Kecoa Yang Selalu Ada Untukmu

Judulnya unyu ya? Kayak nama anak alay di FB. Tapi itulah faktanya. Coro (Kecoa) selalu muncul di tempat yang tak terduga. Bulan puasa ini, coro adaah penggoda terbesar selain makanan. Ya, 80% orang akan reflek mengumpat (mesoh), setiap kali liat coro yang lewat tiba-tiba. Apalagi kalo coronya terbang.

Jumlah coro yang muncul di hadapan kita bervariasi. Kadang ia muncul sebagai coro galau (sendirian layaknya jomblo mencari pacar). Kadang sebagai couple (berduaan, yang satu bawa kondom, lari ke tempat gelap). Kadang sebagai power ranger (berlima, baris rapi, warna-warni corak punggungnya). Kadang sebagai anak punk (rame-rame, antenanya mohawk, pake tindik, trus di pojokan, nge-lem).

Tapi apa salahnya coro sih? Kebanyakan dari kita gak geli kalo dijilat anjing. Kebanyakan dari kita gak terganggu kalo digigit nyamuk (paling cuma garuk-garuk). Tapi kenapa kebanyakan dari kita geli dan terganggu kalo liat coro. Padahal coro gak nggigit dan gak njilat kalian. Untung si coro sabar. Coba bayangkan kalo kaum coro melawan dan menyerbu rumahmu. Mereka akan menjilat kamu layaknya anjing peliharaanmu. (walaupun MKM gak pernalh liat lidahnya coro)

Kasihannya, coro kini menjadi alat bagi manusia. Alat pelampiasan galau. Saat ada coro, manusia akan reflek untuk teriak, lalu mukul-mukul lantai gak jelas. Jadi buat pembaca yang hobi galau, kalian bisa koleksi coro sebanyak mungkin. Coro-coro itu bisa dilepas saat kalian mulai galau. Silahkan menikmati permainan memukul coro.

Apakah dari antara kita gak ada yang peduli sama nasib kaum coro? Coro adalah makhluk malang yang kehilangan habitat. Itulah sebabnya coro mengungsi di rumah kalian. Mestinya kalian lebih respect sama makhluk-makhluk itu. Kasih mereka kamar sendiri, ajak mereka makan semeja dengan kalian. Itu supaya mereka gak ganggu kalian.

Dan ini indikasi bahwa coro adalah makhluk yang hampir punah. Mestinya coro dibikinkan satu produk untuk senantiasa mengiklankan eksistensi mereka (layaknya badak jawa). Mestinya coro juga dibikinkan suaka marga satwa sendiri. Jadi di suaka marga satwa itu adik-adik kita bisa belajar macam-macam coro. Dengan begitu, coro gak perlu lagi menginvasi rumahmu.

Tapi apa yang kita lakukan pada coro? Kita justru menyiksa mereka (yang hanya numpang lewat di depan kita). Kita mengeksploitasi mereka. Beberapa manusia memakan kaum coro dengan dalih proteinnya banyak. Coro pun dibuat film. Contoh: Ogik and the Coro. the Mask of Coro, Coroman, Ketika Coro Bertasbih, Ketika Coro Bertasbih 2, dan masih banyak lagi.

Kita sebagai manusia memang harus meniru coro. Ingatlah bahwa coro adalah makhluk yang sabar dan gigih. Kita sudah membunuh mereka namun mereka selalu berusaha untuk bangkit dan hidup lagi. Akhirnya mereka terbunuh tak bersalah. (Mati sebagai martir)

Tags: , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: