Trend Alay

Celana pel (yang lebar banget bagian bawahnya sampe2 bisa buat ngepel lantai), rambut afro (yang bikin kita susah bedain itu rambut atau reog Ponorogo), kacamata lebar (yang sekarang jadi seragam dinas semua tukang pijat), dsb adalah contoh-contoh hal yang kini kita definisikan sebagai hal yang retro (bahasa kerennya jadul). Namun pada masanya, hal-hal tersebut dipuja2 oleh kaum muda. Dan ketika mereka beranjak dewasa, hal-hal itu menjadi kenangan manis dan kebanggaan bagi generasi berikutnya.

Pertanyaannya, apakah generasi kita siap membuat sejarah seperti generasi berpuluh-tahun yang lalu? Apakah yang akan kita ceritakan pada generasi kita yang selanjutnya? (generasi yang akan berkata bahwa Harlem Shake adalah traditional dance)

MKM rasa belum! Cerita kita masih terlalu hina untuk diceritakan. Ayah MKM sering bercerita, “Godbless (grup band rock yang sangat legendaris) sejak muda memang karya-karyanya luar biasa.” Kita apa? Apakah kita akan bercerita, “CJR sejak muda emang homo.” (bukan nama sebenarnya. Anggap saja namanya Celana Joko Rusak, sebuah boyband yang berisi anak2 kecil yang belum lulus SD. Lagu2 mereka tidak mendidik, masa ada orang jatuh malah di ‘eaa’in?) ?

Sadari ini teman-teman, kita sudah masuk di zaman alay! Alay tampaknya sudah bukan sekedar tren, namun sudah menjadi sebuah tradisi. Lihatlah jejaring sosial, nama-nama manusia di sana semakin tidak bisa dibaca (begitu kita bisa baca, kita akan geli baca nama2 itu). Tulisan-tulisan mereka semakin menyerupai sandi dan merusak mata. Foto-foto semakin membuat kita geli. Yang lebih menggelikan adalah sekarang anak-anak alay sudah punya salam khusus. Salah satu contohnya adalah meletakkan tangan kanan di atas kepala dengan telunjuk teracung ke atas, lalu putar-putar telunjuk itu sambil berkata, “mumumumumu….” (ada lagi salam seperti yang dilakukan adik sepupu MKM, si “Hamba Allah” => https://themkm.wordpress.com/2013/03/08/adik-sepupu-mkm-hamba-allah/)

Memang susah bila kamu bukan alay harus berteman dengan orang alay. Contohnya adalah ketika kamu mengirim pesan singkat yang 100% hurufnya menggunakan huruf alphabet, ia akan membalasmu dengan pesan yang memiliki komposisi absurd (40% tanda baca, 40% angka, 15% emoticon, dan 5% huruf alphabet)

MKM pernah berdebat dengan orang alay, sebut saja namanya 4!4¥.

MKM: kamu alay!

4!4¥: enggak…. Akuw lo gak ualay…..

MKM: iya kamu alay!

4!4¥: nggak. Kami ithuw cuma yunik. Kami ithuw orang2s yang memperhatikan nasib huruf Q, X, dan Z yang jarang kalian pakai (yang akhirnya kami sisipkan di nama kami).

MKM: itu alay!

4!4¥: kamyu juga ualay!

Ada dua hal yang mau MKM sampaikan. Pertama, MKM gak alay. MKM itu gokil, dan gokilnya berlebihan. Yang kedua, MKM geli dengan kata-kata si 4!4¥ yang terakhir. Itu terdengar seperti orang ayan yang mengatai orang lain orang ayan. Simulasi: “Kamu ayan!” (sambil tangannya tremor, terus dari mulut keluar busa)

MKM gak ngerti kenapa ini semua terjadi? Orang tua zaman sekarang yang tidak begitu memperhatikan perkembangan anaknya bisa jadi salah satu sebabnya. Dan nampaknya lembaga edukasi belum bisa menghambat pertumbuhan virus alay ini. Atau mungkin justru beberapa lembaga edukasi memfasilitasi perkembangan tren alay.

Mungkin memang ada sekolah khusus yang mendidik anak-anak menjadi anak2 alay. Sekolah itu memiliki mars sekolah yang alay (lagunya mendesah2, menonjolkan elemen Q,X, dan Z), lambang sekolah yang alay (ada emoticonnya), dan seragam yang alay (warnanya pink dan wajib tempel pin di mana-mana). Dari total 40 jam pelajaran per minggu, 4 jam pelajaran dialokasikan untuk pelajaran sastra dan budaya alay (yang di dalamnya mencakup  doktrin2 alay dan pelajaran bela diri dari serangan anti alay). Toiletnya memiliki cermin yang sangat lebar yang bisa digunakan untuk berfoto narsis. Dan setiap kali bertemu guru, mereka harus memberikan salam alay. Contoh: “Pagi pak guru. Mumumumumu…..”

Jadi teman-teman yang terkasih, mari bersama-sama menghapus alay dari Indonesia. Demi masa depan yang lebih baik.

-terima kasih sudah membaca, MKM mohon kritik dan sarannya. Like adit mkm on facebook. Follow: @aditMKM-

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: