Gara-gara Ortu

7 dari 10 orang tua melarang anaknya pacaran dengan anak yang beda ras/agama/suku/tim bola favorit. 8 dari 10 orang tua melarang anaknya pulang malam untuk kegiatan apapun (walaupun itu kegiatan positif). 9 dari 10 orang tua melarang anaknya untuk cawik pake tangan kanan (berarti yang 1 dari sepuluh gak peduli anaknya cawik pake apa. Terserah mau pake tangan/pake kaki/pake lidah/pake tembok/gak cawik). Itu survei menurut blog yang gak jelas yang pernah MKM baca.

Nah. Kadang sebagai anak kita merasa dibatasi. Kita merasa dengan adanya sosok orang tua di sekitar kita, kita tak bisa menikmati dunia kita. Well, MKM setuju. Apalagi bila orang tuamu mengidap paranoid terhadap anak yang cukup akut. Apa-apa gak boleh. Kenalan ama cowo agak gondrong dikit gak boleh, dikira anaknya bergaul sama preman. Padahal Tuhan Yesus kan juga gondrong. (sapa tau anak itu ternyata dapet penampakan Tuhan Yesus)

Akhirnya jarak antara anak dan orang tua tercipta. Anak yang tak pernah didengarkan oleh orang tua akhirnya membelot, memberontak, dan minggat. Gara-gara ortu banyak anak yang pergaulannya rusak. Gara-gara ortu banyak anak jadi kriminal. Gara-gara ortu banyak anak yang pake narkoba. Gara-gara ortu banyak anak yang doyan nge-lem. Gara-gara ortu banyak anak alay. Gara-gara ortu sosial network penuh dengan umpatan, keresahan, dan doa (dari anak alay tentunya). Apakah ortunya gak ngajarin? Kalo doa itu di dalem kamar, lipat tangan, tutup mata, jangan di status facebook.

Seringkali orang tua hanya menuntut, namun tak pernah mau merangkul anak. Anak dituntut untuk menjadi apa yang orang tua harapkan. Anaknya suka bersepeda, disuruh sekolah jadi pilot. Sejak kapan pesawat dipancal bisa jalan? Ada lagi orang tua yang mendukung anaknya berlebihan. Anaknya suka bersepeda, dibelikan becak. Becaknya becak goyang (odong-odong). Ada lagunya, lagunya koboi junior (yang sering fals karena kasetnya rusak). Terus anaknya disuruh nyari duit di blok-blok tetangga.

Anak tidak pernah bisa mengungkapkan perasaannya. Orang tua selalu membentengi diri dengan prinsip,”Orang tua itu mau memberikan yang terbaik.” “Kami sudah banyak makan garam kehidupan.” “Sejak kapan ada anak yang boleh membantah orang tua?” Dan akhirnya sang anak hanya bisa curhat ke temennya. Dan temennya cuma bisa bilang, “Kamu sabaro ya.”

Terkadang pergaulan sang anak juga salah. Teman justru membuat temannya benci pada orang tuanya. Kalo ada temenmu curhat, “Orang tuaku nyebelin. Apa-apa dilarang.” Tugasmu sebagai teman yang baik untuk mencari hal positif dari masalah itu. Jawab aja, “Seenggaknya kamu gak dilarang makan kan? Seenggaknya kamu gak dilarang mandi kan? Seenggaknya kamu gak dilarang cawik kan? Kamu sabaro ya.”

Well, buat pembaca yang merasa anak, MKM punya pesan buat kalian. “KAMU SABARO YA!” Ketika kalian berdebat dengan orang tua, berdebatlah dengan cerdas. Kamu juga gak boleh egois. Pahami maksud orang tua. Pasti ada hal baik (walaupun dikit) yang bisa dipetik dari omongan orang tua. Tapi kalo menurutmu orang tua tetap salah, “KAMU SABARO YA!”

Agar kamu bisa sabar, anggap aja kamu lagi berhadapan dengan orang sakit. Ya. Anggap aja orang tua kamu lagi sakit. Penyakitnya namanya: Keraskepalasis (harus ada sis-nya di belakang, biar keliatan kayak penyakit parah semacam bronkitis, tuberkolusis, overdosis, sifilis). Saat kamu berhadapan dengan orang sakit, ingatlah bahwa kepentingan orang sakit harus didahulukan.

Itu cara yang gak bener sih. Tapi itu efektif, daripada kalian membenci orang tua kalian sendiri? Lebih baik kalian cari cara untuk memakluminya. Hormatilah orang tuamu. Menurut orang sok bijak yang pernah ngomong ke MKM, setiap kata orang tua gak bisa kita rasain efeknya sekarang, tapi nanti, bertahun-tahun setelah mereka ngomong. Itu benar. Semoga.

Tags: , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: