Libur Natal 2012 MKM (hari pertama)

Tanggal: 24-12-2012

Kegiatan: Pulang Kampung (Kediri)

Setelah (akhirnya) mendapatkan SIM, untuk pertama kalinya MKM pulang ke Kediri dengan menggunakan sepeda motor (sendirian). Buat pembaca yang belum tahu, kampung halaman MKM adalah Kediri. Sejauh ini, Kediri hanya terkenal dengan tiga hal: Tahu, Pabrik Gudang Garam, dan Wisata Rohani Goa Pohsarang. Kalau ada pembaca yang masih bertanya di manakah itu Kediri, tanya aja ama google.

Dalam pengalaman pertama, “Nyasar” itu wajar (alibi). Walau tidak terlalu lama nyasar, MKM menjumpai beberapa toko yang absurd. Pertama, Butik “Al-Modar.” Nama apaan itu? Al-> besar, Modar-> mati. Butik mati besar2an? Atau jangan2 baju yang dijual adalah baju2 dari orang yang sudah meninggal. Lalu ada lagi “Rawon Asli Cap Jenggot.” Asli? Emang ada rawon palsu? Terus kenapa harus cap jenggot? Apakah jenggot juga termasuk bahan rahasia untuk memasak rawon mereka?

Setelah menemukan jalan yang benar, rupanya jalan dari Malang menuju Kediri sedang macet. 10 menit bergulat dengan macet, akhirnya MKM bisa meloloskan diri. Bersamaan dengan itu, MKM sadar bahwa bukan jalan dari Malang menuju Kediri yang macet, tetapi dari Malang menuju Batu. Kalau dipikir2, memang benar. Untuk apa dalam momen natal yang special ini orang datang ke Kediri yang tidak ada yang menarik di sana? (walau hina begitu, aku mencintai Kediri)

Karena jalan yang sepi, MKM mendapat kesempatan untuk menjadi pembalap sesaat. Layaknya Dani Pedrosa, MKM menembus hutan pembatas antara Malang dan Kediri yang berliku-liku. Sensasi juara ini bertahan hingga ada sebuah bis yang menyemprotkan asap hitam ke wajah MKM. Dani Pedrosa berubah menjadi Perseus yang sedang berusaha melawan Kraken yang menyemprotkan racun dari tentakelnya. MKM melihat ke atas. Seolah mengejek, rupanya bis itu menempelkan sebuah stiker tulisan di kaca belakangnya. “SELAMAT”

Segera MKM mendahului bis sialan itu. Hawa dingin pegunungan tiba-tiba berubah menjadi panas. Walau tidak sepanas Jakarta (Ibukota Indonesia yang level panasnya bagai replika neraka), namun rasa panas ini cukup membuat MKM gerah. Benarlah, 20 menit kemudian tetesan air mulai menetes dari langit. Dalam hati MKM berkata, “Para malaikat di langit lagi kencing. Persiapan buat natalan nanti malam.”

Postingan ini dibuat di tengah hujan sambil ngopi. Bila anda membaca postingan ini beberapa saat setelah postingan ini terbit, maka kemungkinan besar MKM sedang terkapar di tempat tidur karena masuk angin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: