Kadang Childish itu Perlu

Childish adalah sikap menyebalkan. Sungguh menyebalkan. Sikap yang menganggap hal tidak penting menjadi sangat darurat. Sikap yang tidak mau tahu keadaan orang lain. Sikap yang menyiksa orang lain.

Namun terkadang, Childish itu perlu. (seperti semboyan blog ini dulu, Kadang Bodoh itu Perlu. sama, Kadang Childish itu perlu)

Tak dipungkiri, kita butuh Childish. mungkin terdengar menyebalkan jika kita  berkata pada orang lain, “Aku ingin kamu di sini saat aku membutuhkanmu.” Orang itu bisa saja menjawab, “Aku kan bukan batman yang bisa langsung datang pake bat-mobile begitu sinyal dinyalakan.” atau lebih singkatnya, “Kamu pikir aku Kampret (kelelawar)?”

Akan Childish juga bila kita berkata, “Kamu mestinya bisa ngerti keadaanku sekali lihat!” Orang itu tidak salah bila menjawab, “Mana bisa? Kamu bukan ultraman yang kalau sakit dadanya bisa kelap-kelip.”

namun kita butuh itu. Kita butuh orang yang selalu ada saat kita sendiri. Kita butuh orang yang bisa ngerti keadaan kita sekali lihat. sebuah pesan singkat di pagi hari berbunyi, “Semangat ya kerjanya hari ini.” dari orang yang tepat bisa jadi obat seperti viagra yang bangkitkan semangat jalani hari. terdengar Childish, namun itu yang terjadi.

manusia tidak jauh beda dengan anjing, jika kita di”elus2″ oleh orang yang tepat, kita pasti terdiam. manusia yang beriman tidak jauh berbeda dengan orang kafir saat menghadapi ramalan zodiak di majalah. mereka akan sangat bersuka cita bila tertulis di sana, “Asmara: Ia memberi respon yang positif. Coba dekati dia lebih dekat.” dan mungkin akan membakar majalah itu bila yang tertulis, “Keuangan: Kurangi beli hal yang tidak penting. keuangan menipis.”

Saat kita sebagai orang lain, melihat ada dua orang pacaran, yang cowo lagi menenangkan cewe yang nangis, kita mungkin geli dan berkata, “Childish ah. nangis aja dari dulu!” namun si cewe butuh nangis di depan orang yang tepat. si cowo pun akan merasa sangat bahagia bila bisa menenangkan si cewe.

Sama seperti seorang kakak yang melihat adiknya sedang pacaran. MKM tahu itu geli (pengalaman pribadi dengan Hamba Allah). tetapi coba rasakan perasaan adikmu. betapa mereka berdua menikmati dunia mereka. sama seperti kalian bila kalian sedang pacaran.

well. jangan pernah menyalahkan orang yang childish. Kadang Childish itu perlu. (tapi kadang2 aja, jangan sering2. kalau keseringan capek juga yang toleransi. hehe…..)

Tags: , , , , ,

4 responses to “Kadang Childish itu Perlu”

  1. King T says :

    apik dit blogmu , wes pantes dadi penulis kon
    wkkwwk

  2. King T says :

    hahaha oyi dit tak bantu , sayang lak blog apik gak enek seng ngerti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: