Lem sebagai Narkoba

Lem adalah perekat (buat yang terlalu ndeso, yang belum tahu, yang di desanya nempel segala sesuatu masih pake nasi). Lem yang kita kenal berbeda tiap masa. Saat kita TK, kita akrab dengan “gl*kol.” Saat kita remaja, Lem kita adalah “U*U” (lem yang kalo ditempelin di tangan bisa kayak jaringnya spiderman). Saat dewasa kita akan sering menggunakan “Rajawal*.” (lem para kuli)

Lem sangat berguna di kehidupan kita, untuk menempel, untuk mainan, dan untuk mengerjai teman. Tapi apa jadinya bila lem ini disalah gunakan? MKM pernah mendengar tentang lem sebagai narkoba. Satu hal yang dapat MKM katakan. “Itu Absurd.”

Pertama, ini sudah melanggar norma pecandu narkoba. Pecandu narkoba memakai narkoba supaya keren. Dan mencandu lem, itu sangat hina. Gak bisa dipamerin. Contoh: “Woi bro! Aku pake ice cream! Kamu pake apa?” “Mariyuana! Kamu bro?” “Gl*kol.” Hina sekali!

Bagaimana caranya mereka menggunakan lem sebagai narkoba? Disuntik? Dihisap? Dimakan? Dihirup? Diputar? Dijilat? Dicelupin? Apa? Kasian kalo mereka harus menghirup lem seperti menghirup sabu-sabu. Akhirnya mereka gak bisa bedain mana yang lem dan mana yang umbel sendiri.

Lalu ada kebiasaan orang sakau apabila tidak bisa mendapatkan narkoba dalam waktu cepat, mereka menyilet tangan mereka sendiri, lalu menghisap darah mereka yang mengandung narkoba. Kalo lem? Mereka akan mengeluarkan umbel mereka, lalu menghisap lagi umbel mereka yang mengandung lem. Itu menjijikkan, nggilani.

MKM gak bisa pake lem sebagai narkoba (bukan berarti MKM pake narkoba. emang sih otak MKM agak kacau, tapi itu bawaan lahir, bukan karena narkoba). Kenapa? Kalo lagi flu, MKM (dan mungkin beberapa anak kecil yang lain) punya kebiasaan (nggilani) bernama “nelen umbel sendiri.” Akan gak keren jadinya saat MKM harus pamer di alam baka. “Woi bro, aku mati karena sakit jantung!” “Aku mati karena overdosis, kamu MKM?” “MKM mati gara-gara keracunan lem.”

Anyway. Pesan moral hari ini, jangan pake narkoba. Narkoba itu mahal dan menyengsarakan. Ada yang murah, tapi tetap menyengsarakan (dan nggilani).

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: