibu yang tak pikir panjang membeli barang-barang yang mereka tidak perlukan. Ibu-ibu seperti itu gak pernah nolak kalo ditawari sesuatu, asalkan ada diskonnya.

Sekarang tinggal kita, generasi muda. Maukah kita menjadi generasi yang kuat dan tidak mudah terpengaruh? Atau kita akan mengulangi kesalahan mereka dan menjadi Persekutuan Ibu-Ibu Lintas Pagar 2045 yang tetap aja gak jelas? Selamat memilih jalan hidupmu.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: