MKM Bicara Emansipasi

21 April, hari Kartini. Hari emansipasi wanita. Setiap tahun emansipasi wanita dikumandangkan, diperjuangkan, dan digalakkan di setiap daerah. Dengan efek samping, para pria tidak bisa lagi semena-mena pada wanita. Kini wanita punya tameng bernama “EMANSIPASI WANITA.”

SEBALIKNYA. Sudah saatnya kita para pria bergerak teman. Galakkan juga “EMANSIPASI PRIA” di Indonesia. Sudah berapa pria yang dalam hidupnya dijajah wanita. Mulai dari ibunya, istrinya, pacarnya, selingkuhannya, adiknya, adik sepupunya yang alay (yang ini curcol), guru matematikanya, dan wanita2nya yang lain. Bahkan SPG Coka-coka Beno yang biasa disingkan COK BEN (sebuah restoran siap saji ala jepang. Bukan nama sebenarnya) sudah melecehkan para pria dengan memanggil semua pria yang datang (berapapun umurnya, mau masih kecil atau udah uzur) dengan sebutan “Kakak.” (dan nadanya datar)

Nasib para pria sekarang menyedihkan. Penjajahan oleh wanita sudah mewabah, bahkan sampai ke hal-hal yang kecil. Jika di sebuah meja makan yang penuh makanan tiba-tiba makanannya habis, yang disalahkan selalu kaum pria. Sedangkan wajah tanpa dosa para wanita yang juga ada di situ mampu menutupi mulut mereka yang bagaikan vacuum cleaner. Jika masih dicurigai mereka akan berkata, “AKU KAN CEWE…. Gak mungkin aku makan sebanyak itu.” Ini kalimat bohong banget. MKM kenal banyak cewe yang kalo makan gak aturan.

Kata-kata itu yang akan sering keluar, “AKU KAN CEWE…..” Berapa kali para pria harus mengalah karena kata2 itu. Ngantri WC, yang cowo udah kebelet sampai keringat dingin tapi si cewe main lewat dan masuk sambil bilang, “Ladies First.” Dalam hati mungkin si cowo akan bilang, “Kampret….. Ini boker udah diujung….. cepetan!!” Namun tetap saja cewe itu akan lama karena pasti mereka melakukan adat cewe bila ke WC. Benar. Foto Narsis.

Masih banyak hal “AKU KAN CEWE….” Yang menyebalkan yang membuat MKM jengkel. Dan sedihnya lagi, bila sesekali ingin mengabaikan kata-kata itu, keluarlah kata-kata yang lebih gak enak, “DASAR COWO GAK GENTLE!”

Dan dialog seperti inilah yang sering terjadi, di mana para wanita menggunakan hak “EMANSIPASI WANITA” mereka dengan semena-mena

Cowo: Sayang…

Cewe: APA!? (ini cewe lagi “M” yang ingin dimengerti tanpa bilang kalo dia lagi “M”)

Cowo: kog gitu sih? Kamu kenapa?

Cewe: GAK APA APA!!!! (keliatan bo’ongnya kan? Ini mirip sama orang yang udah ngantri di depan WC sambil keringat dingin yang ditanya, “kamu kebelet?” dia jawabnya, “Nggak…” sambil kentut)

Cowo: lagi “M” ya? (ini cowo pengertian yang bisa membaca raut muka cewe’nya)

Cewe: (nampar si cowo) “Kamu bego ya?!” (ya itulah cewe kalo lagi “M”, semua bisa jadi alasan buat marah)

Cowo: (Cuma nahan sakit di pipi sambil berkata di dalam hati, “Iya… ini beneran lagi ‘M’”)

Cewe: “AKU KAN CEWE…. Mestinya kamu gak kayak gitu sama aku.” (yak kalimat pertama sudah keluar bung…..)

Cowo: “Iya bener. Kamu cewe. Kamu bisa “M”, dan itu wajar. Terus aku salah apa?” (Jawaban ala cowo: ILMIAH)

Cewe: “DASAR COWO GAK GENTLE!” (keluar sudah kalimat kedua. Dan selalu jawabannya gak menjawab pertanyaan)

Cowo: “Kalo kamu gak jelas gitu, aku marah lo.” (cowo ini mencoba tegas. Namun apa yang terjadi? Kita lihat setelah ini)

Cewe: “Mau ngambek? Ngambek aja sana. Ntar kalo udah selesai, bilang ya.” (buat kalian semua, ngambek gak akan pernah berhasil buat bikin cewe nurut sama kita)

Cowo: (sadar bahwa marah tidak menyelesaikan apapun. Sekecil apapun masalah harus dibicarakan. Itulah cara cowo menyelesaikan masalah) “Kamu kenapa sih? Cerita deh…” (masih mencoba diplomasi baik2)

Cewe: “OGAH! Kamu jelek! Aku ngambek!” (langsung pergi. Ngambek sukses!)

Gentlemen, kita sudah dijajah! Saatnya kita buat perubahan! Mari kita ciptakan “EMANSIPASI PRIA!” Untuk itu, kita butuh pahlawan seperti Ibu Kartini yang hanya dengan surat2nya mampu mengubah Indonesia. MKM adalah salah satu pahlawan kalian! Dan kalian bisa jadi pahlawan bagi teman2 kalian! Sadarkan banyak pria untuk tidak lemah pada wanita! Kita pria! Kita diciptakan duluan! Wanita adalah bagian dari kita! Tidak seharusnya mereka menjajah kita! Perjuangkan EMANSIPASI PRIA!

(mungkin suatu saat akan tiba di mana semua siswa SD-SMA memperingati hari MKM. Hari sebagai peringatan untuk MKM sang pejuang EMANSIPASI PRIA melalui tulisan-tulisannya di Dunia MKM. Jika Ibu Kartini mengarang buku, “Habis Gelap Terbitlah Terang.” Maka MKM akan membuat, “Terang Udah Kelamaan, Kita Juga Butuh Gelap.”)

 

Tags: , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: