Fase Digantung

“Kasih aku waktu buat mikir.”

Brapa banyak puisi, lagu, dan status galau yang tercipta gara-gara pasanganmu mengatakan hal ini? Betapa sakitnya bila penantian lama (yang biasanya molor dari waktu yang dijanjikan) berujung jawaban yang mengecewakan. Sialnya lagi, kita tak pernah tau apa sebenarnya yang mereka pikirkan selama rentang waktu itu.

Yang sering terjadi adalah sebenarnya mereka sudah punya jawabannya, tapi minta waktu untuk mencari alasan bohong agar kita gak sakit hati. Contoh: kamu nembak seseorang. Lalu dia jawab, “Kasih aku waktu seminggu buat mikir.” Sebenarnya dia udah punya jawabannya, “Kamu jelek. Aku gak mau sama kamu.” Tapi gara-gara waktu seminggu, jawaban itu berubah menjadi, “Maaf. Aku gak boleh pacaran dulu sama ortu.”

Kenapa kalian harus bohong? Kami sebagai orang yang sayang sama kalian, kami gak mau kalian berbuat dosa. Jujur aja lah. Toh kami juga sadar diri kalo kami itu gak cakep-cakep amat. Mending jujur dari awal. Bilang aja jeleknya kami apa, biar kami bisa perbaiki diri. (tapi kalo yang jelek muka, bilang aja, biar kami makin banyak berdoa)

Mestinya kalian kalo mikir, cerita apa yang kalian pikirkan. Siapa tahu kami bisa bantu cari solusi. Ingat, masalah itu seperti kentut, akan lebih melegakan bila itu di-share ke orang lain.

Bagi lawan jenis yang menyebalkan, akan ada satu hal tambahan dalam fase digantung ini. Hal itu bernama TES. Kita dites! Dengan metode yang kita gak tau. Dan kadang tesnya terlalu subjektif dan gak berperikemanusiaan. Contoh: pacar kita lagi ngambek dan ngacangin kita selama seminggu, terus tiba-tiba dia ngomong, “Kamu gak sayang lagi sama aku ya? Kudiemin, eh malah pergi sama cewe lain!” Padahal itu mama kamu. Jawab aja, (sambil teriak kalo cewemu budeg) “ITU BETA PUNYA MAMA!”

Sang lawan jenis berharap saat “jeda waktu” itu kita menunjukkan seberapa besar cinta kita padanya. Tapi dia gak mikir, gimana bisa? Kebanyakan saat “jeda waktu” kita dikacangi. Yang ada kita semakin depresi, sembunyi dari masyarakat, nunggu waktu sambil ngelakuin hal gak bener (nge-lem misalnya).

Buat pembaca korban digantung, KAMU SABARO YA! Kalo emang sayang, kamu akan setia walaupun digantung selama bertahun-tahun. Isilah masa gantunganmu ini dengan hal-hal yang positif. Mungkin memang rasanya seperti kalian tak punya tempat untuk menyandarkan kepala. Tapi justru itu, masa digantung adalah masa di mana kalian tegak berdiri. Masa kalian membuktikan bahwa kalian cukup kuat untuk menjaganya. #eaa.

Buat pelaku penggantungan, kalian pasti punya alasan sendiri untuk melakukannya. Pesan MKM cuma satu, berhati-hatilah, jangan sampai keadaan makin rumit. Ingatlah bahwa hubungan yang membahagiakan adalah hubungan yang sederhana, hubungan yang meletakkan semua faktor dan hanya bergantung pada dua kalimat, “Aku sayang kamu. Kamu sayang aku.” #eaa

Pesan Moral: upil harus dikeluarkan, jangan digantung, apalagi digantung di bulu hidung. Ingat, pacar aja tak pantas digantung, apalagi upil.

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: