Eyang Ti (Nenek MKM)

kenapa tiba2 MKM bahas nenek2 di blog ini? Karena dia bukan nenek2 biasa. Janda berumur 64 tahun ini adalah orang yang selama 3 tahun satu rumah dengan MKM. Banyak pelajaran yang MKM dapatkan dari ibu2 unik ini.

Ia biasa dipanggil Eyang Ti. Entah sejak kapan. Namanya nggak ada unsur “Ti”nya. Eyang artinya Orang tuanya orang tua kita. Ti sebenarnya berasal dari kata Putri (dalam bahasa jawa artinya cewe). Eyang Putri. Disingkat, Eyang Ti.

Menyebalkan memang bila harus serumah dengan orang yang mudah panik. Menurut guru PKn MKM (yang hampir setiap ulangannya MKM selalu remidi), mudah kaget dan mudah panik adalah ciri2 orang desa. Ya, dua hal itu ada pada Eyang Ti (dia orang desa). Paranoidnya berlebihan. Dan karena itulah kami sering bertengkar. contoh:
Eyang Ti: “MKM, kita pergi sekarang. kamarmu dikunci!”
MKM: “Kan pintu rumah udah dikunci.”
Eyang Ti: “Takutnya kalo ada apa2.”
MKM: “Apa? Maling? mau nyolong apa dari kamarku? kolor? gak ada apa2.”

Ketakutannya berlebihan terhadap satu hal yang namanya “apa-apa”. Sebenarnya “apa-apa” ini apa? kenapa Eyang Ti begitu takut? pulang agak malem juga gitu, “MKM jangan malem2. ntar ada apa-apa lo.” Ini membuat MKM dilema, antara ikut takut, atau bingung. Sampai hari ini Eyang Ti gak mau kasih tau “apa-apa” itu apa.

Walaupun sikapnya menjengkelkan, namun Eyang Ti adalah guru segala umat (layaknya Ind*mie adalah makanan segala umat). Setiap kali MKM bertemu orang asing, dialog seperti ini sering terjadi:
Orang: “Cucunya Eyang Ti ya?”
MKM: “Iya. ada apa ya?”
Orang: “Iya. itu guru aku dulu.”
Peluang kejadian ini terjadi berbanding dengan MKM bertemu orang asing adalah 75%. Eyang Ti sendiri adalah guru olah vokal (yang katanya) udah ngajar di mana2.

Namun keahlian vokalnya ini justru merepotkan. MKM jadi gak bisa nyanyi2 gak jelas di rumah. Setiap kali MKM nyanyi di kamar (sambil liat cermin, pura2 konser), Eyang ti langsung masuk dan berkata, “MKM. Suara kamu fals, kamu salah ambil nafas.” (suara dalam hati=> eh suka2 MKM dong mau nafas salah atau bener. daripada gak nafas.)

Emang susah hidup dengan orang yang umurnya jauh berbeda. Kita gak akan pernah paham maksudnya apa. Entah faktor telinga atau emang kebiasaan, orang2 tua selalu bicara dengan nada dan volume yang tinggi. Ketika dia salah, selalu berkata, “Aku tau yang bener. Aku udah banyak makan garam kehidupan.” (suara dalam hati=> ya kalo gitu MKM udah ngabisin banyak gula kehidupan. makanya MKM selalu ceria)

Walaupun menyebalkan, Eyang Ti adalah satu figur penting dalam kehidupan MKM. terima kasih Eyang Ti.

Tags: , , , ,

Trackbacks / Pingbacks

  1. MKM di SMA part 1(Sendal Crew) | Dunia MKM - 27 May 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: