Bayi OH Bayi

Bahasa Bayi sekarang sudah menjadi salah satu bahasa alay favorit. Terima kasih -> Tilimikicih, Banget -> Bingit, F*ck You! -> Fik Yi! Bahkan ibu-ibu PKK yang main badminton di kelurahan juga pake bahasa alay ini. Mereka mengubah “SMASH” menjadi “CEMES.”

Tulisan ini terinspirasi oleh Yeah Baby. Yeah Baby adalah saudara MKM. Adik dari Hamba Allah (https://themkm.wordpress.com/2013/03/08/adik-sepupu-mkm-hamba-allah/) . Kenapa MKM namakan Yeah Baby? Karena pose favorit bayi berumur 5 bulan ini adalah mangangkat kedua tangan sambil tersenyum (seakan berkata, Oh Yeah!). Inilah kisah sengsara Yeah Baby saat Idul Fitri.

Sebelumnya, MKM harus bilang bahwa MKM benci anak kecil, apalagi bayi. Dan bayi pun benci MKM. Tidak sedikit (semua lebih tepatnya) bayi yang menatap MKM langsung menangis. Dan si Yeah Baby ini punya bau badan yang menyerupai bau plastik. Dua fakta itu menjelaskan mengapa MKM sangat ingin menjadikan Yeah Baby sebagai gantungan kunci.

Namun penjahat saat Idul Fitri bukan MKM. MKM hanya menonton kekejaman mereka. Ya, mereka adalah orang-orang tua. Mereka adalah saudara (yang MKM dan Yeah Baby  sama-sama gak kenal) yang mengerumuni Yeah Baby dari awal hingga akhir acara. Yeah Baby yang gak salah apa-apa, dicolek, dicubit, diminumin susu, digendong sana-sini, diajak nyanyi gak jelas, dijadiin boneka, diminumin susu lagi.

MKM masih gak ngerti konsep “dikudang.” Entah kenapa setiap orang tua yang liat bayi, mereka mengajak omong si bayi dengan bahasa aneh. Apa ada yang tau artinya “Nang ning nang ning nung” atau “Der ta koder koder” atau “Ugi Ugi Mumi Mumi”? Itu Bahasa apa? MKM yang udah gede aja geli dengernya, apalagi bayi. Kalo si bayi ketawa, mungkin dia ngomong dalem hati, “Kamu ngomong apa sih. Aneh.”

Apakah kalian para orang tua gak takut bayi kalian jadi salah didikan? Bayi belajar dari menirukan lingkungan sekitar. Kata pertama yang diucapkan bayi mestinya yang keren. “Papa” atau “Mama” atau “Yesus” atau “Kalkulus.” Kan gak seru kalo kalian ibu-ibu kumpul dan nggosip, lalu muncul pertanyaan, “Kata pertama bayinya apa jeng?” Trus kalian jawab, “koder.” (Koder ini apa?!)

Yang mengerikan lagi, setiap ada bayi yang dibawa ke acara keluarga, pasti keluar kalimat ini, “Aduh… Bayinya lucu sekali… Buat aku aja ya?” Ini kan namanya Human Traffic. Ini bisa dituntut di muka hukum lo.

Wahai orang tua, apa kalian gak kasian sama bayi-bayi itu? Kalian dengan santainya makan opor ayam di depan bayi yang cuma bisa minum susu. Itu sama aja kalian pacaran di depan jomblo. Udah gitu, kalian akan dikasih amplop, dan yang ngasih ngomong, “Ini buat bayinya ya.” Ujung-ujungnya yang ngembat duitnya siapa? Kalian juga. Di mana belas kasihan kalian untuk bayi kalian sendiri?

Pesan moral: Jangan pernah jadikan milik orang sebagai gantungan kunci, apalagi itu bayi orang, apalagi itu saudaramu sendiri.

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: