Episode 1 – Kyta, The Monkeyman

Okay! Semuanya. Buat yang udah penasaran dengan cerita bersambung yang MKM buat, ini dia episode pertamanya. Selamat membaca.

 

19 Maret, 2052

Pelan-pelan, hati-hati, teliti. Begitulah pemuda berpakaian serba hitam itu memotong jendela pengaman yang cukup tebal. Sedikit lagi jalan itu terbuka. Namun pemuda itu tak kehilangan nafas tenangnya. Tatapan yang serius tersirat dari matanya yang dilapisi kacamata warna coklat. Jalan masuk sudah terpotong dengan sempurna. Ia menyeringai.

Ia masuk ke dalam ruangan itu. Senyumnya semakin lebar. Segera ia membuka tasnya dan mengeluarkan peralatannya. Pemuda itu beraksi.

 

“Konsentrasi Kyta! Konsentrasi!”

Konsentrasi adalah hal yang sejak tadi dilakukan oleh Kyta. Jarinya melingkar di pelatuk sniper yang ia bawa. Matanya hanya berjarak beberapa mili dari scope. Ia mencoba membidik sasaran tembak yang ada 20 meter di hadapannya. Sasaran itu berupa mecha-police, robot polisi yang sudah rusak.

Tujuh tahun berlalu sejak penyerangan pertama Justice. Kini bayi mungil yang mereka temukan telah menjadi seorang remaja. Ia tumbuh jauh lebih cepat daripada manusia biasa. Walau umurnya masih sekitar tujuh tahun, fisiknya seukuran dengan manusia berumur 17 tahun. Justice menamai anak itu Kyta, sang manusia kera.

Tubuhnya memang menyerupai seekor kera. Bisa dibilang Kyta adalah hasil fusi dari manusia dan kera. Ekornya yang lucu mulai berayun ke kanan dan ke kiri. Kyta telah mendapatkan nafas konsentrasinya. Pandangannya tertuju pada robot yang hanya bisa bergerak ke kiri dan kanan karena sistem geraknya sudah rusak.

Robot itu berbentuk seperti tabung. Sebuah sensor gerakan berbentuk seperti mata terpasang di bagian atasnya. Ia bergerak menggunakan alat gerak menyerupai roda pada tank. Robot itu memiliki lengan yang berbentuk seperti senjata. Robot tipe ini adalah robot yang digunakan untuk menjaga keamanan Metropolis. Karena itu ia dinamai polisi mesin, Mecha-police.

Ia menekan pelatuknya. Pancaran panas yang ditembakkan Kyta mengenai pusat sensor sang mecha-police. Bagian punggungnya yang beroda mengeluarkan gas yang merupakan energi penggerak robot itu. Kyta segera berteriak, “Kena!”

Kyta meletakkan snipernya dan mengangkat kedua tangannya sambil berkata, “Aku Kyta!” Ia berlari ke belakang. Ia memeluk pria yang sejak tadi mengawasinya sambil berkata, “Paman N.K! Aku lulus kan? Aku sudah bisa ikut kan? Ya kan? Ya kan? Ya? Ya? Ya?”

Pria berbadan kecil itu hanya bisa tersenyum. Ia berkata, “Ya. Semua tes sudah kamu lewati. Kini aku punya hadiah untukmu.”

Kyta segera mengambil snipernya dan pergi bersama N.K ke ruang kontrol. Mereka berada di Fantasia. Satu-satunya taman bermain yang ada di Metropolis. Mereka baru saja mengadakan latihan menembak di wahana ketangkasan. Dari ruang kontrol wahana itu, Jacques membersihkan jasad robot yang baru saja dilumpuhkan oleh Kyta. Setelah robot itu diambil dan lampu-lampu dinyalakan, wahana ini tampak lebih ceria. Pistol mainan dan target sasaran tampak di wahana itu.

Fantasia adalah tempat yang sangat megah dan luas. Setiap akhir pekan, Fantasia selalu dibanjiri pengunjung. Tidak ada tempat lain selain Fantasia bagi warga Metropolis untuk berwisata bersama keluarga. Namun di bawah kemegahan Fantasia, tersembunyi markas rahasia Justice. Jacques menekan satu tombol yang membuat ruang kontrol itu masuk ke dalam tanah.

Sesampainya Kyta di bawah tanah, ia disambut oleh seseorang berkulit hitam. “Kyta! Bagaimana tesmu?”

Kyta langsung melompat dan mengacungkan ibu jarinya. “Sukses! Mulai sekarang aku bisa ikut dengan kalian! Yeah!”

Pria itu langsung berdiri dan mengacak-acak rambut Kyta yang tebal dan coklat. Ia berkata, “Ya! Suatu saat kamu harus beraksi dengan Papa!”

Pria itu memang ingin sekali dipanggil Papa oleh Kyta. Ia adalah Jacques, orang yang secara tidak sengaja membawa bayi Kyta saat penyerangan pertama. Namun kini Kyta ditarik secara halus oleh N.K. N.K berkata pada Jacques, “Dia bukan anakmu Jacques! Dia anak kita semua.”

Selagi mereka masih asyik bercanda, terdengar suara yang sangat lantang, “Justice! Berkumpul!”

Seseorang dari kejauhan berjalan dengan cepat lalu berdiri di belakang meja yang sejak tadi diduduki oleh Jacques. Segera setelah itu, pria itu meletakkan kotak kecil di meja itu. Ia menekan beberapa tombol pada kotak itu dan muncullah sebuah proyeksi tiga dimensi. Proyeksi itu adalah peta Metropolis.

Teriakan pria itu membuat anggota justice yang lain berkumpul di meja itu. Jacques pun berbalik arah. Pria berjanggut tebal itu akhirnya naik ke atas meja dan berseru, “Ini rencana kita nanti malam!”

Kyta dengan polos mengacungkan tangan dan bertanya, “Paman Matt, apakah malam ini aku ikut?”

Matt, pemimpin Justice, menatap Kyta dan berkata, “Kau tokoh utama malam ini Kyta!” lalu Matt kembali fokus pada proyeksinya.

Ia memperbesar bagian tengah Metropolis. Di sana ada sebuah monumen bernama Fountain of Future. Sebuah kolam yang cukup besar yang dihiasi lampu-lampu yang indah. Sebuah piramida berada di tengah kolam itu. Dan di dalam piramida itu dihiasi ukiran sebuah mata yang besar. Fountain of Future adalah lambang kekuasaan New World Order atas Metropolis.

Matt melanjutkan, “Seperti yang sudah kita selidiki. Energi dari reactor utama yang berada di tenggara Metropolis mengalir ke pusat kota, Fountain of Future. Dan di bawahnya,” Matt membuat proyeksinya lebih fokus ke bawah monument itu. “Energi itu dibagi ke lima penjuru utama kota. Kita akan mematikan tiga di antaranya.”

Jacques langsung menyela, “Untuk apa? Mereka bisa dengan cepat memperbaikinya. Untuk apa kita membahayakan nyawa kita untuk hal seperti ini?”

Sebuah pisau terlempar dan langsung menancap di hadapan Jacques. Seorang wanita yang duduk di lantai atas, tepat di atas meja itu adalah yang melemparkan pisau kepada Jacques. Ia berkata, “Diam. Dan dengarkan sampai selesai.”

Jacques terdiam. Matt berkata, “Terima kasih Hawk. Baiklah! Kujelaskan! Ini baru separuh rencana. Yang sebenarnya akan kita serang adalah apa yang gagal kita serang tujuh tahun yang lalu. Ruang kontrol mecha-police.”

Wajah Kyta makin tersenyum. Matanya berseri-seri. Sedangkan anggota Justice yang lain mulai bergumam satu sama lain. Matt melanjutkan, “Kita tak pernah tahu di mana tepatnya ruangan itu berada. Namun monitor kontrol di ruangan itu harus selalu menyala, jika tidak pasti seluruh mecha-police akan mati. Intinya, ruangan itu adalah satu-satunya ruangan di Metropolis yang memiliki sumber energi selain dari reaktor untuk menjaganya tetap menyala walaupun tidak ada energi dari reaktor.”

N.K langsung menyahut, “Menyerang satu-satunya ruangan yang menyala saat semuanya mati. Dan ruangan itu pasti ruang kontrol mecha-police. Ide yang bagus Matt!”

Matt berkata, “Sebenarnya ini ide Chad.” Pria kurus di belakang Matt yang dipanggil Chad itu langsung menggaruk-garuk kepalanya. Matt melanjutkan, “OK! Ini pembagian tugasnya. N.K tugasmu menutup saluran energi menuju barat daya, dengan begitu Ruppert-Tech dan sekitarnya akan mati.”

“Dimengerti pak!”

“ Jacques, matikan energi menuju utara, dengan begitu City Hall juga akan lumpuh.”

“Siap!”

Aku akan melumpuhkan Fantasia dengan menutup energi ke tenggara. Hawk, terbangkan pesawat kebanggaanmu itu ke sekitar Ruppert-Tech dan cari ruangan yang masih penuh dengan energi.”

“Akhirnya kau menyuruhku terbang lagi Matt! Hanya itu?”

“Ya. Sisanya serahkan pada Kyta. Ruangan kontrol itu pasti dijaga oleh mecha-police. Mecha-police tidak mengenali Kyta sebagai manusia. Hal itu membuat Kyta lebih mudah menghancurkan ruangan itu. Benar kan Kyta?”

Kyta dengan semangat menjawab. “Yap! Serahkan padaku!”

“Huh. Akhirnya aku hanya menjadi supir untuk anak ini.” Hawk menggelengkan kepala. “Boleh aku membuat karya seni saat beraksi nanti?”

Matt menjawab, “Lakukan saat semuanya sudah selesai.” Ia berpaling pada semua anggota Justice. “Yang lain. Tarik perhatian seluruh mecha-police. Caranya?” Matt menggeser proyeksinya. Telunjuknya menunjuk sebuah piramida besar yang ada di Fountain of Future. “Justice! Hancurkan simbol penjajahan ini!” Ia mengambil sebuah bandana warna merah dari saku bajunya dan memakainya di kepalanya. “Hancurkan Metropolis!”

Seluruh ruangan itu berteriak kegirangan. Chad segera memanggil Kyta, “Kyta! Kemarilah! Aku akan menjelaskan apa yang harus kamu lakukan di ruangan itu.”

 

Seperti dugaan, ruangan itu gelap. Hanya ada beberapa monitor yang tetap menyala. N.K pasti sudah berhasil melumpuhkan saluran energi menuju Ruppert-Tech Corporation. Rencana Chad berjalan dengan sempurna sejauh ini.

Kyta mengingat-ingat kata-kata Chad, “Pertama, masukkan slot disk ke monitor utama.” Kyta mengambil dari tasnya sebuah slot disk. Ia bergumam, “Monitor utama….” Ia menatap sebuah monitor yang paling besar dan berada di tengah ruangan. “Pasti yang ini.”

Kyta memasukkan slot disk itu ke monitor utama. Lampu indicator yang berada di bagian belakang slot disk itu menyala merah. “Tunggu beberapa saat sampai lampu indikator berubah menjadi hijau. Setelah hijau segera ambil slot disk itu dan hancurkan ruangan itu.”

Slot disk itu masih merah. Kyta mengambil sebuah botol dari tasnya. Dari botol itu, ia menyiramkan sebuah cairan pada panel-panel di sekitarnya. Kyta selesai menyiram panel-panel itu. Kini ruangan itu berbau aneh. Namun slot disk itu masih belum hijau. Kyta melangkah menuju jendela. Ruangan itu terletak di lantai yang cukup tinggi sehingga pusat kota sedikit terlihat melalui jendela itu.

Tampak kekacauan sedang terjadi di pusat kota. Rentetan ledakan terjadi di Fountain of Future. Tampak di bawah sana, puluhan lusin mecha-police bergerak menuju Fountain of Future. Beberapa pesawat pun tampak berlalu lalang di sekitar gedung gelap itu. Cahaya pesawat itu sedikit mengenai jaket Kyta. Jaket pemberian N.K, dan kekacauan itu menambah semangat Kyta untuk menyelesaikan serangan ini.

 

“MKM? Apa itu?” Tanya Kyta dengan polos. Ia tidak mengerti akan arti tiga huruf yang terpajang di belakang jaketnya.

“Itu akan menjadi julukanmu mulai hari ini! Mon-Key-Man!”

Mata Kyta hanya bisa berkaca-kaca mendengar hal yang dikatakan N.K. N.K baru saja memberinya sebuah jaket, sepasang tonfa, dan sebuah ransel sebagai tanda bahwa Kyta siap menjalani misi. “Terima kasih paman.”

Kyta mulai bermain-main dengan tonfanya. Lalu ia sadar akan sesuatu, “Paman. Kalau aku adalah Monkeyman, paman apa? Mengapa nama paman N.K? Apa itu N.K? Kulit paman juga berbeda dari manusia lain. Apakah paman juga mutan sepertiku?”

N.K tersenyum, “Bukan Kyta. Aku manusia. Hanya saja rasku berbeda dengan mereka.”

“Apa itu ras?”

“Kamu tidak perlu tahu. Toh, di Metropolis kita sudah tidak mengenal ras lagi.”

“Lalu apa itu N.K?”

N.K mengalihkan pandangannya ke arah lain. “Nishimura Ken. Sudah lama aku tidak menggunakan nama itu.”

 

Slot disk itu sudah menyala hijau. Kyta melangkah ke tengah ruangan untuk mengambil slot disk itu. Ia berhasil mengambil slot disk itu. Kini ia berlari menuju jendela. Tinggal beberapa langkah lagi menuju jendela, langkahnya terhenti. Tiba-tiba lampu menyala. Segera Kyta memasukkan slot disk itu ke saku celananya. Ia mengambil kedua tonfa dari pinggangnya dan memasang pose kuda-kuda.

Dari pintu masuk, masuklah seorang pria dengan wajah serius. Ia berjalan pelan mendekati Kyta. Pria itu berumur sekitar dua puluh tahun. Ia bukan manusia biasa. Separuh tubuhnya, tubuh bagian kirinya adalah hasil transplantasi dengan mesin. Ia adalah pengawas ruangan ini.

Kini mereka berdua hanya dibatasi oleh beberapa panel. Wajah pria itu kini tampak jelas. Sebuah kacamata melapisi matanya, walaupun mata kirinya bukan mata manusia lagi. Tangannya yang terbuat dari logam dan kabel membetulkan posisi kacamata itu. Ia berkata, “Semestinya sensor manusia yang kubuat mampu mendeteksi penyusup yang masuk ke ruangan ini.” Ia melihat ekor Kyta yang menari-nari. “Tentu saja. Kau bukan manusia! Siapa kamu?”

Kyta mengarahkan tonfanya yang kanan ke arah depan, yang kiri ke arah belakang. Rupanya itu bukan tonfa biasa. Tonfa itu bisa menembakkan tekanan udara panas. Kyta menekan pelatuk di kedua tonfanya. Suara tembakan terdengar cukup keras dari ruangan itu. Panel di hadapan Kyta terbakar bersamaan dengan hancurnya jendela kaca di belakang Kyta. Setelah itu Kyta menembakkan tonfanya ke arah panel yang ada di sebelah kanan dan kiri panel yang terbakar.

Kini ketiga panel itu  terbakar sesuai dengan pola yang sudah disiram Kyta sebelumnya. Panel tengah membentuk huruf K, sedangkan panel yang di samping kiri dan kanan, keduanya membentuk huruf M. Kyta berkata, “Aku Kyta, The Monkeyman.”

Kyta melompat ke belakang dan langsung meraih tali yang sudah disiapkan Hawk. Melalui tali itu, Kyta kembali masuk ke pesawat. Dari dalam pesawat Kyta melihat sebuah tulisan raksasa yang terbuat dari api menghiasi gedung Ruppert-Tech Corporation. Tulisan itu berbunyi, “Justice.” Kyta bertanya, “Kau yang menulis itu, bibi Hawk?”

Hawk hanya tersenyum sambil menambah kecepatan. Setelah Kyta menghancurkan panel-panel itu, seluruh mecha-police berhenti bergerak. Kemenangan Justice sudah tampak di depan mata. Pesawat Hawk melewati Fountain of Future. Hawk dan Kyta menatap sebuah pemandangan di mana piramida simbol penjajahan itu telah hancur dan termakan api. Justice menghentikan serangannya malam itu dan kembali ke bawah tanah. Mereka telah mendapatkan apa yang mereka cari. Untuk waktu yang lama, tidak akan ada lagi robot yang akan mengganggu aksi mereka.

 

Setelah monyet itu melompat dari jendela, manusia setengah mesin itu berlari menuju jendela. Lewat mata kirinya yang terbuat dari logam, ia memancarkan sinar berwarna merah dan mengarahkan sinar itu ke bagian belakang pesawat. Segera ia menekan tombol yang ada di telinga kirinya sambil berkata, “Kode suara. Stalker-F05. Menempel di target.” Segera setelah itu, sebuah robot kecil terbang dari belakang pria berpakaian serba putih itu. Robot berbentuk piringan itu menempel di bagian belakang pesawat yang tersinari cahaya merah.

Pria itu menggulung lengan bajunya. Di tangannya yang terbuat dari logam dan kabel, ada sebuah proyektor kecil. Ia mengaktifkan proyektor itu. Rupanya itu adalah radar yang melacak keberadaan robot kecil yang baru saja ia tempelkan. Ia tersenyum dan berkata, “Saatnya membalaskan dendam ayahku!”

 

 

Sekian episode 1-nya. Tunggu episode 2-nya ya. Episode 2 – Survive

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: