Menetesnya Darah dari Hidung

Nosebleeding (buat yang gak punya kamus, itu artinya mimisan!). Mimisan beda dengan ngiler. Mimisan itu terjadi secara gak sadar dan karena faktor tertentu. Sedangkan ngiler, itu hobi.

Ada pembaca yang berharap MKM nerangin tentang mengapa mimisan terjadi? Ada? NGIMPI! Biologi MKM nge-pres, hampir aja gak naik gara-gara biologi. Seperti biasa, MKM akan ngomong secara ngelantur tentang mimisan.

Seperti yang tertera di judul. Mimisan adalah menetesnya darah dari hidung. Sensasi awalnya seperti kalian pilek, tapi lancar sekali keluarnya. Begitu kalian cari tisu buat bersihkan umbelnya, ternyata umbel kalian warna merah. Lalu kebanyakan dari kalian akan panik, dan langsung teriak-teriak minta tolong. Padahal gak sakit.

Ini yang salah. Mimisan itu jarang terjadi. Mestinya ini bisa diabadikan. Difoto. Masukkan instagram. Sebarin lewat twitpic (jangan lupa disusun dibagi 4 dulu). Akhirnya foto lubang hidungmu yang warnanya merah nyebar di facebook dan jadi foto sampul sahabat-sahabatmu. Hidungmu jadi terkenal.

Jika kalian panik saat mimisan, kalian akan terlihat cupu, lemah, dan alay.  Mestinya tenang aja. Pura-pura gak mimisan. Segera bersihkan bekas darahnya, lalu menataplah ke langit. Saat ada temanmu tanya, “Kenapa bro?” Jawab aja, “Langitnya indah bro.” Tapi kalo kamu lagi di dalem ruangan, jawab aja, “Lampunya indah bro.”

Alternatif lain, nikmati saja mimisanmu. Ratakan darah yang menetes ke mulutmu. Lalu takut-takuti semua orang di sekitarmu. Belagaklah zombie. Dengan begitu kamu akan membuat orang lain makin dekat dengan Tuhannya. Kenapa? 7 dari 10 orang yang dikagetin dengan cara seperti itu akan mengucapkan kata-kata sejenis ini: “Ya Allah!” “Yesus!” “Ampun ya Tuhan!” (walaupun logikanya itu zombie, bukan Tuhan!)

Mimisan itu manusiawi. Namun kalo keseringan berbahaya. Itu tandanya kamu perlu mendekatkan diri pada 3 hal, Tuhan, Dokter, dan Tisu. Banyak hal yang menyebabkan mimisan. Salah satunya adalah bila kamu menahan semua beban pikiranmu sendirian. Kamu stres, dan kamu pura-pura gak apa-apa di depan teman-temanmu. Itu munafik. Nangis, nangis aja. Galau itu boleh, hanya saja, jangan terlalu lama. Selama darahmu masih mengalir, selama itulah hidup akan terus berjalan.

PS: setelah mimisan, kalo udah kering, biasanya upilmu punya warna yang berbeda. Itu lumayan buat dikoleksi.

Tags: , , , , ,

4 responses to “Menetesnya Darah dari Hidung”

  1. phaiq says :

    Anjir lu gan, kata* lo bener semua, ane jadi kek orang gila ketawa* sendiri

  2. Nelli Tio says :

    haha…
    PS nya itu loh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: