MKM di SMA part 1(Sendal Crew)

Mumpung momennya masih anget (layaknya tai yang baru keluar), MKM pingin cerita tentang pengalaman MKM di SMA. Postingan ini membahas tentang tahun pertama MKM di SMA.

Tidak ada kesedihan sama sekali dalam benak MKM saat harus meninggalkan Kediri dan pergi ke Malang untuk menuntut ilmu (walaupun ilmu gak salah, tetep aja dituntut). Pertama kali MKM masuk ke SMA, MKM berpenampilan layaknya tentara (potongan rambut cepak, dan sok tegas). Namun bukan ditakuti, malah dapet panggilan penthol (bakso, diperkirakan karena kepala MKM yang bulat dan manis) dari temen2 kelas. Namun akhirnya panggilan itu sedikit menguntungkan MKM karena nama asli MKM (Adit) itu nama pasaran. (kalo gak salah itung) Ada 7 nama Adit di angkatan MKM. Ditambah lagi ada satu guru (yang sampai hari ini gak setuju kalo MKM mau jadi guru) yang namanya Adit juga.

Kelas MKM di X-8. Kami menamai kami Sendal Crew (Sepuluh No Delapan). Kelas kami kompak (karena hampir semua anak di kelas itu gak punya malu). Kami selalu aktif dalam setiap perlombaan sekolah (walaupun gak pernah menang).

Awalnya MKM hanya berteman dengan Kenthus. Kenthus adalah teman MKM dari SMP. Dari Kediri, hanya 2 orang yang masuk ke SMA MKM. Dan mengenaskannya, satu kelas. Namun akhirnya MKM bisa akrab dengan semua anggota kelas.

Kelas kami awalnya dipimpin oleh LN (Londho Ndeso), seorang keturunan Belanda yang berasal dari Mojokerto. Bahasa Jawanya yang medhok dan tingkahnya yang lucu berhasil membawa satu kelas menjadi kelas yang agak absurd dan berkesan.

Namun karena alasan yang rumit dan tidak bisa dijelaskan (walau gak serumit alasan orang cerai), si LN akhirnya diganti oleh Dewa (yang sekarang udah sekolah di luar negeri  https://themkm.wordpress.com/2013/03/01/mkm-ketemu-teman-lama/). Dengan pemikirannya yang lebih terarah dari LN, Dewa berhasil membawa kelas ini menuju kelas yang lebih kompak dari sebelumnya (walau kesan absurd gak akan bisa hilang).

Saat lomba paduan suara antar kelas, Sendal Crew berhasil membuat Eyang Ti (https://themkm.wordpress.com/2013/05/25/eyang-ti-nenek-mkm/) melatih kami dengan gratis. Latihan juga di rumah eyang ti. (Entah itu gak modal atau emang gak punya adat) Tapi kelas kami juga bisa lebih bersemangat karena Eyang Ti.

Sayangnya tidak semua dari kami naik kelas. AA (Anak Alay – cewe berjerawat yang selalu overacting kalau ada rangsangan) pindah sekolah karena takut gak naik. Padahal AA adalah aset berharga kami, Untuk pertama kalinya MKM melihat ada orang dari flores tapi putih. Begitu juga dengan LS (LoudSpeaker – Cewe pendek yang kalo terlanjut ketawa gak punya adat),  ia juga pergi karena takut gak naik. Pada akhirnya, Bunder (kawan MKM yang perut ama muka sama2 bulet) gak naik. Itu sangat menyedihkan. namun bagaimanapun juga, life must goes on. (seenggaknya itu kata2 mantan MKM, entah bener ato gak grammarnya)

Terlalu banyak pengalaman kecil nan berkesan yang MKM rasakan bersama Sendal Crew (sampai susah ngingetnya). Sendal Crew adalah salah satu pemegang kunci mengapa MKM bisa seperti sekarang. terima kasih teman. kalian berharga bagi MKM.

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: