Episode 2 – Survive

Sebelumnya, MKM mohon maaf karena episode dua baru bisa keluar sekarang. MKM sibuk banget, baru bisa buka internet waktu liburan. Atas kritik dari beberapa pembaca, MKM membuat episode dua lebih pendek daripada episode 1. Check this out! The Monkeyman episode 2, Survive.

“Sakit.”

Anak kecil itu tidak bisa berbuat apa-apa. Sebuah pintu baja baru saja menyambarnya. Anak itu tak sadarkan diri.

Cahaya. Perlahan sebuah gambaran visual masuk ke otaknya. Anak itu terbaring di sebuah ruangan yang penuh dengan cahaya.

Seorang pria bertanya kepadanya, “Kau sudah sadar nak?”

Mulutnya masih belum bisa ia buka. Luka yang ia dapatkan terlalu besar untuk ditanggung seorang anak kecil. Kendati demikian, ia mencoba menggetarkan pita suaranya sekuat mungkin. Ia berhasil mengucapkan satu kata. “Ayah.”

Satu kalimat diucapkan pria yang ada di hadapannya. Dan kalimat itu berhasil mencambuk amarahnya, “Ayahmu tidak ada di sini.”

Anak kecil itu mulai menyadari bahwa penglihatan yang ia lihat berbeda dari biasanya. Lebih jelas. Beberapa kalimat keterangan tiba-tiba muncul di penglihatannya saat ia melihat sesuatu. Ia mengangkat tangan kanannya agar kelihatan oleh matanya. Normal. Namun tidak demikian untuk yang sebelah kiri. Yang ia lihat adalah bukan tangan, namun rangkaian logam dan kabel.

Sebuah pemandangan yang mengerikan untuk dilihat seorang anak kecil. Ia ingin menangis, namun matanya sudah tidak bisa mengeluarkan air mata lagi. Mulai hari itu, anak itu menjadi seorang cyborg.

Tujuh tahun berlalu, anak itu telah menjadi kepala keamanan di Metropolis. Tujuh tahun berlalu dan dendam anak itu belum hilang. Dendam pada pembunuh ayahnya, dendam pada orang yang telah membuatnya menjadi seperti ini. Tujuh tahun berlalu, seekor manusia kera melompat keluar dari kantornya dan berhasil ia kejar. Tujuh tahun berlalu, akhirnya ia mendapatkan kesempatan untuk membalaskan dendamnya.

Kini ia berdiri di sebuah ruang kontrol di Fantasia. Lewat mata buatan yang ia sembunyikan di balik kacamatanya, ia memandangi ruangan itu. Ia menemukan sebuah panel rahasia. “Trik lama.” Ujarnya.

Di bawah ruangan itu, terdapat sebuah ruangan yang lebih besar dan lebih luas. Seorang pria dengan bandana merah di kepalanya berdiri di atas meja. Ia berseru pada sekitar selusin orang yang berkumpul di ruangan itu. “Kita merayakan tiga hal hari ini! Yang pertama, keberhasilan serangan kita. Dengan begini untuk waktu yang cukup lama, Metropolis akan bebas dari mecha-police.”

Orang-orang itu bertepuk tangan. Beberapa dari mereka bersorak kegirangan.

“Yang kedua! Kyta! The Monkeyman! Telah berhasil menjalankan misinya dengan baik.”

Tepuk tangan makin keras. Di ruangan itu ada seekor manusia kera berpakaian hitam. Orang-orang berlomba-lomba menjabat tangan dan menggosok kepala makhluk itu.

“Yang ketiga!” sorot mata pria besar itu berubah. “Hawk dan Kyta melihat wujud kepala keamanan Metropolis.” Ia menunduk. “Aku merasa berdosa harus melawan orang itu.”

Mereka terdiam. Sejak Hawk dan Kyta menceritakan ciri-ciri orang yang mereka lawan di ruang kontrol, Justice membuat sebuah hipotesa yang sama. Cyborg itu adalah anak yang diselamatkan oleh Lucius dan Raph tujuh tahun yang lalu. Ruangan itu menjadi hening. Sangat hening. Justice mengingat ingat dosa mereka. Sepanjang lebih dari tujuh tahun perlawanan mereka pada Metropolis, hanya sekali saja mereka membunuh manusia.

Matt melepas bandana merahnya, meremasnya di tangan kanannya. “Lucius, Raph. Di mana kalian?”

Selagi mereka masih termenung sedih. Sebuah pintu – yang merupakan jalan masuk satu-satunya ke ruangan itu – terlempar ke arah mereka. Beruntunglah pintu itu tidak mengenai siapapun.

Dari balik pintu itu muncul seseorang diikuti beberapa robot yang belum pernah mereka lihat. Orang itu memakai baju serba putih dan berkaca mata. Dengan suara pria yang masih muda, orang itu berkata, “Rupanya aku memang tidak berbakat membunuh orang dengan pintu.”

Dalam sekejap semua anggota Justice mengerti siapa pria itu. Itu adalah pria yang dilihat Kyta dan Hawk. Dalam sekejap juga pria itu menyalakan jetpack yang ada di punggungnya. Ia terbang melayang menuju Matt. Kini ia berdiri di meja yang sama.

Ia mencengkram leher Matt dengan tangan kanannya. Ia berkata pada Matt, “Kau telah membunuh ayahku.”

Sambil berusaha meraih nafas Matt menjawab, “Aku… Aku tak ber…maksud… A..ku hanya…”

“Diam!” Pria itu marah. Tangan kirinya yang tersusun dari logam dan kabel mulai berubah menjadi sebuah senapan. Ia mengarahkan senapan itu ke kepala Matt. “Kau harus menebus dosamu pak tua!”

“Balas dendam tidak akan mengembalikan ayahmu.” Ujar Matt.

“Tetapi membunuhmu juga akan membuat Metropolis lebih aman.” Seketika itu sebuah lubang tercipta di kepala Matt. Ia ambruk. Darah menetes pelan dari kepalanya. Bandana merah terjatuh dari tangannya. Sejak hari itu, Justice tidak punya pemimpin. Matthew Chasarvin, pemimpin Justice, telah gugur.

Orang-orang berteriak. Sebagian besar mulai berlari dan mengambil senjata mereka. Mereka berusaha menyerang cyborg yang berada di atas meja itu.

Cyborg itu menyentuh telinganya. “Kode Suara, Attacker G03 to G29, serang target.” Ia melepas kacamatanya. Matanya sudah bukan mata manusia lagi. Dari matanya ia mengeluarkan cahaya merah yang menyambar seluruh anggota Justice

Insting hewan Kyta bekerja. Ia melompat secara tiba-tiba. Dan rupanya benar, sesaat setelah ia melompat, sebuah ledakan terjadi di bawah kakinya. Robot-robot yang dari tadi hanya menunggu di jalan masuk sekarang mulai bergerak dan menyerang.

Jacques berteriak, “Kita diserang!” Dengan senjata yang sejak tadi melekat di lengannya, ia menyerang robot-robot itu. Robot-robot itu memang berbeda dari mecha-police. Tembakan Jacques tidak mampu merobohkan satu pun dari mereka.

Robot-robot itu semakin mendekat. Jumlah mereka lebih banyak dari anggota Justice. Serangan Justice pun semakin brutal. Namun tidak satu pun robot berhenti bergerak karena serangan itu. Robot-robot itu seakan-akan tidak memiliki titik kelemahan. Robot-robot itu berada di jarak tembak yang berbahaya. Hawk berteriak, “Mundur! Ke jalan darurat!”

Justice mundur. Sang Cyborg berkata, “Benar! Larilah! Kalian sampah tidak berguna! Buat hari ini makin menyenangkan! Sebab untuk hari inilah aku bertahan hidup! Hahaha!”

Pasukan pejuang keadilan itu sampai di jalan keluar darurat. Beruntunglah robot-robot itu tidak secepat mereka. Di tempat itu N.K berkata, “Aku akan menahan robot-robot itu di sini! Kalian pergilah!”

Kyta berteriak, “Tidak paman! Ayo lari!”

Jacques menahan Kyta, “Dia benar anakku, jika tidak ada yang menahan mereka, kita semua akan tertangkap. Untuk itu, aku dan N.K akan menahan mereka untuk kalian.”

Hawk menampar Jacques, lalu berseru pada yang lainnya, “Kita berpencar, dengan begitu robot-robot ini akan kebingungan mencari kita!” Ia menekan panel di sebelah kanannya. Pintu besar di hadapan mereka terbuka. Mereka berlari keluar.

Hawk berkata pada Jacques dan N.K, “Berjuanglah agar tidak mati!” lalu Hawk berlari meninggalkan mereka. Jacques hanya bisa tersenyum.

N.K memegang bahu Kyta yang masih menangis dan enggan pergi dari situ. N.K berkata, “Lari, MKM!” lalu N.K mendorong Kyta hingga ke belakang pintu. Walau pintu masih terbuka, mereka terpisah. Kyta di luar, N.K dan Jacques di dalam. Jacques menekan tombol untuk menutup pintu. N.K berkata pada Kyta, “Sayonara, Saru-Ningen.”

Kyta berteriak, “Paman N.K! Paman Jacques!” Ia berusaha menggedor pintu itu. namun tak ada jawaban. yang terdengar justru suara tembakan yang membabi buta. “Sial!” Kyta berbalik arah dan mulai berlari.

Kyta berlari. Ia terus berlari. Melupakan rasa sedihnya harus meninggalkan N.K dan Jacques. Ia tak tahu harus ke mana. Yang ia tahu sekarang hanyalah bertahan hidup. Menghindari robot-robot mengerikan itu.

Sementara itu, seorang cyborg duduk di atas meja. Ia meminum susu coklat yang tergeletak di meja. Lalu ia kembali mengontrol robotnya lewat monitor yang ada di tangannya. Ia menengadah ke atas dan berkata, “Setelah ini, Metropolis bebas dari pasukan sialan ini. Dan aku akan bebas melakukan rencanaku. Aku akan menguasai Metropolis!”

-Oke… sekian episode 2. Tunggu episode 3-Death City-

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: