Teriakkan, Aselole!

Aselole! Senggol sithik, Jos! Ada yang tau ini maksudnya apa?! Kenapa setiap lagu dangdut harus diselipi frase-frase absurd seperti ini? Fungsinya apa? Kenapa? Padahal lagunya kebanyakan juga galau. Tapi frase itu frase yang sangat semangat. Itu sama aja kayak kamu lagi nembak cewe dengan romantis lalu ada temenmu teriak, “Dasar Kamu Gay!”

Tapi entah mengapa frase-frase ini seperti tidak mengganggu performa yang lagi joget (justru memperkuat goyangan mereka). Seakan-akan frase absurd ini adalah bentuk apresiasi dari goyangan mereka. Sama seperti Comic yang mendapat kata-kata kasar (F*ck, Bangs*t, Bajing*n, Janc*k) sebagai tanda bahwa mereka lucu. Semakin banyak kata Aselole yang mereka dapat, semakin keren goyangan mereka (Tapi saat goyangan sudah makin striptis, penonton justru diam dan melongo). Jadi kesimpulannya, mungkin “Aselole” adalah kata kasar bagi fans dangdut.

MKM takut jangan-jangan ini berlaku juga di jalanan. Kejadiannya adalah ada dua pengendara sepeda motor yang hampir bertabrakan.

Orang 1: “Janc*k!”

Orang 2: “C*k dhewe!”

Kalo yang tabrakan fans dangdut:

Fans 1: “Aselole!”

Fans 2: “Lole Dhewe!”

MKM pun bingung dengan frase, “Senggol sithik, Jos!”. Frase ini jelas-jelas menyalahi aturan dan norma Bahasa Indonesia. Saat kamu disenggol, kata yang keluar mestinya “Aduh,” atau “Aw,” atau “C*k!” kenapa malah “Jos”? Jangan-jangan, “Jos” juga adalah kata kasar bagi fans dangdut.

Dan akhirnya kebiasaan nonton dangdut ini terbawa ke dunia pertemanan. Saat gebetanmu ditikung temenmu sendiri, kamu orang normal biasanya akan bereaksi seperti ini:

“Aku benci sama kamu! F*ck!”

Tapi kalo kamu fans dangdut, ini reaksimu:

“Aku benci sama kamu! Jos!”

Secara hipotesa etimologis (dengan contoh “Aselole” dan “Jos”), kemungkinan besar semua kata-kata kasar yang kita gunakan dalam pergaulan sehari-hari berasal dari kata-kata selipan yang biasa dipakai di lagu dangdut. Jadi dulu mungkin ada yang namanya goyang Bangs*t. Atau bisa jadi saat ada jeda, penonton zaman dulu meneriakkan kata “Bajing*n” pada sang penyanyi.

Sekarang saatnya pesan moral (Menurut blog yang gak jelas yang pernah MKM baca, blog yang baik adalah blog yang mengajarkan kebaikan pada pembacanya). Pesan moralnya adalah jangan pernah bicara kasar ke temanmu bila tak mau disangka penggemar dangdut.

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: