Materi 2nd Open Mic

Aku Adit MKM, kenapa ada MKMnya? Karena nama adit udah mainstream. Dari mulai tukang sate, tukang tambal ban, sampe penjaga Alfamart, namanya Adit semua.

Karena minggu lalu aku lucu, katanya sih, jadi aku merasa punya kewajiban dan Hak. Kewajibannya, aku harus lucu. Ini sebenarnya susah, karena aku terkenal jayus di sekolah. Tapi aku punya hak untuk promosi blog. Aku punya blog, themkm.wordpress.com. Kalau bingung, cari aja di google, Dunia MKM. Katanya sih lucu. Aku tunggu kunjungannya.

Di blog itu aku membahas pengalaman sehari-hari dan pengamatan-pengamatan aneh yang kutemui di perjalanan. Yang paling sering dibaca itu kalo aku cerita tentang keluarga aku. Keluargaku emang absurd, salah satunya papaku. Papaku itu Arema garis keras. Kalo islam punya FPI, papaku ini FPA, Front Pembela Arema.

Papaku rasis. Kalo orang tua lain ngajarin, “Kamu harus cari pasangan yang sama-sama cina.” Atau “Kamu harus cari pacar yang muslim.” Papaku enggak. Papaku bilang, “Adit, terserah kamu mau pacaran sama cina, jawa, atau belanda. Mau pacaran sama muslim, katolik, ateis juga terserah. Asal bukan bonek.” Papa selalu ngingetin, “Adit, jangan bergaul sama bonek, jangan pacaran sama bonek, jangan nonton acara bonek, jangan makan makanan bonek, jangan pegang-pegang barang2 bonek, kecuali keset pake keset ijo ada gambar buayanya.”

Dan aturan ini berlaku ketat banget di rumah. Pernah aku lagi makan, makananku dibanting, terus papa marah-marah, “Adit! Itu makanan kenapa ijo? Itu haram! Itu makanan bonek!”

“Papa! Ini Indomi cabe ijo!”

Kami sekeluarga katolik, dan di katolik babi itu gak haram, anjing gak haram. Kalau ada hal yang dikatakan haram oleh papaku, berarti hal itu bagi papaku lebih hina daripada babi dan anjing. “Papa. Kamu rasis!”

Aku yang jengkel akhirnya tanya, “Papa, selain ijo, ada ciri-ciri lain dari bonek?”

“Ada nak. Bonek itu suka melakukan hal bodoh, dan dia gak malu atas itu.”

Tapi tetep aja kondisi gak berubah. Waktu itu aku lagi nonton TV, papa langsung matiin TV dan marah, “Adit! Kamu nonton apa itu? Itu Haram! Itu bonek!”

“Papa, itu Patrick Star! Lagian dia pink papa.”

“Hoho. Jangan tertipu oleh pink nak. Dia melakukan hal bodoh, dan dia gak malu atas itu. Dia pasti konspirasi bonek.”

Akhirnya sejak itu aku dilarang nonton sponge bob. Untungnya sekarang aku gak serumah sama papa. Aku ada di rumah eyangku. Eyangku ini orang desa. Ciri2 orang desa itu ada 2, pertama suka barang KW, kedua susah bahasa inggris tapi sok inggris.

Kami di perumahan sih, tapi perumahan orang desa. Nama perumahannya Vila Bukit Tidar. Tuh kan, keliatan KWnya. Dan dia meng’KW produk local, nggilani. Itu sama aja kayak kita bikin merk HP, KW, yang kita KW bukan Blackberry, Samsung, atau Nokia, tapi HP cina, Mito, Cross, Nexian. Trus kalo kita liat yang asli, Villa Puncak Tidar, itu V_I_L_L_A puncak tidar. Lha ini? V_I_L_A bukit tidar. Tuh kan? Susah bahasa inggris, tapi sok pake bahasa inggris.

Di sini, segalanya serba susah dicari. Sinyal susah dicari, internet susah dicari, makanan enak susah dicari, cewe cantik lebih susah dicari. Perumahan ini beda dari perumahan atau gang lain, karena gak ada yang jual nasi goreng di sana. Padahal nasi goreng ini makanan arema, makanan yang tidak ke mana-mana tapi ada di mana-mana. Tapi beruntung di sana masih ada warnet. Dan di warnet itu, pengunjungnya lucu-lucu dan mirip. Kebanyakan pengunjungnya cowo, pake sandal jepit, pake celana pendek, begitu dateng duduk tenang, tengok kanan kiri, miringin monitor ke arah dia, dia jarang ngetik, seringnya pegang mouse pake tangan kanan, scroll, gak tau tangan kirinya dipake apa, trus senyum-senyum sendiri, nunggu buffering. Kalo orang kayak gitu dateng, aku cuma bisa tersenyum.

Dan untung di sana masih ada alfamart. Dan alfamart ini tergolong unik. Pertama karena dalam radius 50m, gak ada indomaret. Kedua, karena gak ada yang jualan kebab di depannya. Emang dasar lidah desa ya. Jualan kebab, gak laku, gak doyan. Jualan burger, gak laku, gak doyan. Jualan gorengan, gak laku, udah banyak yang jualan. Mungkin kalo jualan angsle baru laku.

Tapi aku punya luka batin sama alfamart yang ini. Pertama karena kapanpun aku masuk ke sana, selalu aja ada anak alay di sana. Anak-anak alay pacaran gak tau tempat. Pacaran di alfamart, nggilani. Gombal-gombalan, dan gombalannya itu lebih hina daripada gombalannya mas Ahmed. Pake bawa-bawa mawar. Mbak tau mawar? Mbak telah mawarnai hatiku.

Trus foto-foto di alfamart. Foto anak-anak alay makin absurd. Ada modus baru, foto profil dibagi 4. Ini maksudnya apa? Gimana kita bisa liat foto sekecil itu? Atau jangan-jangan ini strategi marketing toko optik, makin banyak mata yang rusak, dia makin laku. Atau mungkin anak-anak alay sebenarnya lagi main permainan, “cari foto yang beda.” Jadi dari 4 foto itu kita disuruh nyari yang mana yang orangnya beda.

Sudah gitu foto mereka dikasih tulisan-tulisan. BFF (best friend Forever). BP4E (Best Plendz 4 Ephel). BPHP (Belanja Puas Harga Pas).

Luka batinku yang kedua dari alfamart itu adalah gara-gara undian hello kitty. Kejadiannya waktu itu aku lagi ngerayain keberhasilan temenku di-PHP adek kelas. Kami beli minuman paling absurd di sana, berharap bisa mabok. Minuman itu iklannya naga, merknya beruang, tapi ternyata susu sapi. Kami beli minuman aneh itu banyak banget, sampe lebih dari 30 ribu. Kami waktu itu dandanannya udah desperate banget, Pake baju item Arema, celana jeans bolong2, ada rantenya. Ketika kami di kasir masnya langsung tanya, “Mas mau ngoleksi stempel hello kitty?”

Jret! Kesan preman langsung berubah jadi dua cowo homo! Karena merasa terhina, aku tanya, “Emang kalo udah lengkap, hadiahnya apa mas?”

“rumah-rumahan hello kitty mas.”

Ini alfamart mikir apa sih? Dia bayangin apa? Apa dia bayangin dua orang lagi pake baju serba item, arema, celana jeans robek2, main rumah-rumahan hello kitty

Kenapa harus hello kitty? Kan akhirnya cuma bisa dipake mainan anak2 kecil. Kenapa harus kucing? Kenapa gak singa? Kan itu lebih universal, bisa dipajang siapapun. Atau kenapa gak buaya waran ijo? Tapi bukan rumah-rumahan, keset.

Aku liat poster promonya. Ada hello kitty in beauty n spa, hello kittynya jadi pegawai salon. Hello kitty in coffee shop, hello kitty buka warkop, jualan kopi, mungkin juga jual gorengan. Yang absurd, hello kitty in electronic shop, hello kitty jualan kabel, anten, lampu. Mungkin Hello kittynya tacik-tacik, pake roll.

Trus aku liat sebelah kanan. Ada promonya. Beli susu ultra bonus 1 stempel. Beli oreo, bonus 1 stempel. Ya pas, buat anak2. Beli parfum Cassablanca bonus 1 stempel? Ini apa? Bayangin cowo yang di iklan parfum, pake jas, dasi rapi, cewe-cewe dateng, mainan hello kitty.

Akhirnya masnya kasih uang kembalian. Kuamati masnya. Ada yang aneh. Masnya pake celemek warna pink, ada gambarnya hello kitty. Nggilani tapi masnya gak malu!

Langsung ada suara yang masuk di otakku, “Adit. Jauhi dia sekarang! Dia haram! Dia bonek!”

“Papa? Dia penjaga alfamart, lagipula dia pink!”

“Hoho… jangan tertipu oleh pink nak. Dia melakukan hal bodoh dan dia gak malu atas itu. Dia pasti konspirasi bonek.”

Well, itulah keadaan desaku. Walaupun di desa, aku diajari untuk bersyukur sama eyangku. Dia bilang, “Adit. Kita harus senantiasa bersyukur. Yesus itu setia. Yesus selalu ada untuk mendukungmu. Yesus tidak ke mana-mana, tapi ada di mana-mana.” Tepuk tangan buat eyangku. “Tau kamu artinya apa Adit?”

“Yesus maha baik eyang.”

“Bukan, itu artinya Yesus itu Arema.” Aku Adit MKM. Terima kasih!

Tags: , , ,

2 responses to “Materi 2nd Open Mic”

  1. Charlean says :

    kalo yang ini bikin ngakak deh.. wkwkkwkw

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: