Kue Idul Fitri

MKM pulang ke Malang dan langsung menjumpai rumah bagaikan toko. Ada biskuit, ada wafer, ada cracker, ada astor, ada nastar, ada mortar, ada tar tar, ada nastar lagi. Semua numpuk di ruang tamu, seakan berharap dicomot oleh tamu. Mungkin penghuni rumah lupa bahwa serumah katolik semua dan gak ada yang ngerayain Idul Fitri.

Tapi bagaimana lagi, dari tetangga, kantor, undian berhadiah, semua ngirim parcel ke rumah MKM. Padahal akhirnya juga dikasih ke tetangga-tetangga yang lain. Jadi wahai kalian pemberi kue, kenapa kalian gak ngasih mentahnya aja. Kayaknya itu lebih dibutuhkan oleh MKM sekeluarga (biar papa MKM gak susah-susah jual celana buat nyekolahin MKM).

Tapi Idul Fitri adalah momen penuh keajaiban. Momen di mana merk khong guan jadi terkenal (walau cuma sebulan). Momen di mana kaleng khong guan benar-benar berisi khong guan, bukan peyek ataupun trengginang. Berapa banyak orang yang masa kecilnya dirusak oleh kaleng PHP ini? MKM adalah salah satu korbannya. Sering MKM nemu kaleng biskuit yang bulet, setelah dibuka isinya alat jahit.

Selidik punya selidik, sebenarnya adanya kue idul fitri ini adalah program pemerintah untuk mengurangi angka kriminalitas. Begini, dengan adanya kue idul fitri, anak-anak jadi betah di rumah. Dengan anak-anak yang sering di rumah, anak-anak alay yang sering main ke warnet jadi berkurang. Anak-anak yang ikut balapan liar malem-malem pun berkurang. Pecandu narkoba berkurang, berganti menjadi pecandu nastar. Yang dulunya ngisep ganja, sekarang ngisep astor. Dan akhirnya kebiasaan memalak teman berubah menjadi kebiasaan nawarin jajan. (ini satu dari sedikit gagasan pemerintah yang baik dan berhasil)

Tapi itu dulu bro. Sekarang pelaku kriminal menjadi lebih inovatif. Sekarang, banyak anak-anak ke warnet bawa kaleng khong guan dari rumah. Anak-anak balapan sambil ngisep astor. Anak-anak alay tawuran gara-gara rebutan nastar. Maling sandal di masjid berkurang sih, soalnya separuh pensiun dan jadi maling jajan.

Kue idul fitri ini adalah simbol berbagi. Berbagi suka, berbagi maaf, berbagi senyum, berbagi tawa, dan berbagi astor. Mari kita manfaatkan momen ini sebaik mungkin. Jajan berlebih bukan untuk disimpan sendiri, melainkan untuk dibagi. Akan lebih rela bila jajanmu dihabiskan bareng temen daripada kamu habiskan sendiri. Tapi kalo kamu dateng ke rumah temen cuma buat ngabisin jajannya, itu NGGRAGAS! (jawa: rakus).

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: