The Monkeyman – Prolog

Dalam rangka menyongsong re-opening blog ini, MKM mau memberikan satu hal yang baru. Dengan bangga MKM mempersembahkan cerbung (cerita bersambung) berjudul The Monkeyman (jadi kurang lebih beginilah MKM versi superhero) Ini dia prolognya:

 

 

Illumination. Peristiwa sejarah yang membawa kita pada masa ini. Hari itu, 11 Agustus 2044, bom atom menghujani hampir seluruh bumi tanpa pemberitahuan apapun. Serangan ini dilakukan secara rapi dan terselubung oleh organisasi New World Order. Hal ini membuat sebagian besar dunia menjadi Death Cities (Kota Mati). Kini, di Death Cities, tidak ada makhluk apapun yang hidup.

Namun di balik semua itu, ada satu kota yang sengaja tidak diserang bom atom dan selamat hingga sekarang. Penduduk dunia menyebut kota itu Metropolis, tempat manusia yang tersisa berkuasa. Di bawah pimpinan New World Order, Metropolis menjadi kota teknologi berkembang pesat dengan populasi yang sangat sedikit.

Metropolis menerapkan system dunia baru dalam pemerintahannya. Contohnya, dalam satu keluarga hanya boleh ada dua anak, jika lebih, salah satu harus dibuang ke Death City. Namun semua anak mendapatkan pendidikan yang layak dan sesuai dengan bakat mereka.

Semua orang di Metropolis mendapatkan pekerjaan. Namun pekerjaan-pekerjaan kecil seperti buruh, tentara, dan polisi digantikan oleh robot. Di Metropolis, semua orang menduduki kasta yang sama. Metropolis melarang adanya gelandangan. Setiap ada gelandangan yang ditemukan, mereka dibuang ke Death City. Dan tidak ada seseorang pun yang berhasil bertahan hidup di Death City.

Namun bukan berarti Metropolis kini sudah bersih dari gelandangan. Mereka masih ada dan hidup secara sembunyi-sembunyi. Mereka menyatukan kekuatan untuk mengembalikan dunia seperti semula. Mereka menyebut kelompok mereka “Justice.”

Hari ini 8 April 2045, serangan pertama “Justice” dimulai. Selusin orang-orang brutal bersenjata mendobrak keamanan Ruppert-Tech Corporation, perusahaan yang digunakan pemerintah untuk memproduksi robot secara massal. Mereka memporak-porandakan gedung itu. Setelah penelitian selama hampir satu tahun, Justice akhirnya memahami kelemahan robot yang diproduksi Ruppert-Tech Corporation. Hal ini menyebabkan robot-robot penjaga tak mampu membendung mereka.

Akhirnya pasukan kecil ini tiba di depan sebuah ruangan. Ruangan itu ditutup dengan sangat rapat oleh pintu yang terbuat dari besi. Seperti yang sudah mereka rencanakan, mereka menaruh bahan peledak di depan pintu besi itu. Dalam hitungan ketiga, mereka meledakkan pintu itu.

Bunyi ledakan itu sangat keras. Ledakan itu membuat serpihan pintu yang berat terlempar ke dalam ruangan. Bersamaan dengan asap yang masih mengepul, mereka masuk ke dalam ruangan itu. Mereka berharap akan melihat monitor kontrol para robot. Namun monitor itu tidak mereka temukan

“Ini bukan ruang kontrol!” kata salah satu dari mereka.

“Bahkan tidak ada senjata di sini!”

“Ini hanya laboratorium!”

Namun seseorang dari mereka tidak mempedulikan kekecewaan teman-temannya. Ia justru berlari menghampiri serpihan pintu yang berada 2 meter di depannya.

“Bantu aku!” teriaknya. “Ada manusia di sini!”

“Sial! Kita membunuh seseorang!”

Seseorang dengan bandana merah di kepalanya, yang adalah pemimpin mereka, berseru, “Raph! Lucius! Abaikan mayat itu!” Arah pandangan matanya berubah, “Semuanya! Ambil apapun yang tampaknya berguna lalu segera pergi dari sini. N.K! Beri sinyal pada Hawk! Kita mundur!”

Namun Lucius, seseorang yang dari tadi bersikeras menghampiri mayat itu tak menggubris kata-kata pimpinannya. Ia mengangkat mayat itu. Ia menemukan mayat seorang pria dan seorang anak kecil. Ia mengangkat anak kecil itu, lalu berlari ke arah yang berlawanan dengan teman-temannya.

Raph, yang adalah partner Lucius mencoba menegurnya, “Lucius!”

Lucius sambil berlari menjawab, “Bocah ini masih hidup!”

Tanpa pikir panjang, Raph pun berlari mengikuti Lucius. Saat itu sebuah pesawat telah menjemput mereka lewat jendela yang sudah dipecahkan oleh pria yang dipanggil N.K. Sang pemimpin berseru, “Tinggalkan mereka! Ayo cepat pergi.”

Mereka melompat ke pesawat itu secepat mungkin, meninggalkan Raph dan Lucius yang berjuang menyelamatkan bocah kecil itu. Semua itu adalah kode etik mereka. Peraturan pertama, jangan pernah membunuh manusia, cukup hancurkan robot-robot pengganggu. Peraturan kedua, jangan pernah membahayakan temanmu sendiri. Keputusan yang berat harus dibuat oleh sang pemimpin.

Sang pemimpin duduk melamun di ruang penumpang yang luas. Seluruh anggota Justice menatap pemimpin yang berada di hadapan mereka. Seseorang yang ada di samping pemimpin menepuk bahunya sambil berkata, “Kau sudah melakukan yang benar Matt! Semoga mereka selamat.”

Matt hanya bisa tersenyum. Matt mendapatkan kepercayaan dirinya lagi. Ia langsung berseru, “Semua! Kumpulkan barang jarahan di tengah!”

Seseorang meletakkan sebuah tabung besi berukuran besar di tengah-tengah mereka.

“Apa ini Jacques?” Kata Matt.

“Tabung. Senjata?”

“ Bagaimana cara membukanya?”

Kedua orang itu berusaha membuka tabung besi itu dengan segala cara. Akhirnya mereka menekan tombol merah di samping tabung itu. Terbukalah penutup tabung itu dan mulai keluar asap putih. Setelah asap tebal itu hilang, jelaslah apa yang tersimpan dalam tabung itu.

“Apa ini?”

“Bayi? Monyet?”

Mereka bertanya satu sama lain. Namun bayi itu malah menangis. Dan mereka semua sadar bahwa itu bukan tangisan monyet. Itu tangisan anak manusia.

Matt yang panik langsung member perintah pada pilot wanita yang duduk di depan, “Hawk! Tambah kecepatan! Cepat!”

Hari itu, Justice kehilangan dua anggota terbaiknya. Namun mereka mendapatkan satu anggota baru. Seekor manusia kera yang nantinya akan merubah Metropolis.

 

-tunggu episode selanjutnya ya! episode 1: Kyta-The Monkeyman-

Tags: , ,

2 responses to “The Monkeyman – Prolog”

  1. winner says :

    macomacomaco

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: