Syahdunya Saat Nyelilit

Makan kurang lengkap bila tidak nyelilit. Nyelilit (bahasa jawa, MKM gak tau bahasa Indonesianya apaan) adalah kejadian di mana sisa makanan masih terselip di sela-sela gigi. Nyelilit punya sensasi yang luar biasa unik. Enak dan gak enak terasa dalam satu momen. Ya, rasa gatel dan rasa gurih beradu seiring jilatan lidah kita yang mencari “selilitan” itu.

Survei membuktikan, semakin sering orang nyelilit, semakin maut ciumannya. Begini, nyelilit adalah olah raga lidah. Lidah kita dipaksa untuk bergerak secepat dan sebanyak mungkin. Orang yang terbiasa nyelilit, lidahnya akan sangat kuat. Lidah yang kuat akan meningkatkan kenikmatan berciuman. Ya sekali lagi itu dikutip dari blog yang gak jelas yang pernah MKM baca.

Tapi gak selamanya nyelilit itu syahdu. Pertama kalo yang nyelilit nasi, ketahuan makannya cuma nasi ama garam (itu bukan syahdu, tapi melas). Kalo kamu anak kos yang merasa nasi garam adalah menu sehari-hari, rajinlah sikat gigi. Jangan sampai ada nasi yang masih nyelilit di tengah-tengah gusi. Lalu kalo bisa tingkatkan derajat makanan kalian sedikit. Belilah tempe, lalu potong tipis2 (sangat tipis). Menurut perhitungan MKM, bila sekali makan kalian cuma makan satu potong, tempe berukuran panjang 15 cm bisa untuk 2 minggu. (dan kalian akan nyelilit tempe, bukan nasi)

Kedua, nyelilit gak syahdu bila yang nyelilit makanan beraroma khas (Pete, Jengkol, jahe, kunyit, Ind*mi, urin, minyak kayu putih, bunga 7 rupa, bunga bangkai, dsb). Gak perlu MKM jelaskan betapa kamu akan merugikan komunitas bila masih nyimpen begituan di gigi. Jadi pesan moralnya, setelah makan wewangian itu, segera bersihkan gigi kalian. Jaga-jaga, jangan sampai pacarmu gak jadi ciuman ama kamu gara2 mulut kamu bau kemenyan. (padahal kesempatan ada. Ingat, kesempatan itu susah dicari!)

MKM termasuk orang yang gak percaya pada tusuk gigi. Ini barang berbahaya. Namanya aja udah TUSUK GIGI. Berarti cara memakainya adalah dengan meNUSUKkannya pada GIGI. Ini kan semacam gerakan melukai diri sendiri. Iya kalo keambil itu nyelilit, kalo gak? Kalian melukai gigi kalian untuk hal yang sia-sia. Apa jadinya kalo itu tusuk gigi terlanjur nusuk gigi kalian, terus patah di dalem dan gak bisa dikeluarin? Kalian akan nambah nyelilit satu lagi. Nyelilit lidi.

Daripada pake tusuk gigi, MKM adalah orang yang percaya bahwa Tuhan menciptakan kita siap untuk segala kondisi. Dalam kondisi seperti itu, MKM lebih suka menggunakan jari dan kuku. Itu lebih efektif, tangan kita lebih peka, jadi bisa meraba letak nyelilit dengan lebih spesifik. Apa? Jorok? Biarin! Yang penting nyelilit keambil dan bisa langsung ditelen lagi.

Pesan moral hari ini: Nyelilit itu gak enak, tapi lebih gak enak disakiti pacar, sahabat, teman dekat, dan gebetan. Tapi kita gak boleh benci mereka. Katakan aja ke mereka, “Segala keburukanmu akan tertelan waktu, namun kenanganmu bersamaku akan senantiasa nyelilit di hatiku.” #eaa

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: