Truk Bensin

Pernahkah perjalanan kamu terganggu oleh kendaraan yang satu ini? Ya, kendaraan besar ini mengklaim dirinya berbahaya dan mudah terbakar (padahal kita gak tau dalemnya ada isinya atau nggak). Namun tidak jarang kendaraan ini justru mencari masalah. Jalannya tidak pernah menepi, selalu di tengah. Seakan-akan berkata, “Aku adalah raja.” Dan begitu kita maki-maki supirnya, “Woi! Kamu kira ini jalannya bapakmu?!” Dia berkata, “Engkau sendiri yang mengatakannya.”

Kendaraan ini sangat mengerikan. Tidak sedikit orang yang takut untuk menabraknya. MKM bertanya pada seorang pengendara, apa pendapatnya tentang kendaraan ini. Ia menjawab, “Saya takut mas kalo tabrak’an sama truk bensin. Kan nanti meledak, terus saya bisa mati.” Ya, jawaban yang masuk akal. (walaupun kalau kamu tabrak’an dengan mobil lain juga ada kemungkinan besar buat mati)

Saat ada kendaraan ini di jalan, kita akan kesusahan memilih tindakan. Ingin mendahului, celahnya sangat kecil. Ingin mengikuti dari belakang, jalannya terlalu lama. Ingin menabrak, takut meledak.

Kalau kita mau mengamati kendaraan ini, di belakangnya ada sticker bertuliskan, “Bila kendaraan ini membahayakan anda, sms ke nomor di bawah ini: XXXX-XXX-XXXX” Ini sticker niatnya baik, tapi berbahaya sekali. Bayangkan kamu hampir tabrak’an sama si truk bensin. Apa yang akan anda lakukan? SMS nomor tersebut? Keburu mati! Injak rem!

Jalanan menjadi macet gara-gara truk bensin. Belum lagi kalo si truk bensin ini kena tilang. Supirnya lupa gak bawa STNK. Truknya disita polisi. Supirnya pulang jalan kaki (trus nyegat angkot). Polisinya bawa truk bensin ke kantor polisi yang jalannya sempit. Ini macetnya sudah level chaos.

Tapi MKM mengacungkan jempol pada truk-truk ini. Karena truk ini truk anti mainstream. Mereka tidak menempelkan sticker sejenis DOA IBU atau JARANG PULANG pada kaca depannya.

Akhirnya, komedi zaman sekarang kadang gak penting lucu, yang penting pesan moral. Jadi endingnya MKM kasih pesan moral. Pesan moralnya: Contohlah truk bensin yang meniti langkah hidupnya pelan tapi pasti. Buat supir truk bensin, jangan sampai ketilang ya pak.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: