MOS (Madness Of Students)

MOS adalah Madness Of Students. Bukan lagi Masa Orientasi Siswa. Mengapa? gak ada adegan orientasi sama sekali dalam pelaksanaan MOS. Yang ada justru membuat siswa baru tampak sebodoh mungkin (memuaskan hati para Panitia MOS yang dulunya juga dibegitukan oleh seniornya). Dalihnya “Menyiapkan mental siswa” namun yang tercipta justru “Menciptakan jarak antara senior dan junior.” Namun para senior seakan tak peduli karena mereka senang mengerjai adik kelas.

Mari sejenak kita melihat penderitaan yang harus dijalani adik kelas. Yang wajib ada saat MOS adalah atribut. Kostum MOS yang aneh-aneh.  Dari yang mulai majang buah-buahan, sampah, majang foto bapak sendiri di punggung, sampai pajang rafia di ketiak biar mirip rambut ketiak. Ini mau masuk sekolah baru atau mau karnaval sih? Tadi pagi MKM ketemu anak MOS yang bawa topi panjang, tas berbentuk mystery box, trus bawa tongkat. Dia pasti sekolah di sekolah pesulap.

Lalu akan ada lagu yang harus dihafalkan untuk beberapa hari. Lagu yang liriknya maksa dan dibarengi dengan koreo yang mirip senam. “Salam MOS.” Setiap kali Panitia MOS menyapa, lagu itu harus dinyanyikan oleh peserta MOS. Dan akhirnya gerakan mengerikan pun keluar. Dari mulai gerakan supporter bola sampe gerakan nyantet orang. Beruntung saat mereka menyanyikannya, gak ada jalangkung yang dateng.

Tugas juga aneh-aneh. Kita disuruh nyari barang yang namanya disamarkan. Salju Terang (berharap apa? salju dari planet E.T yang bisa nyala kayak fosfor?), Es Telur Katak (Ini kita mengaborsi katak hanya untuk mengikuti MOS), Pantat Kembar (Pas ditagih, buka aja celanamu dan bilang, “Pantat saya emang kembar kakak.”), dan masih banyak hal aneh lain yang diminta oleh kakak panitia MOS. Kenapa gak langsung ngomong aja sih? Toh sebenarnya kebutuhan panitia MOS pada umumnya adalah nomer hape/pin BB/twitter/Line/FB/atau apapun yang bisa digunakan untuk “Nyepik” adik kelas.

Yang bikin geli lagi adalah surat cinta (yang dipaksa) yang harus romantis.  Itu kan namanya cinta bertepuk sebelah tangan. Kakak Panitia MOS mau-mau aja di”PHP” begitu. Surat cinta ini mengerikan, harus dikasih aksesoris aneh-aneh (cap bibir, cap lidah, cap jempol kaki, cap tiga jari, cap lang, cap badak, cap sa, cap ung, dan cap-cap lain yang dijual terpisah). Yang pertama kali bikin ide surat cinta pasti jomblo akut yang gak pernah dapet surat cinta.

Masih banyak derita yang harus dihadapi siswa saat MOS. Namun mari kita lihat sisi positifnya. Kamu tidak akan cerita ke anak-anakmu, “Mama dulu ulangan mat dapet 100 lo.” Yang akan kamu ceritakan ke anak-anakmu adalah, “MOSnya mama dulu absurd, mama disuruh poliandri sama temennya mama yang pake tato hello kitty di tangannya, satunya lagi satpam sekolah.” MOS adalah kenangan yang indah. MOS adalah masa untuk menjalin persahabatan dengan kawan baru. Persahabatan yang kuat biasanya berawal dari orang-orang yang menghadapi satu penderitaan yang sama, bersama-sama. So, Enjoy your MOS. Sabarlah pada tabiat aneh kakak kelasmu. Tersenyumlah, karena senyummu akan menguatkan teman-temanmu.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: