Hilangnya Korupsi (Dengan Rima A-I-A-I)

Korupsi adalah makanan sehari-hari bangsa kita. Selagi kita disibukkan dengan Jeremy Teti yang mulai merambah dunia tarik suara, tikus-tikus berdasi tidak berhenti menggerogoti hak-hak kita. Seperti iklan rokok (yang bodoh tapi ada benarnya), kasus korupsi begitu mudah hilang dari negeri kita. Hilang dari pikiran kita, bukan hilang dari hidup kita.

Konyolnya, kadang kita lebih susah melupakan mantan daripada kasus korupsi. Tubuh dan otak kita begitu cepat beradaptasi, sehingga kita tidak sadar bahwa sedang dijajah bangsa sendiri. Kapankah ini akan berhenti. Pacar baru begitu mudah dicari, tetapi pemimpin yang baik harus dicari seperti jarum di tengah jerami.

Eyang Subur dan Arya Wiguna sibuk saling mencela dan kita sibuk tertawa melihat editan-editan videonya. Tak ada sepucuk doa pun untuk bangsa, sedangkan kita sibuk berdoa agar hujan turun saat malam minggu tiba. Inikah potret generasi muda?

Fakta konyol ini kadang membuat geli. Kita tidak peduli akan apa yang akan terjadi. Kita lebih peduli pada berita terkini. Fokus kita hanya pada berita utama di koran pagi. Namun kadang kita lupa apa yang kemarin terjadi dan tidak muncul di berita lagi. Sampai-sampai kita tak sadar bahwa kita sedang dibodohi oleh artis RBT yang pura-pura berkelahi untuk mencari sensasi.

Kota Malang pun sudah mendapat walikota. Namun tak seorang pun dari kera ngalam yang bertanya, “Mau apa abah kita?” Justru pertanyaan yang muncul apakah bayu skak sudah mengupload videonya. Abah Anton yang bermimpi memperbaiki martabat kota arema, akankah ia mengantarkan Malang mencapai kata sejahtera?

Kembali ke korupsi, siapa dalang dari hilangnya semua ini? Karena ulah kita sendiri, korupsi tak terselidiki. Kita tidak bernyali untuk melantangkan suara hati. Kita yang jenuh memilih untuk tidak peduli. Lalu kita bersantai-santai sambil menikmati video miyabi, video yang menantang kita untuk membuat sendiri  bersama istri atau pacar atau selingkuhan atau pegawai prostitusi. (atau ujung-ujungnya cuma jadi bahan onani)

Jangan mau terbodohi oleh media massa. Kita harus tetap peka. Suarakanlah anti korupsi di mana-mana, agar banyak juga jiwa yang ingat dan terbuka. Mungkin dengan cara yang berbeda-beda, namun tujuan yang sama. Selamatkanlah merah putih dari serigala berbulu domba. Jangan termakan sensasi sesaat media massa. Ingatkan sesamamu dengan penuh tawa, “Negara kita belum merdeka.”

(Kog tiba-tiba MKM jadi seperti ini? Mungkin karena efek tivi yang berulang kali menampilkan acara tak berisi dan lebih hina dari naga-nagaan dua dimensi. Susah lo bikin rima A-I-A-I. Trik rima ini belajar dari teman-teman stand up comedy yang lucu sekali. Semoga tulisan ini menjadi hiburan juga sindiran juga api untuk menyalakan semangat dalam hati.)

Tags: , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: